Andersen Global Kini Hadir di Indonesia

JAKARTA/ 28 Juni 2026/ JavaRilis — Andersen Global semakin memperkuat kiprahnya di Asia Tenggara setelah VDB Loi melakukan rebranding di Indonesia menjadi Andersen sehingga resmi menjadi firma anggota terbaru.

Andersen di Indonesia menyediakan jasa konsultasi perpajakan dan hukum bagi perusahaan multinasional, serta investor asing yang beroperasi di Tanah Air. Berbekal pengalaman pasar selama puluhan tahun, Andersen mengusung pendekatan praktis dalam memberikan panduan yang jelas dan tepat sasaran untuk menjawab berbagai persoalan regulasi maupun lintasnegara.

Managing Partner Andersen di Indonesia, Tommy Hendharto Oetomo, mengungkapkan bahwa keputusan mengadopsi merek Andersen mencerminkan komitmen untuk menghadirkan layanan konsultasi perpajakan dan hukum yang berkualitas serta praktis, didukung kolaborasi internasional yang lebih luas. Menurutnya, klien yang beroperasi di Indonesia kini membutuhkan dukungan lintasnegara yang semakin terkoordinasi—dan status sebagai firma anggota Andersen memperkuat kapasitas perusahaan untuk menghadirkan layanan tersebut secara konsisten dan jelas.

Sementara itu, Chairman Global dan CEO Andersen, Mark L. Vorsatz, menilai Indonesia tetap menjadi pasar penting bagi berbagai perusahaan yang berinvestasi dan berekspansi di Asia Tenggara. Ia menyebut kehadiran Andersen di Indonesia turut memperkuat eksistensi perusahaan di kawasan ini, serta melanjutkan kolaborasi erat yang telah terjalin dengan Andersen di Vietnam dan Andersen di Kamboja.

Andersen Global adalah perusahaan internasional yang menaungi firma-firma anggota independen dan berbadan hukum terpisah, beranggotakan tenaga profesional di bidang pajak, hukum, dan penilaian bisnis dari seluruh dunia. Berdiri sejak 2013 atas inisiasi firma anggota asal Amerika Serikat, Andersen Tax LLC, Andersen Global kini memiliki lebih dari 50.000 profesional di seluruh dunia dengan kehadiran di lebih dari 1.000 lokasi melalui jaringan firma anggota dan firma kolaborasinya. (***)

WINS Perkuat Armada dengan Tambahan 5 Kapal Crew Transfer Vessel DP Setelah Mengakuisisi Akuisisi Fast Offshore Supply Pte Ltd

JAKARTA, 29 Juni 2026 /JavaRilis — PT Wintermar Offshore Marine Tbk (WINS) mengakuisisi Fast Offshore Supply Pte Ltd (FOS) dan merambah bisnis pembuatan dan pengoperasian Fast Aluminium Crew Transfer Vessel (CTV). Akuisisi ini mencakup kepemilikan lima unit CTV baru yang segera beroperasi pada 2027, serta kontrak pembuatan lima unit kapal tambahan yang akan rampung pada 2028.

WINS mengambil alih 52,5% saham Fast Offshore Supply Pte Ltd (FOS) yang berbasis di Singapura, serta 49% saham PT Fast Offshore Indonesia (FOI). Sebelumnya, WINS telah memiliki 51% saham FOI. Dengan transaksi ini, WINS kini resmi menguasai penuh FOS beserta anak usahanya, FOI.

FOS memiliki rekam jejak yang kuat di Brunei dan telah melayani industri lepas pantai di negara tersebut sekitar 10 tahun. Pada 2025, FOS memenangkan tender internasional untuk memasok lima unit Crew Transfer Vessel (CTV) aluminium generasi terbaru untuk salah satu perusahaan minyak terkemuka di Brunei. Kelima kapal tersebut dijadwalkan rampung pada 2027.

FOS akan memiliki dan mengoperasikan kapal-kapal tersebut melalui kontrak sewa selama lima tahun dengan opsi perpanjangan. Setelah memenangkan proyek tersebut, FOS kembali memperoleh kontrak dari klien yang sama untuk membangun dan menjual lima unit CTV tambahan yang akan diserahkan pada 2028.

CTV sepanjang 55 meter ini memenuhi standar operasional yang ketat, terutama untuk menjamin kesiapan operasional sepanjang tahun. Kapal dilengkapi motion-compensated gangway yang mendukung perpindahan personel secara aman ke fasilitas lepas pantai, sistem Dynamic Positioning (DP), tiga bow thruster, empat mesin CAT dengan total tenaga 9.000 BHP, serta empat unit waterjet Hamilton HT810 sebagai sistem penggerak. Kapal-kapal kelas premium ini memiliki fitur station keeping yang sangat penting untuk mendukung layanan transportasi awak dan kargo secara aman.

FOS merupakan spesialis pembangunan kapal aluminium yang telah merancang dan membuat berbagai kapal di galangannya di Singapura sejak 2008. Saat ini, FOS memiliki tujuh unit Fast Multi-purpose Aluminum Vessel (FMPV) yang seluruhnya dibangun di fasilitas galangan milik sendiri.

Akuisisi ini akan meningkatkan jumlah armada premium WINS dari 12 unit menjadi 22 unit, termasuk lima CTV baru yang masih dalam tahap pembuatan. Sementara itu, jumlah armada WINS yang dilengkapi sistem DP akan bertambah menjadi 25 unit.

Di tengah menguatnya harga minyak, industri Offshore Support Vessel (OSV) global terus mencatat pertumbuhan permintaan, sementara pasokan kapal baru masih terbatas. Minimnya pembangunan armada baru dalam beberapa tahun terakhir juga membuat rata-rata usia armada WINS meningkat menjadi 16 tahun.

Melalui akuisisi ini, WINS memperoleh armada DP baru yang telah didukung kontrak sewa jangka panjang. Kehadiran kapal-kapal tersebut akan menurunkan rata-rata usia armada menjadi 14 tahun, serta meningkatkan visibilitas pendapatan dan menghadirkan sumber pendapatan baru dari bisnis pembangunan kapal.

WINS mengakuisisi 52,5% saham FOS dari Seacoral Maritime Pte Ltd, perusahaan afiliasi WINS, dengan valuasi sebesar US$26 juta. WINS juga mengakuisisi 49% saham FOI dari FOS dengan valuasi sebesar US$7 juta.

Nilai transaksi tersebut mengacu pada laporan independen dan telah memperoleh pendapat kewajaran (fairness opinion) dari Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) Tri, Santi dan Rekan tertanggal 17 Juni 2026. Berdasarkan penilaian tersebut, transaksi afiliasi yang dilakukan WINS telah memenuhi ketentuan POJK No. 42/POJK.04/2020 tentang Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan Kepentingan serta tergolong wajar.

Valuasi tersebut mencerminkan rasio price-to-book sebesar 1,01 kali untuk FOS dan 0,96 kali untuk FOI. Transaksi ini diperkirakan akan meningkatkan pendapatan WINS karena perusahaan dapat mengonsolidasikan secara penuh pendapatan yang berasal dari kontrak sewa lima tahun maupun kegiatan pembangunan kapal.

WINS akan mendanai akuisisi melalui kombinasi arus kas internal dan fasilitas pinjaman senilai US$20 juta.

Setelah proses akuisisi selesai, FOI akan dikonversi menjadi perusahaan Indonesia yang sepenuhnya dimiliki penanam modal dalam negeri sesuai ketentuan cabotage nasional. FOI juga akan difokuskan untuk menyediakan dan mengoperasikan kapal aluminium berbendera Indonesia guna mengantisipasi meningkatnya permintaan di pasar domestik.

Sebagai entitas pengendali FOS dan FOI, WINS dapat mengoptimalkan seluruh manfaat ekonomi dari kontrak sewa dan pembangunan kapal tanpa adanya porsi pendapatan yang dialokasikan kepada pemegang saham minoritas. Akuisisi ini semakin memperkuat posisi WINS sebagai salah satu pemilik dan operator OSV terkemuka di Asia, serta menambah armada DP baru yang didukung kontrak jangka panjang. Selain memperluas cakupan usaha, transaksi ini juga meningkatkan visibilitas pertumbuhan pendapatan Grup WINS ke depan. (***)

Tingginya Permintaan Masyarakat Indonesia Dorong Pertumbuhan Malaysia Healthcare di Malaysia Fair 2026

JAKARTA, 26 Juni, 2026 /JavaRilis/ — Malaysia Healthcare Travel Council (MHTC) bersama Tourism Malaysia mendapat sambutan positif dari pengunjung Malaysia Fair Jakarta 2026 yang berlangsung pada 4–7 Juni 2026 di Gandaria City, Jakarta. Tingginya antusiasme tersebut mencerminkan minat masyarakat Indonesia terhadap layanan kesehatan, wellness, dan pariwisata Malaysia. Digelar bertepatan dengan “Malaysia Year of Medical Tourism 2026” (MYMT 2026) yang mengusung tema “Healing Meets Hospitality”, ajang ini mempertemukan penyedia layanan kesehatan, pelaku industri pariwisata, dan institusi pendidikan dalam satu lokasi. Pengunjung memperoleh akses langsung ke berbagai layanan kesehatan bertaraf internasional, pilihan destinasi wisata, serta peluang pendidikan di Malaysia.

Kehadiran 20 penyedia layanan kesehatan asal Malaysia, termasuk sejumlah rumah sakit unggulan pariwisata medis MHTC, yakni Island Hospital Penang, Institut Jantung Negara, Mahkota Medical Centre, dan Subang Jaya Medical Centre, menjadi salah satu daya tarik utama dari ajang ini. Sejumlah rumah sakit anggota MHTC juga berpartisipasi, antara lain Alpha IVF & Women’s Specialists, Ampang Puteri Specialist Hospital, Cengild G.I Medical Centre, Damansara Specialist Hospital, Damansara Specialist Hospital 2, GenPrime Everlink Fertility Centre, Hospital Picaso, MSU Medical Centre, Northern Heart Hospital Penang, OasisEye Specialists, Optimax Eye Specialist Centre, Penang Adventist Hospital, Puteri Specialist Hospital, Regency Specialist Hospital, Sunway Medical Centre, dan Sunway Medical Centre Penang.

Bagi pengunjung yang ingin merencanakan perjalanan wisata, tujuh agen terkemuka menawarkan berbagai paket liburan, yakni Dwidaya Tour, TX Travel, Habibi Tours, Baltic Golf & Travel Specialist, A&L Holidays, AWB Cruise, serta Golden Rama Tours & Travel. Agen perjalanan wisata ini turut didukung mitra maskapai resmi Malaysia Fair Jakarta 2026, Malaysia Airlines. Selain sektor kesehatan dan pariwisata, sejumlah institusi pendidikan tinggi ternama di Malaysia juga berpartisipasi, termasuk Taylor’s University, UCSI University, INTI International University, Todak Academy, dan MILA University. Perwakilan institusi ini memberikan layanan konsultasi langsung kepada calon mahasiswa dan orang tua mengenai peluang pendidikan di Malaysia. Melalui ajang ini, pengunjung dapat mengeksplorasi beragam pilihan layanan kesehatan spesialis, program wellness, paket wisata, promosi destinasi, hingga berdialog langsung dengan penyedia layanan kesehatan asal Malaysia.

“Malaysia Fair 2026 merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan untuk memperkuat jangkauan Malaysia Healthcare di Indonesia, terutama Jakarta yang menjadi salah satu pasar terbesar dan paling strategis bagi Malaysia. Melalui ajang ini, kami berharap masyarakat Indonesia semakin mudah mengakses informasi mengenai layanan kesehatan Malaysia yang tepercaya. Kami juga ingin memperkuat citra Malaysia sebagai destinasi kesehatan pilihan yang menawarkan kualitas tinggi, layanan yang memprioritaskan kebutuhan pasien, serta pengalaman berobat yang lancar dan nyaman,” ujar Chief Executive Officer, MHTC, Suriaghandi Suppiah.

Malaysia Fair 2026 juga resmi dibuka dengan kehadiran brand ambassador MHTC, Dato’ Sri Siti Nurhaliza. Kehadiran Siti Nurhaliza menegaskan upaya Malaysia dalam mempromosikan sektor pariwisata medis yang memadukan keunggulan layanan kesehatan, keramahtamahan, dan kedekatan budaya. Sebagai salah satu figur publik yang paling dikenal di Malaysia dengan basis penggemar besar di Indonesia, Siti Nurhaliza menekankan pentingnya hubungan antarmasyarakat dalam membangun kepercayaan terhadap layanan kesehatan Malaysia di tingkat regional. “Saya menjalani program untuk mendapatkan keturunan selama hampir 10 tahun. Karena itu, saya memahami bahwa dalam proses pengobatan, pasien tidak hanya membutuhkan perawatan berkualitas, namun juga dukungan, ketenangan, dan harapan. Sebagai warga Malaysia, saya bangga memperkenalkan keunggulan Malaysia Healthcare kepada sahabat kami di Indonesia dan kawasan yang lebih luas,” jelasnya.

Indonesia masih menjadi pasar utama bagi Malaysia Healthcare. Pada 2025, pendapatan pariwisata medis Malaysia dari pasien asal Indonesia mencapai sekitar RM2,2 miliar, meningkat 23% dari tahun sebelumnya. Adapun jumlah kedatangan wisatawan medis asal Indonesia tercatat tumbuh 16% dibandingkan 2024. Pada periode yang sama, lebih dari 970.000 wisatawan medis asal Indonesia berkunjung ke Malaysia. Angka tersebut menunjukkan tingginya tingkat kepercayaan masyarakat Indonesia terhadap sistem layanan kesehatan Malaysia. Sejumlah layanan medis yang paling banyak dicari pasien Indonesia antara lain pemeriksaan kesehatan, gastroenterologi, pengobatan kanker, endokrinologi, kardiologi, serta bedah ortopedi sehingga membuktikan kemampuan Malaysia dalam menyediakan layanan kesehatan spesialis yang komprehensif bagi pasien regional.

Acara ini juga mendapat dukungan dari sejumlah mitra strategis, yakni Econolab, JavaMifi, Sheraton Grand Jakarta Gandaria City Hotel, dan Batik Air. Keterlibatan para mitra tersebut tidak hanya memperkaya pengalaman pengunjung, melainkan juga memperkuat sinergi lintas-sektor dalam mendukung promosi Malaysia Healthcare di Indonesia. (***)

Evermos Berkolaborasi dengan International Labour Organization (ILO) Berikan Pelatihan Kewirausahaan bagi Kelompok Rentan Indonesia

BANDUNG/ 25 Juni 2026/ JavaRilis — Evermos, platform reseller berlokasi di Bandung, Jawa Barat, Indonesia yang berfokus pada pemberdayaan UMKM, melihat besarnya potensi kelompok rentan untuk dapat berdaya secara ekonomi melalui bisnis digital. Menurut Badan Pusat Statistik, tingkat partisipasi angkatan kerja penyandang disabilitas baru sekitar 20% pada awal 2025, jauh tertinggal dari kelompok non-disabilitas yang menyentuh sekitar 70%.

“Kami melihat bisnis digital bisa menjadi jembatan untuk mengurangi hambatan akses ekonomi bagi penyandang disabilitas dan pekerja migran purna. Tanpa modal besar, tanpa perlu ada lokasi fisik, bisa pakai handphone saja. Model usaha ini membuka kesempatan bagi mereka untuk membangun sumber penghasilan yang mandiri dan berkelanjutan.”
Iqbal Muslimin, Chief of Sustainability Evermos

Kolaborasi ini berjalan di bawah proyek ILO yaitu Promise II Impact yang ditujukan meningkatkan akses UMKM terhadap jasa keuangan yang dimulai sejak 2023. Hal ini sejalan dengan visi Evermos untuk mendorong pemberdayaan UMKM di seluruh Indonesia. Evermos menyediakan ekosistem bisnis digital mulai dari platform reseller, produk halal terkurasi, hingga pelatihan dan pendampingan usaha. Sementara itu, ILO membawa kerangka kerja layak (decent work) serta modul literasi keuangan yang mendukung peserta memulai bisnis digital yang sehat secara finansial.

Sejak 2023, lebih dari 230 penerima manfaat telah merasakan dampaknya di berbagai kota. Pada Maret 2026, Evermos dan ILO bersama Migrant Worker Resource Centre (MRC) memberikan pelatihan kewirausahaan digital bagi pekerja migran di Cirebon, Jawa Barat. Program serupa juga dilaksanakan di Daerah Istimewa Yogyakarta, yang melibatkan penyandang disabilitas dari berbagai kelompok seperti BPKK Kementerian Ketenagakerjaan RI, Himpunan Wanita Disabilitas Indonesia (HWDI) Sleman, dan Pusat Pemberdayaan Disabilitas Mitra Sejahtera (PPDMS) Gunungkidul.

Selama pelatihan berlangsung, peserta dipandu untuk langsung mencoba memilih produk jual melalui aplikasi Evermos, menerapkan teknik pemasaran digital dan menguatkan pola pikir berwirausaha agar penghasilan masa kerja tumbuh menjadi aset produktif jangka panjang. Peserta juga diperkenalkan dan diajak mempraktikkan langsung penggunaan WhatsApp Business sebagai salah satu alat memulai bisnis digital. Sedangkan tim ILO melengkapi materi pelatihan dengan literasi keuangan dasar agar peserta mampu mengelola usaha barunya secara sehat.

“Bagi kami, transformasi digital juga bermakna ketika menjangkau kelompok rentan, yang paling jauh dari akses informasi untuk berdaya secara ekonomi. Lewat Evermos, seorang penyandang disabilitas maupun pekerja migran yang kembali ke kampung halaman bisa memulai usaha hanya dari ponsel, tanpa modal besar — dan itulah bentuk pemberdayaan yang benar-benar inklusif.”
Arip Tirta, President Evermos

“Penutupan rangkaian kegiatan ini bukanlah akhir dari perjalanan para peserta, melainkan awal dari langkah mereka sebagai pelaku usaha digital. Pengalaman selama tiga tahun menunjukkan bahwa ketika kelompok rentan mendapatkan akses terhadap keterampilan, teknologi, dan pendampingan yang tepat, mereka mampu menciptakan peluang ekonomi bagi dirinya sendiri. Kemitraan antara ILO dan Evermos menjadi contoh bagaimana kolaborasi dapat membantu mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif dan tidak meninggalkan siapa pun”
Djauhari Sitorus, Manajer Proyek Promise II Impact

Menutup tiga tahun perjalanan proyek Promise II Impact, Evermos dan ILO berharap kontribusi ini dapat mendorong kelompok rentan ikut berperan mendorong pertumbuhan perekonomian Indonesia sebagai wirausahawan bisnis digital. Dengan terbukanya akses berbisnis secara digital, kelompok rentan dapat berdaya dan mandiri ekonomi. Lebih dari itu, kolaborasi ini diharapkan menjadi model pemberdayaan inklusif yang dapat direplikasi di lebih banyak daerah, sehingga ekonomi yang terbuka bagi semua kelompok bukan sekadar cita-cita, melainkan sesuatu yang dapat diwujudkan.

Tentang Evermos

Evermos adalah platform reseller yang mengintegrasikan jaringan distribusi, layanan commerce serta rangkaian produk halal terkurasi, dengan komunitas bisnis yang fokus melayani underserved communities. Evermos mendukung kesuksesan para reseller terlepas dari gender, latar belakang pendidikan, atau lokasi geografis dengan memberikan pelatihan bisnis dan mentoring secara berkala.

Didirikan di bulan November 2018, Evermos telah membangun jaringan connected commerce berbasis reseller terbesar di Indonesia, 1juta+ reseller di seluruh Indonesia dengan lebih dari 200.000 penjual aktif per bulan dan ratusan produk dari UMKM di Indonesia. Evermos juga telah meraih berbagai penghargaan bergengsi seperti Top CSR Award – Star 4 2026, Seal Business Sustainability Award 2025, Nikkei Asia Award 2023, UN Women 2024 Indonesian Women Empowerment Principles (WEPs), serta menjadi anggota jaringan global Endeavor Entrepreneur. Selain itu, Evermos merupakan bagian dari World Economic Forum’s Global Innovators Community.

KVB Futures Perkuat Komitmen Edukasi Finansial dan Literasi Industri Derivatif melalui Kolaborasi dengan Bloomberg Technoz

JAKARTA, 24 Juni, 2026 /JavaRilis — KVB Futures melakukan media visit ke Bloomberg Technoz sebagai bagian dari komitmen perusahaan dalam memperkuat edukasi finansial dan literasi industri derivatif di Indonesia melalui kolaborasi media yang strategis dan berkelanjutan.

Pertemuan ini membahas perkembangan terkini pasar forex, futures, dan berbagai instrumen komoditas seperti emas dan minyak, termasuk dinamika ekonomi global dan geopolitik yang terus membentuk lanskap industri keuangan Indonesia. Kedua pihak juga mendiskusikan pentingnya penyampaian informasi pasar yang lebih edukatif, relevan, dan mudah dipahami bagi investor ritel maupun institusional di tengah volatilitas pasar yang semakin kompleks.

Dalam kesempatan tersebut, KVB Futures turut memperkenalkan sejumlah inisiatif perusahaan yang dirancang untuk meningkatkan pengalaman dan engagement nasabah, termasuk Loyalty Program dengan berbagai keuntungan eksklusif bagi klien setia, serta kampanye promosi bertema Piala Dunia . Inisiatif ini diharapkan dapat menghadirkan pengalaman trading yang lebih interaktif, kompetitif, dan relevan dengan kebutuhan trader masa kini.

“Kunjungan ini merupakan bagian dari komitmen kami untuk terus mendorong edukasi finansial dan meningkatkan literasi masyarakat terhadap pasar keuangan serta industri trading derivatif di Indonesia,” ujar Tonny Fong, Presiden Direktur KVB Futures. “Kami percaya kolaborasi dengan media tepercaya seperti Bloomberg Technoz memiliki peran penting dalam menghadirkan informasi market yang lebih relevan, edukatif, dan mudah dipahami oleh masyarakat.”

Pertemuan ini juga membuka peluang kolaborasi strategis ke depan, termasuk pengembangan konten edukatif, dan berbagai format kerja sama media lainnya yang dirancang untuk mendukung kebutuhan edukasi pasar yang terus berkembang. Langkah ini menegaskan komitmen KVB Futures untuk tidak hanya hadir sebagai pelaku industri, tetapi juga sebagai mitra aktif dalam mendorong pemahaman masyarakat terhadap dinamika pasar keuangan Indonesia.

Tentang KVB Futures

PT KVB Futures adalah perusahaan broker yang diatur oleh BAPPEBTI dan beroperasi sesuai regulasi terkait di Indonesia. KVB Futures menawarkan layanan trading multi-aset, mencakup forex, emas, perak, minyak, indeks saham global, dan CFD saham AS melalui aplikasi KVB yang dirancang untuk menghadirkan pengalaman trading yang seamless, andal, dan kompetitif bagi nasabah di Indonesia.

Berbagai Perusahaan Indonesia Hadapi Lonjakan Biaya 18,9% saat Rantai Pasok Asia Pasifik Beralih Menuju AI dan Prediktabilitas

JAKARTA, 22 Juni 2026 /JavaRilis/ — Sektor ritel dan logistik Indonesia gencar melakukan restrukturisasi rantai pasok setelah sebuah laporan terbaru mengungkap lonjakan biaya pengiriman sebesar 18,9%. Menurut laporan ini, dengan rasio dua berbanding satu, konsumen kini lebih mengutamakan kepastian layanan ketimbang kecepatan. Laporan ini diluncurkan dalam ajang Last Mile Leaders Asia Summit di Bangkok. Laporan FarEye Asia Pasifik pada 2026 menilai Indonesia berperan penting dalam transformasi logistik kawasan, serta menjadi pasar terbesar yang disurvei FarEye, berkontribusi 22% dari total responden survei.

Temuan ini menandai momen penting bagi pelaku usaha yang mengelola jaringan distribusi kompleks di negara kepulauan terbesar di dunia tersebut. Untuk menghadapi tekanan margin keuntungan dan lonjakan biaya transportasi, berbagai perusahaan di Asia Pasifik mulai mengubah strategi operasional secara cepat. Laporan tersebut menunjukkan, 48% perusahaan yang disurvei FarEye berencana menekan biaya dengan meningkatkan penggunaan penyedia jasa pengiriman pihak ketiga. Selain itu, proses logistik konvensional semakin digantikan oleh jaringan yang terotomatisasi. Sebanyak 98,3% responden kini memiliki keyakinan penuh pada metode pengambilan keputusan berbasis AI dalam penentuan rute dan pengelolaan armada logistik.

“Kualitas data merupakan fondasi utama sebelum sebuah perusahaan mengadopsi teknologi AI. Lebih lagi, AI tidak akan memberikan manfaat optimal jika data yang digunakan belum bersih dan tertata dengan baik. Untuk itu, kepatuhan operasional harus menjadi prioritas, sebuah tahapan yang hingga kini masih menjadi fokus bagi banyak perusahaan,” ujar Abdul Aziz, General Manager Supply Chain Strategy & Excellence, Matahari (Hypermart), dalam salah satu sesi diskusi panel dalam ajang tersebut.

Sebagai negara dengan jumlah responden terbanyak dalam survei tersebut, sejumlah perusahaan besar di Indonesia turut berpartisipasi, termasuk Matahari (Hypermart), PT Charoen Pokphand Indonesia, dan Enesis, serta turut memimpin diskusi mengenai ketahanan rantai pasok. Dalam kesempatan yang sama, pihak penyelenggara juga menggelar “EDGE Impact Awards” untuk memberikan penghargaan kepada pelaku industri yang berhasil mendorong keunggulan operasional di kawasan. Sejumlah pemenang penghargaan tersebut antara lain FAST Logistics dan Hawk Logistics sebagai “Emerging Disruptor of the Year”; Pos Malaysia dan Universal Robina Corporation sebagai “Logistics Transformation Pioneer”; AC Logistics sebagai “Cost Optimisation Champion”; JB Hi-Fi Group sebagai “AI-Powered Delivery Transformation Leader of the Year”; serta Abenson dan QuadX yang meraih penghargaan “Last Mile Network Excellence”.

“Fokus berikutnya bukan lagi kecepatan, melainkan keandalan, kecerdasan, dan kejelasan biaya. Pelaku usaha yang lebih dulu mampu menyatukan ketiga aspek tersebut akan menjadi penentu arah industri,” kata Pendiri dan CEO FarEye, Kushal Nahata.

Informasi lebih lanjut mengenai Last Mile Leaders tersedia di (https://lastmileleaders.com/), sedangkan informasi tentang FarEye dapat diakses melalui (https://fareye.com/). (***)

Askrindo Pilih FSS Smart Recon untuk Tingkatkan Efisiensi Rekonsiliasi Transaksi

JAKARTA, 22 Juni 2026/ JavaRilis — PT Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo) memilih FSS Smart Recon untuk memperkuat dan memodernisasi proses rekonsiliasi transaksi di tengah pertumbuhan bisnis yang terus meningkat.

Sebagai anggota Indonesia Financial Group (IFG), Askrindo menyediakan berbagai layanan asuransi, khususnya bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Seiring meningkatnya volume transaksi, perusahaan membutuhkan sistem yang mampu menyederhanakan proses rekonsiliasi yang sebelumnya masih mengandalkan spreadsheet dan proses manual.

Dengan FSS Smart Recon, Askrindo akan mengotomatisasi berbagai tahapan rekonsiliasi, mulai dari pengumpulan dan pengolahan data hingga pencocokan transaksi, penanganan pengecualian, serta proses penyelesaian transaksi. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan akurasi, mempercepat proses kerja, dan mengurangi risiko operasional.

Kepala Divisi TI Askrindo Rachmad Hidayat mengatakan Askrindo mencari solusi yang tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan saat ini, melainkan juga cukup fleksibel untuk mendukung pengembangan bisnis di masa depan.

“Kami terkesan dengan pengalaman dan kapabilitas FSS dalam menghadirkan solusi rekonsiliasi bagi berbagai perusahaan, termasuk dukungan lokal FSS yang kuat di Indonesia. Implementasi FSS Smart Recon akan membantu kami membangun operasional back-office yang lebih lincah, meningkatkan efisiensi proses rekonsiliasi, serta meminimalkan kesalahan dan risiko operasional,” ujarnya.

Chief Operating Officer FSS PayTech Krishnan Srinivasan mengatakan Askrindo menjadi salah satu organisasi terbaru di kawasan Asia Pasifik yang mengadopsi solusi rekonsiliasi FSS.

Menurut dia, banyak organisasi kesulitan mengelola proses rekonsiliasi yang semakin kompleks. Untuk menjawab kebutuhan tersebut, FSS menghadirkan platform rekonsiliasi berbasis web yang meningkatkan efisiensi operasional, memperkuat kepatuhan regulasi, dan mengurangi risiko bisnis.

Dalam implementasinya di Indonesia, FSS menggandeng Berca sebagai mitra lokal. Kolaborasi ini membantu Askrindo memperoleh dukungan teknis yang lebih cepat dan responsif, serta menyederhanakan pengelolaan layanan teknologi sehari-hari.

FSS Smart Recon mendukung berbagai kebutuhan rekonsiliasi, termasuk rekonsiliasi premi, klaim, antarsistem, antarperusahaan, hingga Bordeaux reconciliation. Platform ini dirancang agar dapat terintegrasi dengan berbagai sumber data, sehingga mempercepat implementasi, mengurangi pekerjaan manual, dan membantu karyawan berfokus pada aktivitas yang memberikan nilai tambah lebih besar bagi bisnis. (***)

BTX Luncurkan “Intelligent Data Matrix”, Dorong Perkembangan RWA Lewat Sinergi Indonesia-Korea

SEOUL, Korea Selatan, dan JAKARTA/ 22 Juni 2026/ JavaRilis — BTX (BigTech Exchange Token) meluncurkan Intelligent Data Matrix, sebuah platform yang memadukan teknologi kecerdasan buatan (AI), blockchain, dan Web3 untuk mendorong perkembangan ekosistem Real-World Assets (RWA) atau aset dunia nyata yang ditokenisasi. Melalui platform ini, BTX memperluas fungsi aset digital dari sekadar instrumen perdagangan menjadi infrastruktur yang menghubungkan aset fisik dengan ekonomi digital berbasis data.

Pengembangan BTX mengandalkan kolaborasi antara Indonesia dan Korea Selatan. Proyek ini memanfaatkan dukungan infrastruktur hukum dan operasional PT DAO MIMI INDONESIA, serta  kemampuan pengembangan teknologi blockchain dari Korea Selatan.

Menurut BTX, sinergi tersebut menopang pengembangan ekosistem yang tidak hanya mengedepankan inovasi teknologi, namun juga memperhatikan aspek kepatuhan regulasi dan kesiapan implementasi di dunia nyata.

Intelligent Data Matrix menjadi fondasi utama platform BTX. Sistem ini menghubungkan aset fisik dengan jaringan blockchain melalui berbagai sumber data dunia nyata, mulai dari data lingkungan hingga informasi operasional dan kinerja aset.

BTX lalu mengubah data tersebut menjadi aset digital yang dapat diverifikasi dan ditelusuri di blockchain. Dengan dukungan AI, platform ini mampu mengolah data dalam jumlah besar untuk menghasilkan analisis yang dapat diterapkan untuk pengelolaan dan optimalisasi aset.

BTX menilai pendekatan tersebut dapat meningkatkan transparansi sekaligus membuka peluang penciptaan nilai ekonomi baru dari aset-aset yang sebelumnya sulit diintegrasikan ke dalam ekosistem digital.

Untuk memperluas partisipasi pengguna, BTX menerapkan kebijakan biaya transfer token sebesar 0%. Langkah ini kelak mempermudah transaksi di dalam ekosistem, serta mendorong perputaran nilai yang lebih efisien bagi pengguna individu maupun institusi.

Dari sisi tata kelola, BTX mengadopsi model Decentralized Autonomous Organization (DAO) yang memfasilitasi pengambilan keputusan berbasis data. Lewat pendekatan tersebut, para pemangku kepentingan dapat berpartisipasi mengembangkan ekosistem secara lebih transparan dan terdesentralisasi.

Perwakilan BTX mengatakan pihaknya ingin membangun fondasi baru bagi pengembangan keuangan digital berbasis RWA.

“BTX bukan sekadar token, melainkan juga infrastruktur cerdas yang  mendukung masa depan keuangan digital. Dengan memadukan keunggulan teknologi Korea Selatan dan dukungan ekosistem di Indonesia, kami ingin menghadirkan cara yang lebih transparan, efisien, dan mudah diakses untuk menghubungkan RWA dengan blockchain,” ujarnya.

Sejalan dengan pengembangan ekosistem tersebut, BTX juga berencana memperluas akses pasar melalui sejumlah platform perdagangan aset digital global, termasuk XT Exchange. (***)

 

Nucleus Software Gandeng Azentra Solusi Digital, Percepat Transformasi Digital Perbankan di Indonesia

JAKARTA, 18 Juni 2026/ JavaRilis — Nucleus Software semakin gencar berekspansi di Indonesia dengan menjalin kemitraan strategis bersama Azentra Solusi Digital guna mempercepat transformasi digital sektor perbankan dan jasa keuangan nasional.

Melalui kerja sama tersebut, Nucleus Software akan memadukan solusi teknologi pembiayaan dan perbankan transaksinya dengan keahlian Azentra dalam implementasi serta pemahaman terhadap kebutuhan pasar Indonesia. Kolaborasi ini membuktikan komitmen Nucleus Software di Indonesia, pasar yang telah dilayaninya selama hampir 20 tahun.

Nucleus Software menilai Indonesia sebagai salah satu pasar perbankan dengan pertumbuhan tercepat di Asia Tenggara. Pesatnya adopsi layanan digital, perubahan perilaku nasabah, serta tuntutan modernisasi sistem perbankan mendorong lonjakan kebutuhan akan platform yang lebih fleksibel, terintegrasi, dan mudah dikembangkan.

Dalam kemitraan ini, kedua perusahaan akan membantu bank dan lembaga keuangan memperbarui sistem pembiayaan, meningkatkan kapabilitas perbankan transaksi, mempercepat digitalisasi layanan, serta meningkatkan efisiensi operasional.

Kerja sama tersebut juga mencakup pengembangan solusi untuk modernisasi proses pembiayaan end-to-end, penguatan layanan manajemen kas dan perbankan transaksi, peningkatan pengalaman nasabah, serta pembangunan fondasi teknologi yang lebih siap mendukung kebutuhan bisnis di masa depan.

Selain menghadirkan solusi teknologi, Nucleus Software dan Azentra berencana menggelar berbagai kegiatan bersama, mulai dari forum industri, lokakarya pelanggan, hingga program peningkatan kompetensi guna mendukung transformasi sektor perbankan Indonesia.

Menurut Chief Business Officer Nucleus Software, Dr. Apurva Chamaria, Indonesia merupakan salah satu pasar strategis Nucleus Software di kawasan Asia Tenggara.

“Modernisasi layanan pembiayaan dan perbankan transaksi tidak lagi hanya bergantung pada teknologi, namun juga kemampuan menghadirkan solusi yang sesuai dengan kebutuhan lokal. Kemitraan dengan Azentra memperkuat komitmen jangka panjang kami untuk membantu lembaga keuangan di Indonesia membangun operasional yang lebih gesit, berfokus pada nasabah, dan siap menghadapi tantangan masa depan,” ujarnya.

Sementara itu, Sales Director Azentra Solusi Digital, Remon Pelenkahu, menilai kolaborasi tersebut akan memperluas akses teknologi perbankan berstandar global bagi industri keuangan Indonesia .

Menurutnya, kombinasi antara pengalaman Nucleus Software di bidang pembiayaan dan perbankan transaksi dengan kemampuan implementasi Azentra di pasar lokal akan membantu bank mempercepat transformasi digital, meningkatkan kualitas layanan kepada nasabah, dan menciptakan nilai bisnis yang berkelanjutan.

Selama hampir dua dekade beroperasi di Indonesia, Nucleus Software telah mendukung berbagai institusi keuangan melalui platform andalannya, FinnOne Neo dan FinnAxia. Kedua solusi tersebut membantu perbankan memodernisasi proses pembiayaan, meningkatkan interaksi dengan nasabah, serta mendorong efisiensi operasional.

Kemitraan dengan Azentra menjadi bagian dari strategi Nucleus Software untuk memperkuat ekosistem mitra lokal dan memperluas kemampuan implementasi di Indonesia. Perusahaan berharap kolaborasi ini dapat membantu perbankan nasional membangun fondasi digital yang lebih kuat guna mendukung pertumbuhan dan inovasi jangka panjang. (***)

 

 

Volume Paket J&T Express Melonjak 83,5% saat Festival Belanja “Double 6” di Asia Tenggara

HONG KONG, 16 Juni 2026 /JavaRilis/ — J&T Express mencatat lonjakan volume pengiriman selama festival belanja pertengahan tahun “Double 6” yang digelar berbagai platform e-commerce di Asia Tenggara. Pertumbuhan tersebut mencerminkan tingginya aktivitas belanja online di kawasan ini.

Selama program tersebut berlangsung, volume paket J&T Express di Asia Tenggara mencapai 213 juta paket, naik 83,5% dari periode yang sama pada tahun lalu. Pencapaian ini menjadi rekor tertinggi baru bagi J&T Express di sejumlah pasar utama, termasuk Indonesia, Thailand, Malaysia, Vietnam, dan Filipina.

Rata-rata volume pengiriman harian selama festival belanja Double 6 mencapai 35,51 juta paket. Pada puncak aktivitas pengiriman yang terjadi pada 2 Juni, jumlah paket yang diproses J&T Express dalam sehari bahkan menembus 37 juta paket.

Indonesia dan Thailand menjadi dua pasar dengan pertumbuhan paling menonjol. Volume paket di Indonesia melonjak 112% secara tahunan, sementara Thailand mencatat kenaikan 89%.

Untuk mengantisipasi lonjakan pesanan, J&T Express mengoptimalkan jaringan transportasi antarkota dan layanan pengiriman last-mile di seluruh Asia Tenggara. Dukungan jaringan tersebut turut menjaga kelancaran distribusi dan mempertahankan efisiensi operasional selama volume pengiriman barang mencapai puncaknya.

J&T Express juga melakukan berbagai persiapan sejak jauh hari, mulai dari peningkatan kapasitas operasional hingga penguatan infrastruktur logistik. Di sejumlah negara, J&T Express memperluas dan meningkatkan fasilitas sortir utama, serta mempercepat penerapan otomatisasi guna memperkuat kapasitas pemrosesan paket.

Selain itu, J&T Express menambah penggunaan peralatan sortir otomatis dan berbagai perangkat pendukung di pusat sortir maupun jaringan last-mile. Langkah tersebut ikut meningkatkan kecepatan dan efisiensi pengolahan paket di tengah lonjakan permintaan.

Di Thailand, J&T Express menambah armada transportasi line-haul dan kendaraan distribusi untuk mendukung kelancaran pengiriman. Di sisi lain, jaringan operasional di Filipina diperkuat melalui penambahan sekitar 30% tenaga kerja.

Di Vietnam, J&T Express membentuk sistem dukungan tiga tingkat yang mencakup operasional, pengaturan distribusi, serta koordinasi lintasfungsi. Sistem ini menambah kapasitas pemrosesan hingga sekitar 120.000 paket per hari selama musim puncak.

Dari sisi teknologi, J&T Express Indonesia memanfaatkan sistem digital berbasis kecerdasan buatan (AI) untuk memantau pergerakan paket secara real-time. Teknologi tersebut membantu J&T Express mengelola arus pengiriman dalam skala besar sekaligus meningkatkan koordinasi operasional di lapangan selama periode promosi berlangsung. (***)