Olympindonesia.com Menerbitkan Panduan Konsumen Olymp Trade 2026 untuk Indonesia

Tinjau Pasar menerbitkan panduan konsumen Olymp Trade 2026 untuk Indonesia: cara kerja platform dan aplikasi, status OJK, dan edukasi risiko.

INDONESIA, 21 September 2026 /JavaRilis — Olympindonesia.com, sebuah proyek editorial independen bernama Tinjau Pasar, telah menerbitkan panduan konsumen 2026 yang diperbarui tentang platform internasional Olymp Trade untuk pembaca di Indonesia. Panduan ini menilai platform sebagai sebuah produk, bukan mempromosikannya, dan mengambil setiap klaim dari halaman resmi operator serta sumber publik, bukan dari materi pemasaran.

Panduan diawali dengan pertanyaan yang benar-benar dicari pembaca Indonesia: apakah aman, apakah penipuan, dan bagaimana status regulasinya. Bahasan tentang status dan keamanan platform di Indonesia menegaskan bahwa platform tidak terdaftar di OJK dan bukan pialang berjangka berlisensi Bappebti, sehingga tidak ada perlindungan investor lokal dan sengketa diselesaikan di luar hukum Indonesia.

Sebagian besar materi bersifat praktis. Panduan tentang cara masuk akun dan aplikasi langkah demi langkah menjelaskan proses masuk di web, Android dan iOS, mengapa berkas pemasangan hanya boleh diambil dari situs resmi operator, dan mengapa verifikasi identitas sebaiknya diselesaikan lebih awal. Nilai yang berubah-ubah disajikan sebagai kisaran untuk dikonfirmasi di halaman resmi, bukan sebagai angka tetap.

Sesuai metodenya, Tinjau Pasar mengikuti aturan kejujuran: tidak membuka akun, tidak membuat klaim kinerja, dan tidak mencetak angka rekaan. Ketika dua sumber bertentangan, ketentuan resmi operator dianggap otoritatif, dan halaman risiko menyatakan dengan jelas bahwa produk jangka pendek berisiko tinggi dan modal bisa hilang seluruhnya.

Bagian lain membahas uang dan cara pergerakannya. Panduan menyebut transfer bank, kartu, dompet elektronik dan kripto sebagai kategori yang ditemui pengguna Indonesia pada platform lepas pantai, dan menegaskan bahwa metode yang tersedia untuk akun Anda tampil di kasir, bukan dijanjikan di muka. Ditegaskan pula bahwa penarikan umumnya kembali melalui jalur yang sama dengan setoran, bahwa verifikasi identitas diminta pada suatu titik, dan bahwa sebagian besar keluhan penarikan berpangkal pada verifikasi yang belum tuntas, ketidakcocokan metode, atau bonus yang diterima tanpa membaca syaratnya, bukan pada penolakan membayar.

Panduan juga menyusun kesimpulannya menurut tipe pembaca, bukan satu skor tunggal. Ia menyebut siapa yang cocok dan siapa yang sebaiknya tidak memulai sama sekali: siapa pun yang memakai uang pinjaman, dana untuk kebutuhan dekat, atau tabungan yang tidak sanggup hilang seluruhnya. Pertanyaan hukum agama tidak difatwakan, melainkan disajikan argumennya untuk dibawa kepada ulama yang dipercaya, dan halaman risiko menegaskan bahwa akun demo gratis adalah langkah pertama yang masuk akal sebelum setoran nyata apa pun.

Panduan tersedia gratis, dengan versi PDF, Word, PowerPoint dan Excel di situs. Tinjau Pasar adalah proyek editorial independen, bukan Olymp Trade dan tidak berafiliasi dengan operatornya; tidak ada isi yang merupakan nasihat hukum, pajak, atau investasi.

IEE Series 2026 Dorong Transformasi Industri Melalui Praktik Berkelanjutan

Jakarta, 18 September 2026/ JavaRilis — Indonesia Energy & Engineering (IEE) Series 2026 mendorong penerapan prinsip keberlanjutan dalam penyelenggaraan pameran industri sebagai bagian dari upaya mendukung transformasi sektor industri nasional.

Marketing Communications Manager IEE Series Ingrid Muljo mengatakan tema Sustainability for Industrial Transformation diterjemahkan melalui sejumlah langkah konkret, mulai dari pengurangan limbah, efisiensi energi hingga penghitungan jejak karbon selama penyelenggaraan pameran.

“Kita paham bahwa penerapan tema “Sustainability for Industrial Transformation“ ini bukan hal yang gampang. Kami paham bahwa transformasi sebuah industri tidak bisa berjalan dalam dalam waktu singkat. Karena itu, tema ini terus kita bawa dan aplikasikan lewat berbagai program turunan,” kata Ingrid.

Salah satu upaya yang dilakukan penyelenggara PT Pamerindo Indonesia adalah mengurangi penggunaan material sekali pakai, termasuk karpet di area pameran. Melalui program Better Stands, peserta pameran juga didorong beralih dari konstruksi stan sekali pakai ke sistem yang dapat digunakan berulang kali.
Bekerja sama dengan waste management partner, dan memastikan limbah yang terbuang ke landfill sangat minim.

Dari sisi mobilitas, penyelenggara menyediakan kendaraan listrik sebagai armada shuttle bus bagi pengunjung dan peserta. Efisiensi energi juga dilakukan melalui penggunaan lampu LED untuk seluruh area pameran.

Menurut Ingrid, berbagai program tersebut mengacu pada Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs) Perserikatan Bangsa-Bangsa yang telah diintegrasikan dalam rencana kerja sustainability untuk seluruh pameran.

“UN SDGs menjadi standarisasi global yang sudah dikenal luas. Dalam penyelenggaraan IEE Series, kami menjadikan 17 SDGs sebagai kerangka kerja terintegrasi untuk memaksimalkan dampak positif dan meminimalkan dampak negatif. Komitmen ini diwujudkan melalui berbagai inisiatif nyata, dari pengelolaan lingkungan dan operasional yang berkelanjutan, kolaborasi strategis dengan pemangku kepentingan, hingga program sosial seperti IEE Run for Charity. Setiap program dirancang untuk berkontribusi pada tujuan keberlanjutan yang lebih besar,” ujarnya.

Aspek keberlanjutan IEE Series juga mencakup dimensi sosial, antara lain dengan melibatkan penyandang disabilitas sebagai tenaga operasional selama pameran serta membuka ruang bagi mahasiswa dan generasi muda untuk mengenal perkembangan teknologi dan industri melalui seminar dan kegiatan edukasi.

Penyelenggara turut menjalankan kegiatan sosial melalui IEE Run for Charity serta memanfaatkan kanal digital, media sosial, dan kolaborasi dengan key opinion leader (KOL) untuk memperluas edukasi mengenai praktik dan gaya hidup berkelanjutan.

Ingrid mengatakan salah satu tantangan dalam menerapkan konsep tersebut adalah membangun pemahaman yang sama di antara seluruh ekosistem pameran, khususnya peserta dan pengunjung, mengenai pentingnya mengurangi dampak lingkungan tanpa mengurangi kualitas penyelenggaraan.

“Tantangannya adalah bagaimana mengedukasi ekosistem pameran. Kita ingin menampilkan pameran yang bagus, tetapi tetap seimbang dan tidak menambah limbah. Menyeimbangkan antara estetika pameran dan prinsip keberlanjutan adalah proses edukasi yang terus kami jalankan,” kata Ingrid.

Melalui berbagai inisiatif tersebut, IEE Series 2026 diarahkan tidak hanya menjadi ruang pertemuan pelaku industri dan bisnis, tetapi juga mendorong praktik penyelenggaraan kegiatan yang lebih efisien, inklusif dan berkelanjutan.

Kebutuhan tersebut juga semakin kuat ketika kolaborasi lintas sektor semakin terwujud dalam pameran ini. “Kami sebagai penyelenggara platform dengan berbagai sektor di dalamnya ingin mendorong pemahaman bahwa sustainability bukan hanya mengenai teknologi yang lebih ramah lingkungan, tetapi juga bagaimana industri dapat meningkatkan efisiensi, produktivitas, keselamatan, dan ketahanan, sekaligus menciptakan nilai jangka panjang,” ujar Hanung Hanindito, Deputy Event Director PT Pamerindo Indonesia.

Perspektif ini berusaha dicerminkan IEE Series – Engineering Week 2026, yang berlangsung pada 9–12 September 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta. Rangkaian ini mempertemukan berbagai sektor industri melalui Construction Indonesia, Concrete Show Southeast Asia – Indonesia, Mining Indonesia, Oil & Gas Indonesia, Water Indonesia, ADEXCO, serta GIFA & METEC Indonesia. Tahun ini, Engineering Week diikuti oleh 1.694 perusahaan peserta dari 34 negara dengan luas area pameran lebih dari 88.000 meter persegi, mempertemukan pelaku industri, penyedia teknologi, pemerintah, asosiasi, dan berbagai pemangku kepentingan untuk bertukar pengetahuan, membangun koneksi, serta membuka peluang bisnis dan kolaborasi.

Telkomsat Kembangkan Earth Intelligence untuk Pantau Karhutla dan Pascabencana

Jakarta, 17 September 2026/ JavaRilis — PT Telkom Satelit Indonesia (Telkomsat) mengembangkan pemanfaatan teknologi Earth Intelligence melalui platform GeoTSat untuk mengolah data pengamatan bumi menjadi informasi yang mendukung pemantauan wilayah, termasuk kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta asesmen pascabencana.

Perkembangan teknologi satelit memungkinkan kondisi permukaan bumi dipantau secara lebih cepat dan detail. Namun, nilai data tersebut tidak hanya terletak pada citra yang dihasilkan, tetapi juga pada kemampuan mengolahnya menjadi informasi yang dapat digunakan untuk memahami kondisi dan perubahan suatu wilayah.

Melalui GeoTSat, Telkomsat mengembangkan kapabilitas Earth Intelligence yang memungkinkan pengguna memperoleh informasi mengenai lokasi perubahan, luas wilayah terdampak, kondisi terkini suatu area, hingga perkembangan perubahan dari waktu ke waktu.

Salah satu penerapannya dilakukan melalui Karhutla GeoTSat, yang menampilkan persebaran titik panas di berbagai wilayah Indonesia melalui dashboard berbasis data satelit.

Karhutla GeoTSat memanfaatkan data dari NASA Fire Information for Resource Management System (FIRMS) untuk menampilkan informasi hotspot dan aktivitas termal. Data tersebut kemudian disajikan dalam bentuk visualisasi geospasial untuk membantu pengguna mengidentifikasi wilayah yang membutuhkan perhatian lebih lanjut.

Platform tersebut juga dilengkapi Fire AI Assistant berbasis generative AI yang membantu pengguna berinteraksi dan memahami informasi yang tersedia pada dashboard.

Informasi hotspot menjadi langkah awal untuk mengidentifikasi area yang perlu dipantau lebih lanjut. Ketika diperlukan gambaran yang lebih detail, pemantauan dapat dilanjutkan menggunakan citra satelit beresolusi tinggi.

Untuk kebutuhan tersebut, Telkomsat berkolaborasi dengan STAR.VISION dalam pemanfaatan citra satelit beresolusi hingga 50 sentimeter. Pengambilan citra dapat diarahkan pada lokasi tertentu sehingga kondisi wilayah yang ingin dipantau dapat terlihat secara lebih detail.

Salah satu penerapannya dilakukan di kawasan Bromo, Jawa Timur, untuk melihat kondisi wilayah pascakebakaran.

Berdasarkan citra satelit beresolusi tinggi yang dianalisis, diperoleh estimasi wilayah yang terindikasi terdampak kebakaran sekitar 1.325 hektare pada area sampel yang dianalisis.

Pendekatan tersebut menunjukkan proses pemanfaatan Earth Intelligence mulai dari pemantauan indikasi hotspot secara luas, pengamatan area tertentu menggunakan citra resolusi tinggi, hingga analisis geospasial untuk menghasilkan informasi mengenai lokasi, persebaran, dan estimasi luas wilayah terdampak.

Direktur Pengembangan Telkomsat Anggoro K. Widiawan mengatakan pemanfaatan data satelit saat ini berkembang dari sekadar menghadirkan gambar menjadi informasi yang memiliki nilai lebih bagi pengguna.

“Melalui GeoTSat, kami ingin membawa pemanfaatan data satelit lebih jauh dari sekadar melihat gambar permukaan bumi. Earth Intelligence memungkinkan data tersebut diolah menjadi informasi yang lebih mudah dipahami, mulai dari melihat indikasi suatu kejadian, mengetahui area yang terdampak, hingga memantau perubahan kondisi wilayah dari waktu ke waktu,” ujar Anggoro.

Menurut dia, kolaborasi dengan berbagai mitra teknologi menjadi bagian dari upaya Telkomsat untuk terus memperkuat kapabilitas tersebut sehingga dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

Selain untuk pemantauan karhutla dan kebencanaan, pemanfaatan Earth Intelligence dapat dikembangkan untuk berbagai sektor, antara lain pertanian, lingkungan dan kehutanan, pertambangan, infrastruktur, hingga aktivitas maritim.

Pada sektor pertanian, data satelit dapat digunakan untuk melihat kondisi lahan dan tanaman. Di sektor lingkungan dan kehutanan, teknologi tersebut dapat membantu memantau perubahan tutupan lahan.

Sementara itu, pada sektor pertambangan dan infrastruktur, Earth Intelligence dapat dimanfaatkan untuk memantau perubahan kondisi suatu wilayah dari waktu ke waktu. Pada sektor maritim, teknologi serupa dapat dikembangkan untuk mendukung pemantauan aktivitas di wilayah perairan.

Melalui GeoTSat, Telkomsat memadukan data satelit, citra resolusi tinggi, analisis geospasial, dan kecerdasan buatan untuk mengubah data pengamatan bumi menjadi informasi yang lebih mudah dipahami dan dapat mendukung proses analisis serta pengambilan keputusan.

Four Seasons Resort Bali at Jimbaran Bay Hadirkan “Quiet Cinema” di Tepi Pantai

Bali, 16 September 2026/ JavaRilis — Menikmati film di bawah langit terbuka kini hadir dengan suasana yang lebih tenteram di Jimbaran Bay. Mulai 13 September 2026, Coconut Grove, area tepi pantai yang privat di Four Seasons Resort Bali at Jimbaran Bay, akan disulap menjadi Jimbaran Cinema setiap Minggu dan Senin malam.

Tamu resor maupun pengunjung dapat menikmati malam santai di bawah bintang, lengkap dengan minuman sambil menikmati matahari terbenam, hidangan tepi pantai, serta film-film klasik dalam konsep menonton yang berbeda.

Film Favorit di Bawah Bintang

Tak ada suara speaker yang mengalahkan deburan ombak. Audio film justru langsung dialirkan ke ponsel masing-masing tamu melalui CineWav dan dapat didengarkan menggunakan earphone pribadi. Konsep ini membuat pengalaman menonton terasa lebih intim, seolah setiap orang memiliki bioskop pribadinya sendiri di bawah langit malam.

Minggu malam ditujukan bagi keluarga dan teman-teman, dengan film-film ringan seperti Mamma Mia! dan The Greatest Showman. Sementara itu, Senin malam hadir dengan nuansa lebih romantis melalui film seperti The Notebook, cocok untuk dinikmati bersama pasangan.

Sunset, Film, dan Kudapan

Pengalaman dimulai pukul 18.00 melalui sesi Sunset Lounge. Pengunjung bebas memilih tempat duduk, mulai dari bean bag, sun bed, hingga armchair sofa. Setelah itu, mereka dapat menikmati minuman sambutan sambil menyaksikan matahari terbenam di atas Jimbaran Bay.

Pukul 19.30, film mulai diputar. Layanan langsung di tempat duduk tetap tersedia selama pemutaran berlangsung. Tiket sudah mencakup minuman sambutan, minuman ringan dan jus sepuasnya, serta isi ulang popcorn di stan yang tersedia.

Pilihan makanan pun dibuat untuk melengkapi suasana santai tersebut. Menu à la carte menyajikan berbagai kudapan, termasuk lobster roll, nachos kepiting kelapa, ayam goreng ala Korea, serta kentang goreng dengan parmesan dan truffle. Ada pula toko permen dan gerobak es krim yang menghadirkan nuansa nostalgia.

Bagi yang ingin menjadikan malam tersebut lebih istimewa, tersedia Movie Picnic dengan pilihan seperti kaviar, lobster roll, kentang goreng truffle, dan popcorn. Paket ini juga dapat dilengkapi dengan sebotol Dom Pérignon atau Billecart-Salmon Rosé.

Saatnya Menikmati Waktu Bersama

Jimbaran Cinema berlangsung mulai 13 September hingga 9 November 2026 dan terbuka bagi tamu resor maupun pengunjung umum, termasuk keluarga dengan anak berusia di atas lima tahun.

Konsep ini cocok untuk berbagai kesempatan, mulai dari kencan romantis dan perayaan momen spesial hingga sekadar menghabiskan waktu bersama di tepi laut. Matahari terbenam menjadi pembuka suasana, film menjadi hiburan utama, sementara suara ombak mengiringi malam dengan nuansa yang tenang.

 

BrilliA Incorporated Resmi Hadirkan Jockey® di Indonesia,

SINGAPURA, 15 September 2026/ JavaRilis — BrilliA Incorporated (NYSE American: BRIA) (“BrilliA” atau “Perusahaan”) resmi menghadirkan produk bermerek Jockey® di Indonesia melalui perusahaan operasionalnya, PT. Mirae Asia Pasifik. Peluncuran ini menandai dimulainya Perjanjian Lisensi Merek Dagang eksklusif selama lima tahun dengan Jockey International, Inc. (“Jockey”) yang diumumkan pada Juni 2026, sekaligus membawa Jockey ke pasar konsumen Indonesia.

Kini, konsumen Indonesia dapat membeli produk Jockey melalui situs resmi jockey.id, toko resmi di Tokopedia dan Shopee, serta jaringan ritel dan grosir PT Mirae Asia Pasifik. Untuk memperkenalkan merek dan produknya lebih luas, Perusahaan juga mengandalkan akun Instagram resmi Jockey Indonesia, @jockey_indonesia, yang akan menghadirkan informasi produk terbaru, inspirasi gaya, dan berbagai kampanye pemasaran.

Koleksi perdana Jockey mencakup pakaian dalam pria dan wanita, bra, serta pakaian santai. Seiring pertumbuhan bisnisnya di Indonesia, Jockey juga akan menambah sejumlah kategori lain, termasuk shapewear, kaus kaki, pakaian olahraga, dan pakaian tidur.

Melalui kerja sama ini, konsumen Indonesia dapat menikmati portofolio pakaian dalam dan busana sehari-hari Jockey yang telah dikenal luas, dengan dukungan pengalaman 150 tahun dalam menghadirkan kenyamanan, kualitas, inovasi, dan pengembangan produk. Berdiri sejak 1876, Jockey kini memiliki jaringan global yang mencakup kanal ritel, e-commerce, dan distribusi di berbagai negara.

PT Mirae Asia Pasifik akan menambah pilihan produk Jockey secara berkala, termasuk koleksi baru untuk kebutuhan sehari-hari maupun kategori musiman sepanjang tahun. Perusahaan akan memadukan kanal e-commerce, marketplace, grosir, dan ritel untuk menjangkau lebih banyak konsumen sekaligus memperkuat posisi Jockey di Indonesia secara bertahap.

“Jockey merupakan salah satu merek pakaian dalam dan busana sehari-hari yang paling dikenal di dunia, dan kami bangga dapat membawa kembali merek ini kepada konsumen Indonesia,” kata Kendrew Hartanto, Chief Executive Officer BrilliA Incorporated. “Di tengah perayaan ulang tahun Jockey yang ke-150 tahun ini, kami melihat peluang besar untuk mengembangkan merek tersebut di salah satu pasar terbesar dan paling dinamis di kawasan ini. Kami ingin menghadirkan pilihan produk yang menarik bagi konsumen Indonesia, sekaligus menjaga warisan Jockey melalui strategi pengembangan merek yang terarah di berbagai kanal utama.”

“Seiring ekspansi Jockey ke pasar internasional, kami tetap berfokus mengembangkan merek bersama mitra yang tepat di pasar yang tepat,” kata Chris Smith, Executive Vice President, International and Chief Customer Officer, Jockey International, Inc. “Kerja sama ini mencerminkan pendekatan kami yang terukur dalam mengembangkan bisnis. PT Mirae Asia Pasifik memiliki pemahaman pasar lokal dan kemampuan operasional yang dibutuhkan untuk membangun fondasi bisnis yang kuat di Indonesia, sekaligus mempertahankan kualitas, inovasi, dan kenyamanan sehari-hari yang menjadi ciri khas Jockey.”

Dengan populasi lebih dari 280 juta jiwa, Indonesia merupakan salah satu pasar konsumen terbesar di dunia dan menawarkan peluang besar bagi merek-merek konsumen. Berdasarkan data terbaru yang tersedia dari Statista untuk 2024, nilai pasar pakaian di Indonesia mencapai sekitar US$22-23 miliar per tahun, dengan segmen pakaian wanita menyumbang US$10,7 miliar.

Produk Jockey® tersedia di Indonesia melalui situs resmi jockey.id, toko resmi di Tokopedia melalui tokopedia.com/jockey-indonesia dan Shopee melalui shopee.co.id/jockeyindonesia, serta jaringan ritel dan grosir PT. Mirae Asia Pasifik. Konsumen juga dapat mengikuti akun resmi Instagram Jockey Indonesia, @jockey_indonesia, untuk mendapatkan informasi produk terbaru, inspirasi gaya, dan berbagai kampanye pemasaran.

Nilai finansial dari perjanjian tersebut tidak diungkapkan.

Tentang Jockey International, Inc.

Didirikan pada 1876 oleh Rev. Samuel T. Cooper, Jockey The Original American Underwear Brand® telah menghadirkan kenyamanan selama 150 tahun. Perusahaan keluarga generasi ketiga ini berkantor pusat di Kenosha, Wisconsin, dan telah beroperasi di kota tersebut sejak 1892. Jockey meneruskan warisan kualitas, inovasi, dan keahlian dalam menghasilkan produk, serta menghadirkan kebutuhan esensial dengan gaya yang tak lekang waktu. Perusahaan juga berkomitmen memberikan dampak positif bagi keluarga dan komunitas di berbagai belahan dunia dari generasi ke generasi.

Produk Jockey® kini menjangkau konsumen di lebih dari 120 negara melalui toko ritel, e-commerce, dan jaringan distribusi global. Melalui Jockey Being Family Foundation dan One Mighty Fortress Foundation, Jockey secara konsisten mendukung anak-anak, keluarga, dan komunitas, termasuk personel militer, petugas layanan darurat, serta keluarga dengan anak asuh maupun anak angkat. Informasi lebih lanjut mengenai Jockey tersedia di Jockey.com.

Tentang BrilliA Incorporated

BrilliA Incorporated merupakan perusahaan berbasis di Singapura yang menyediakan layanan dan solusi terintegrasi bagi lebih dari 30 merek pakaian dalam wanita di seluruh dunia. Layanannya mencakup pengadaan, desain, pembuatan prototipe, rantai pasok, logistik, hingga pengendalian kualitas. Perusahaan bekerja sama dengan sejumlah perusahaan internasional terkemuka, termasuk Fruit of the Loom, HanesBrands Inc., dan H&M.

Agencia Comercial Spirits Terbitkan Dua Surat Penunjukan untuk Pengadaan dan Instalasi Peralatan Data Center Indonesia Tahap 1A

Pengadaan peralatan MEP senilai US$65 juta-US$75 juta menjadi bagian dari pengembangan infrastruktur komputasi AI Agencia di Jawa Barat.

TAICHUNG CITY, Taiwan, 14 September 2026 / JavaRilis — Agencia Comercial Spirits Ltd (NASDAQ: AGCC) (“Agencia” atau “Perusahaan”), yang menjalankan dua lini bisnis utama, yakni bisnis wiski premium dan pengembangan infrastruktur komputasi AI serta layanan komputasi berbasis cloud, mengumumkan bahwa anak usahanya di Indonesia, PT AGCC AITECH INDONESIA, telah menerbitkan dua Surat Penunjukan (Letter of Award) kepada kontraktor berbeda pada 28 Agustus 2026. Surat tersebut mencakup pengadaan peralatan mekanikal, elektrikal, dan perpipaan (MEP) serta pekerjaan instalasinya untuk Tahap 1A data center AGCC-JKT01 yang direncanakan berlokasi di Jawa Barat, Indonesia.

Pengembangan Bisnis Komputasi AI

Sejak meluncurkan AI Computing Infrastructure Initiative pada Februari 2026, yang kini menjadi salah satu lini bisnis utama Perusahaan, Agencia telah menjalin berbagai kerja sama komersial dan infrastruktur untuk mendukung pengembangannya. Kerja sama tersebut mencakup perjanjian layanan teknologi komputasi selama lima tahun dengan pelanggan di sektor jasa keuangan digital, pengaturan pasokan listrik dan lahan data center, serta perjanjian pembangunan data center, pengadaan infrastruktur jaringan, dan dukungan teknis di Indonesia. Dua Surat Penunjukan yang diumumkan hari ini menjadi bagian dari pembangunan infrastruktur tersebut. Pada saat yang sama, Perusahaan tetap menjalankan bisnis wiski sebagai lini bisnis utama yang berdiri sendiri dan saling melengkapi.

Kedua Surat Penunjukan mencakup pengadaan peralatan MEP dan pekerjaan instalasi dengan nilai acuan gabungan sekitar US$65 juta-US$75 juta, belum termasuk pajak pertambahan nilai di Indonesia. Sesuai ketentuannya, masing-masing Surat Penunjukan menjadi mengikat setelah PT AGCC AITECH INDONESIA menerima salinan yang telah ditandatangani kedua pihak dan berlaku hingga kontrak resmi terkait ditandatangani.

Surat Penunjukan tersebut merupakan bagian dari pengembangan infrastruktur komputasi AI dan layanan komputasi berbasis cloud yang direncanakan Agencia di Indonesia. Bersama dengan berbagai kerja sama yang telah diumumkan sebelumnya terkait pembangunan data center, lahan, pasokan listrik, infrastruktur jaringan, dan dukungan teknis, langkah ini ditujukan untuk mendukung infrastruktur yang dibutuhkan bagi penerapan komputasi yang direncanakan Perusahaan.

Namun, Surat Penunjukan tersebut merupakan pengaturan pengadaan dan instalasi infrastruktur, bukan kontrak pendapatan dengan pelanggan. Surat tersebut tidak dengan sendirinya menjamin bahwa infrastruktur komputasi terkait akan selesai atau berhasil dioperasikan, kapasitas komputasi yang direncanakan akan tersedia atau dimanfaatkan sepenuhnya, pelanggan akan menggunakan layanan komputasi AI yang direncanakan, maupun proyek tersebut akan menghasilkan pendapatan, laba, atau arus kas positif. Perusahaan secara aktif memperluas bisnis infrastruktur komputasi AI sebagai salah satu kegiatan usaha utamanya melalui belanja modal khusus, pembentukan struktur anak usaha, dan kontrak infrastruktur jangka panjang.

Pernyataan Manajemen

“Surat Penunjukan ini menjadi langkah penting berikutnya dalam pembangunan bisnis infrastruktur komputasi AI kami, yang kami kembangkan bersamaan dengan bisnis wiski yang telah berjalan,” ujar TSAI Yi-Yang, CEO Agencia. “Sejak meluncurkan inisiatif ini awal tahun, kami terus menyiapkan berbagai aspek yang diperlukan untuk mendukung penerapannya, mulai dari pelanggan, pasokan listrik, konstruksi, jaringan, hingga layanan teknis. Fokus kami tetap pada pelaksanaan yang disiplin serta pembangunan infrastruktur dan kemampuan operasional yang diperlukan untuk mengembangkan layanan komputasi AI dan berbasis cloud sebagai bagian penting dari bisnis Agencia di masa depan.”

Manajemen menilai rencana pembangunan infrastruktur Perusahaan, jika berhasil direalisasikan, dapat membuka peluang untuk memanfaatkan pertumbuhan kebutuhan kapasitas komputasi AI dan layanan terkait di Asia Tenggara. Namun, strategi infrastruktur komputasi AI Perusahaan masih menghadapi berbagai risiko bisnis, operasional, pendanaan, konstruksi, rantai pasok, teknologi, regulasi, permintaan pelanggan, dan pelaksanaan proyek.

Tentang Agencia Comercial Spirits Ltd

Agencia Comercial Spirits Ltd merupakan perusahaan yang tercatat di Nasdaq dengan dua fokus bisnis utama, yakni (i) bisnis wiski premium yang telah berjalan dan (ii) pengembangan infrastruktur komputasi AI serta layanan komputasi berbasis cloud. Kedua lini bisnis tersebut menjadi pilar utama operasional Perusahaan, yang mengalokasikan sumber daya signifikan untuk mengembangkan dan memperluas bisnis infrastruktur komputasi AI. Bisnis wiski Perusahaan mencakup pengadaan dan distribusi wiski dalam botol, pengadaan dan distribusi wiski mentah dalam tong, serta layanan dari tong ke botol dan distribusi, termasuk pembotolan, pengemasan, dan penjualan yang mendapat otorisasi merek di Taiwan dan sejumlah pasar internasional.

Sejak awal 2026, Perusahaan meluncurkan dan mengembangkan AI Computing Infrastructure Initiative melalui anak usaha di Singapura, Indonesia, dan yurisdiksi lainnya. Inisiatif tersebut menjadi salah satu fokus utama bisnis Perusahaan, didukung berbagai perjanjian kontraktual untuk layanan komputasi AI berbasis cloud serta pengembangan data center, pasokan listrik, jaringan, dan infrastruktur teknis pendukung. Pendapatan operasional historis Perusahaan berasal dari bisnis wiski, sementara bisnis komputasi AI masih dalam tahap pengembangan dan penerapan serta menghadapi berbagai risiko bisnis, pendanaan, konstruksi, teknologi, regulasi, permintaan pelanggan, dan pelaksanaan proyek.

 

Alpaca dan BEI Jajaki Akses Pasar Lintasnegara melalui PALN

Kolaborasi ini akan memperluas akses pasar lintasnegara sekaligus memperkuat konektivitas antara pasar modal Indonesia dan global.

JAKARTA, 11 September 2026/ JavaRilis — Alpaca, perusahaan global yang menyediakan infrastruktur pialang berbasis agent-first, menjalin kerja sama dengan Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk menjajaki peluang memperluas akses lintasnegara antara pasar modal Indonesia dan pasar global. Kesepakatan tersebut ditandatangani oleh Yoshi Yokokawa, Co-Founder and CEO Alpaca, dan Jeffrey Hendrik, Direktur Utama BEI, di Main Hall BEI, Jakarta (9/1).

Yoshi Yokokawa, Co-Founder and CEO Alpaca, mengatakan, “Kerja sama Alpaca dengan BEI menjadi langkah penting untuk menghubungkan lembaga keuangan Indonesia dan nasabahnya dengan pasar global, serta mendekatkan pasar modal Indonesia dengan investor internasional.”

Berdasarkan kesepakatan tersebut, Alpaca dan BEI akan menjajaki kerangka kerja yang memungkinkan anggota bursa yang merupakan perusahaan sekuritas di Indonesia memberikan akses kepada nasabah mereka untuk berinvestasi pada sekuritas Amerika Serikat dan negara lain. Inisiatif ini akan memanfaatkan infrastruktur Alpaca, termasuk layanan eksekusi transaksi, kliring, dan kustodian. Akses tersebut akan difasilitasi melalui mekanisme Penyaluran Amanat Luar Negeri (PALN). Dengan PALN, perusahaan sekuritas Indonesia dapat menawarkan akses kepada nasabahnya untuk berinvestasi pada sekuritas yang diperdagangkan di bursa luar negeri.

Melalui kerja sama ini, investor ritel Indonesia nantinya dapat mengakses peluang investasi pada perusahaan-perusahaan global terkemuka melalui perusahaan sekuritas yang diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Kedua pihak juga akan menjajaki peluang untuk membuka akses bagi perusahaan sekuritas dan pelaku pasar internasional terhadap produk dan layanan pasar modal Indonesia.

“Indonesia memiliki salah satu komunitas investor yang paling dinamis dan berkembang pesat di dunia. Investor seharusnya dapat mengakses peluang global melalui lembaga keuangan yang sudah mereka percaya,” ujar Yoshi Yokokawa, Co-Founder and CEO Alpaca. “Kerja sama kami dengan BEI menjadi langkah penting yang menghubungkan lembaga keuangan Indonesia dan nasabahnya dengan pasar global melalui infrastruktur Alpaca, serta pasar modal Indonesia dengan investor internasional.”

Jeffrey Hendrik, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, mengatakan, “Melalui penandatanganan MoU ini, kami membangun kerangka kerja untuk menjajaki akses timbal balik ke pasar modal lintasyurisdiksi. Inisiatif ini menjadi wadah untuk mengeksplorasi berbagai jalur bagi Anggota Bursa kami untuk mengakses pasar global, serta mengkaji peluang bagi perusahaan sekuritas dan pelaku pasar internasional untuk mengakses pasar modal Indonesia yang terus berkembang.”

Partisipasi investor ritel di pasar modal Indonesia terus meningkat. Jumlah investor telah melampaui 30 juta, seiring dengan meningkatnya permintaan terhadap peluang investasi internasional. Untuk menjawab permintaan tersebut, infrastruktur pialang berbasis API milik Alpaca mendukung lembaga keuangan dan perusahaan fintech mengintegrasikan akses ke pasar keuangan global ke dalam produk mereka secara lebih mudah, sehingga dapat menghadirkan pengalaman investasi yang lebih terhubung bagi nasabah.

Kesepakatan ini semakin memperkuat kehadiran Alpaca di Indonesia. Saat ini, Alpaca telah bekerja sama dengan sejumlah perusahaan di Indonesia, termasuk Ajaib, Gotrade, Nanovest, PT Valbury Asia Futures, dan Reku.

Tentang Alpaca

Alpaca merupakan perusahaan pialang self-clearing yang berkantor pusat di Amerika Serikat dan menyediakan infrastruktur pialang global berbasis agent-first untuk memberikan akses ke berbagai kelas aset tradisional dan berbasis on-chain. Saat ini, Alpaca mendukung lebih dari 10 juta rekening pialang melalui ratusan perusahaan fintech dan institusi di lebih dari 40 negara, dengan dukungan pendanaan sebesar US$400 juta. Informasi lebih lanjut tersedia di alpaca.markets.

AlpacaDB, Inc., perusahaan induk Alpaca Securities LLC dan Alpaca Crypto LLC, menyediakan layanan dan teknologi, termasuk API infrastruktur pialang yang mendukung layanan keuangan Alpaca.

Layanan pialang sekuritas disediakan oleh Alpaca Securities LLC (dba “Alpaca Clearing”), anggota FINRA dan SIPC, yang merupakan anak perusahaan yang sepenuhnya dimiliki AlpacaDB, Inc.

Informasi ini bukan merupakan penawaran, permintaan penawaran, atau nasihat untuk membeli atau menjual sekuritas maupun membuka rekening pialang di yurisdiksi mana pun yang tidak mengharuskan atau belum memberikan registrasi atau izin kepada Alpaca Securities.

Seluruh investasi memiliki risiko. Informasi lebih lanjut tersedia melalui Disclosure Library Alpaca.

 

 

Peregrine dan Sinar Primera Bangun Fasilitas “Cold Storage” Skala Besar di Indonesia

Peregrine dan Sinar Primera menargetkan kapasitas penyimpanan dingin sekitar 35.000 meter persegi di Jabodetabek melalui akuisisi fasilitas di Pluit dan pembangunan fasilitas baru di Narogong.

SINGAPURA dan JAKARTA, 10 September 2026/ JavaRilis — Peregrine Cold Logistics (“Peregrine” atau “PCL”), platform penyimpanan dingin dan logistik rantai dingin (cold storage) terintegrasi di Asia, resmi hadir di pasar Indonesia melalui usaha patungan dengan Sinar Primera, salah satu pengembang properti new economy terkemuka di Indonesia. Melalui kerja sama ini, kedua perusahaan akan mengakuisisi dan membangun fasilitas penyimpanan dingin kelas satu di Indonesia. Langkah tersebut mencakup akuisisi fasilitas milik Sinar Primera di Pluit yang sudah beroperasi serta pembangunan fasilitas baru di Narogong.

Jeff Hogarth, Co-Founder and CEO Peregrine Cold Logistics, mengatakan, “Indonesia merupakan pasar penting bagi ekspansi Peregrine di Asia. Bersama Sinar Primera, kami akan memanfaatkan infrastruktur yang telah tersedia dan pemahaman terhadap pasar lokal untuk memperluas layanan penyimpanan serta logistik rantai dingin. Kehadiran kami di Indonesia juga akan memperkuat konektivitas antara pelanggan di Indonesia dan jaringan Peregrine di ASEAN serta GCC. Kami melihat peluang pertumbuhan yang besar seiring meningkatnya kebutuhan terhadap infrastruktur rantai dingin yang modern dan terintegrasi.”

Kemitraan dengan Sinar Primera menandai langkah ekspansi Peregrine setelah perusahaan membangun platform rantai dingin di Filipina dan jaringan terintegrasi di sejumlah pasar dengan pertumbuhan tinggi di ASEAN dan GCC. Peregrine memilih Indonesia, perekonomian terbesar di Asia Tenggara, sejalan dengan lonjakan permintaan terhadap infrastruktur penyimpanan dengan pengendalian suhu. Pertumbuhan pendapatan, urbanisasi, serta perkembangan industri pangan dan ritel mendorong kebutuhan akan fasilitas penyimpanan dingin berstandar global. Di dalam jaringan regional Peregrine, Indonesia akan berperan menghubungkan produsen pangan, importir dan eksportir, perusahaan FMCG, serta jaringan QSR di berbagai wilayah Indonesia.

Fasilitas Sinar Primera di Pluit berada di lokasi strategis dan melayani pelanggan di Jakarta Utara dan Jakarta Barat. Sementara itu, fasilitas baru di Narogong akan dilengkapi kapasitas freezer dan chiller semiotomatis yang memenuhi standar global serta menjadi bagian dari model hub-and-spoke. Kedua fasilitas tersebut akan menghadirkan kualitas, sistem, dan proses yang dibutuhkan merek global dan perusahaan pangan lokal terkemuka untuk memenuhi kebutuhan keamanan dan ketahanan pangan yang terus meningkat. Dengan menggabungkan pengetahuan Sinar Primera tentang pengembangan pasar lokal, akses lahan, dan kemampuan eksekusi di lapangan dengan jaringan rantai dingin global serta pengalaman Peregrine dalam menjaga kualitas dan keunggulan operasional, usaha patungan ini diharapkan dapat berkembang dengan cepat sekaligus membangun posisi yang kuat di pasar.

Hong Kah Jin, Head of Sinar Primera Group, mengatakan, “Kami menyambut baik kerja sama dengan Peregrine. Kemitraan ini menyatukan keahlian Peregrine di bidang rantai dingin dan basis pelanggan internasionalnya dengan kemampuan kami dalam mengembangkan pasar lokal dan menghadirkan infrastruktur berkualitas. Lewat kolaborasi ini, kami ingin menjawab kebutuhan Indonesia yang terus meningkat terhadap infrastruktur dengan pengendalian suhu, sejalan dengan kebijakan pemerintah untuk memperkuat ketahanan pangan nasional. Kami berkomitmen memberikan layanan terbaik kepada pelanggan sekaligus mendorong standar baru untuk keamanan, ketahanan, dan kualitas pangan yang berkelanjutan di Indonesia.”

Tentang Peregrine Cold Logistics

Peregrine Cold Logistics merupakan platform rantai dingin yang didukung Stonepeak, perusahaan investasi alternatif yang berfokus pada infrastruktur dan aset riil. Peregrine mengembangkan dan mengoperasikan infrastruktur logistik modern dengan pengendalian suhu di Asia Pasifik dan GCC. Berkantor pusat di Singapura, Peregrine menyediakan layanan penyimpanan dingin, transportasi berpendingin, dan berbagai layanan bernilai tambah untuk mendukung ketahanan pangan, transparansi rantai pasok, serta pertumbuhan regional. Informasi lebih lanjut tersedia di www.peregrinecold.com.

Tentang Sinar Primera

Sinar Primera Group merupakan perusahaan properti yang berfokus pada pengembangan industri properti new economy melalui pembangunan aset inovatif dan berkelanjutan di era ekonomi baru. Perusahaan memadukan standar teknis yang kuat dengan keahlian di berbagai sektor untuk mengembangkan aset yang siap memenuhi kebutuhan masa depan dan didukung permintaan jangka panjang. Portofolio utama Sinar Primera Group mencakup kawasan industri yang berfokus pada infrastruktur digital, solusi logistik, dan pusat data berteknologi mutakhir. Informasi lebih lanjut tersedia di sinarprimera.com.

 

 

Runjian Co., Ltd. Pamerkan Solusi “Token-as-a-Service” dan Inovasi AI di AIMX Singapore 2026

SINGAPURA, 31 Agustus, 2026 /JavaRilis — AIMX Singapore 2026 resmi ditutup di Sands Expo & Convention Centre. Tan Kiat How, Senior Minister of State, Ministry of Digital Development and Information, Singapura turut mengunjungi paviliun pameran Runjian Co., Ltd. Sebagai Sponsor Platinum di ajang tersebut, Runjian memperkenalkan strategi ekspansi bisnis Token di pasar internasional, termasuk pengembangan ekosistem Token-as-a-Service di kawasan ASEAN melalui tema “Token as a Service: Powering a Smarter ASEAN”.

Dalam pameran tersebut, Runjian menampilkan berbagai solusi teknologi untuk beragam kebutuhan industri, antara lain Wuxiang Cloud Valley Token Factory, enterprise platform Apollo 11 CEL, Lawer — ASEAN Legal AI Agent, Hanmate — Online Chinese Learning Platform, dan iRun Renewable Energy Platform. Portofolio tersebut mencerminkan kemampuan teknologi Runjian sekaligus penerapannya di sejumlah bidang utama, seperti layanan komputasi, pengelolaan energi hijau, pendidikan cerdas, transformasi digital perusahaan, serta tata kelola pemerintahan digital. Teknologi berbasis Token yang dikembangkan Runjian juga menarik perhatian pelanggan industri, pengembang, dan mitra ekosistem dari berbagai negara. Para peserta kemudian berdiskusi lebih mendalam mengenai peluang kerja sama digital yang sesuai dengan kebutuhan pasar ASEAN.

Dalam rangkaian acara tersebut, Runjian juga menyampaikan dua paparan penting di forum utama tentang strategi pengembangan bisnisnya di pasar internasional. Athena Zhao, Vice President, Runjian Co. Ltd, menjelaskan inovasi model Token-as-a-Service (TaaS) yang menghadirkan layanan komputasi inklusif dan sesuai kebutuhan. Menurutnya, model tersebut dapat membantu perusahaan di Asia Tenggara menerapkan AI dalam skala besar secara lebih efisien dan hemat biaya. Sementara itu, Jake Yin, Vice President, AI Business Group, Runjian Co. Ltd, memaparkan keunggulan ontology-native pada platform Apollo 11. Ia menjelaskan bahwa platform tersebut membantu perusahaan mengatasi berbagai kendala yang muncul akibat aplikasi AI yang terpisah-pisah, serta membangun sistem kecerdasan buatan sendiri yang independen, dapat dikendalikan, dan terus berkembang.

Memanfaatkan platform internasional AIMX Singapore, Runjian terus menghubungkan sumber daya industri global guna mempercepat sirkulasi komputasi lintasnegara sekaligus memperluas bisnis Token di pasar internasional. Sebagai bagian dari strategi pengembangan regional, Runjian telah membuka kantor cabang di Jakarta (Indonesia), Kuala Lumpur (Malaysia), dan Thailand dengan cakupan bisnis yang menjangkau seluruh negara utama ASEAN. Dengan fondasi operasional yang kuat di pasar lokal, Runjian terus memperkuat inovasi teknologi dan kerja sama ekosistem yang disesuaikan dengan kebutuhan pasar ASEAN. Ke depan, Runjian akan bekerja sama dengan mitra global untuk membangun ekosistem AI regional yang terbuka dan saling menguntungkan. Perusahaan juga akan terus mendukung perkembangan ekonomi digital Tiongkok-ASEAN yang bermutu tinggi.

RedDoorz Tingkatkan Kontribusi bagi Masyarakat Indonesia Lewat Lapangan Kerja, Pengembangan Keterampilan

Lebih dari 40.000 staf hotel telah mengikuti pelatihan, sementara lebih dari 700 karyawan lokal dan 110.000 orang telah bergabung dalam program RedSeller.

Jakarta, 7 September 2026/ JavaRilis — RedDoorz, platform perhotelan dan akomodasi multi-brand terbesar di Asia Tenggara, terus memperkuat berbagai program yang berfokus pada masyarakat di Indonesia. Upaya tersebut mencakup penciptaan lapangan kerja dan peluang penghasilan bagi masyarakat lokal, peningkatan keahlian kerja di bidang perhotelan, serta kerja sama dengan pemerintah dan masyarakat untuk mengembangkan sektor pariwisata yang berkelanjutan.

Bagi RedDoorz, keterlibatan dengan masyarakat tidak sekadar menjalankan program tanggung jawab sosial perusahaan. Dengan jaringan hotel yang tersebar di berbagai kota dan destinasi di Indonesia, pertumbuhan RedDoorz juga berkaitan erat dengan pemilik properti, karyawan hotel, pekerja pariwisata, pelaku usaha, dan masyarakat di sekitar hotel.

“Bisnis perhotelan merupakan bisnis lokal. Setiap hotel beroperasi di tengah masyarakat, mempekerjakan tenaga kerja lokal, dan ikut berkontribusi terhadap sektor pariwisata di sekitarnya,” kata Gusti Raganata, Head, Government Relations, RedDoorz. “Seiring dengan perkembangan RedDoorz, kami ingin pertumbuhan tersebut juga membuka peluang di luar sektor perhotelan, baik melalui lapangan kerja, peningkatan keterampilan, kewirausahaan, maupun standar perhotelan yang lebih baik,” ujarnya.

Sejak 2016, RedDoorz mewajibkan mitra properti yang bergabung dalam jaringannya mengikuti pelatihan. Hingga kini, lebih dari 40.000 staf hotel telah mengikuti pelatihan mengenai operasional perhotelan dan standar pelayanan.

RedDoorz juga memperkenalkan program peningkatan keterampilan staf pada akhir 2025. Hingga saat ini, lebih dari 200 staf telah mengikuti program tersebut. Perusahaan menargetkan jumlah peserta mencapai lebih dari 700 staf pada akhir 2026.

“Saya senang bisa mendapatkan pengetahuan baru dan mempelajari hal-hal yang perlu saya lakukan sebagai profesional di bidang perhotelan untuk memberikan pelayanan terbaik kepada tamu,” kata Revia Bintang, Staf Hotel Yehezkiel Surapati Mitra RedDoorz.

Melalui lebih dari 120 hotel yang dioperasikan langsung, RedDoorz saat ini mendukung lebih dari 700 karyawan. RedDoorz juga ikut menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat di berbagai daerah. Sejak Januari 2026, lebih dari 25 lulusan baru juga telah bergabung dalam Program Pengembangan Kepemimpinan melalui rekrutmen yang dilakukan setiap kuartal untuk berbagai posisi kerja.

RedDoorz juga membuka kesempatan bagi lebih banyak masyarakat Indonesia untuk bergabung dalam sektor pariwisata melalui RedSeller, program reseller akomodasi yang diluncurkan pada Maret 2020.

Lebih dari 110.000 orang telah mendaftar sebagai RedSeller, termasuk mahasiswa, ibu rumah tangga, pekerja lepas, dan karyawan. Mereka dapat menjual kembali akomodasi yang berada dalam jaringan RedDoorz tanpa modal awal atau pengalaman kerja sebelumnya sebagai staf penjual layanan perhotelan.

Para RedSeller yang aktif bekerja secara kolektif menghasilkan lebih dari 50.000 pemesanan kamar setiap bulan. Sementara itu, reseller dengan kinerja terbaik telah memperoleh komisi hingga Rp13 juta dalam satu bulan.

“Progres kecil tetaplah progres. Jangan menyerah hanya karena hasilnya belum besar. Yang membedakan seseorang bukan semata-mata yang paling cepat, melainkan siapa yang terus melangkah,” kata Arif Rahmatilah, salah satu reseller terbaik RedDoorz yang secara konsisten memperoleh penghasilan melalui program tersebut.

RedDoorz juga bekerja sama dengan pemerintah pusat dan daerah untuk memperkuat kapasitas pariwisata di berbagai wilayah. Kerja sama dengan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat, Bank Indonesia Nusa Tenggara Barat, dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara, serta kesepakatan dengan Pemerintah Kabupaten Wonosobo pada 2026, turut mendukung pengembangan desa wisata dan sektor perhotelan.

Melalui berbagai kerja sama tersebut, lebih dari 20 Desa Wisata telah mendapat dukungan dan lebih dari 1.000 pekerja pariwisata telah mengikuti program peningkatan keterampilan kerja, termasuk pelatihan di bidang perhotelan dan pemasaran digital.

Program untuk masyarakat juga mencakup pemberian beasiswa kepada 12 mahasiswa politeknik pariwisata serta renovasi tiga masjid dan fasilitas ibadah.

Keamanan menjadi salah satu pilar penting dalam strategi RedDoorz untuk mendukung masyarakat. Pada 2025, program penanganan kebakaran RedDoorz telah menjangkau 1.000 properti mitra. Perusahaan juga mendonasikan 200 paket alat pemadam kebakaran untuk menghadapi kondisi darurat.

Dalam 12–18 bulan ke depan, program Safe Stay for All Guests akan memperkuat kesiapsiagaan menghadapi keadaan darurat, serta meningkatkan perlindungan bagi tamu dan anak-anak. Sementara itu, NOCs bersama masyarakat setempat akan membangun kepercayaan antara warga dan tamu.

“Pertumbuhan bisnis dan tanggung jawab harus berjalan beriringan,” kata Raganata. “Kami ingin bekerja sama dengan para mitra dan masyarakat untuk mewujudkan industri perhotelan yang lebih aman, lebih kuat, dan lebih berkelanjutan.”