SEOUL, Korea Selatan, dan JAKARTA/ 22 Juni 2026/ JavaRilis — BTX (BigTech Exchange Token) meluncurkan Intelligent Data Matrix, sebuah platform yang memadukan teknologi kecerdasan buatan (AI), blockchain, dan Web3 untuk mendorong perkembangan ekosistem Real-World Assets (RWA) atau aset dunia nyata yang ditokenisasi. Melalui platform ini, BTX memperluas fungsi aset digital dari sekadar instrumen perdagangan menjadi infrastruktur yang menghubungkan aset fisik dengan ekonomi digital berbasis data.

Pengembangan BTX mengandalkan kolaborasi antara Indonesia dan Korea Selatan. Proyek ini memanfaatkan dukungan infrastruktur hukum dan operasional PT DAO MIMI INDONESIA, serta  kemampuan pengembangan teknologi blockchain dari Korea Selatan.

Menurut BTX, sinergi tersebut menopang pengembangan ekosistem yang tidak hanya mengedepankan inovasi teknologi, namun juga memperhatikan aspek kepatuhan regulasi dan kesiapan implementasi di dunia nyata.

Intelligent Data Matrix menjadi fondasi utama platform BTX. Sistem ini menghubungkan aset fisik dengan jaringan blockchain melalui berbagai sumber data dunia nyata, mulai dari data lingkungan hingga informasi operasional dan kinerja aset.

BTX lalu mengubah data tersebut menjadi aset digital yang dapat diverifikasi dan ditelusuri di blockchain. Dengan dukungan AI, platform ini mampu mengolah data dalam jumlah besar untuk menghasilkan analisis yang dapat diterapkan untuk pengelolaan dan optimalisasi aset.

BTX menilai pendekatan tersebut dapat meningkatkan transparansi sekaligus membuka peluang penciptaan nilai ekonomi baru dari aset-aset yang sebelumnya sulit diintegrasikan ke dalam ekosistem digital.

Untuk memperluas partisipasi pengguna, BTX menerapkan kebijakan biaya transfer token sebesar 0%. Langkah ini kelak mempermudah transaksi di dalam ekosistem, serta mendorong perputaran nilai yang lebih efisien bagi pengguna individu maupun institusi.

Dari sisi tata kelola, BTX mengadopsi model Decentralized Autonomous Organization (DAO) yang memfasilitasi pengambilan keputusan berbasis data. Lewat pendekatan tersebut, para pemangku kepentingan dapat berpartisipasi mengembangkan ekosistem secara lebih transparan dan terdesentralisasi.

Perwakilan BTX mengatakan pihaknya ingin membangun fondasi baru bagi pengembangan keuangan digital berbasis RWA.

“BTX bukan sekadar token, melainkan juga infrastruktur cerdas yang  mendukung masa depan keuangan digital. Dengan memadukan keunggulan teknologi Korea Selatan dan dukungan ekosistem di Indonesia, kami ingin menghadirkan cara yang lebih transparan, efisien, dan mudah diakses untuk menghubungkan RWA dengan blockchain,” ujarnya.

Sejalan dengan pengembangan ekosistem tersebut, BTX juga berencana memperluas akses pasar melalui sejumlah platform perdagangan aset digital global, termasuk XT Exchange. (***)