Jakarta, 17 September 2026/ JavaRilis — PT Telkom Satelit Indonesia (Telkomsat) mengembangkan pemanfaatan teknologi Earth Intelligence melalui platform GeoTSat untuk mengolah data pengamatan bumi menjadi informasi yang mendukung pemantauan wilayah, termasuk kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta asesmen pascabencana.
Perkembangan teknologi satelit memungkinkan kondisi permukaan bumi dipantau secara lebih cepat dan detail. Namun, nilai data tersebut tidak hanya terletak pada citra yang dihasilkan, tetapi juga pada kemampuan mengolahnya menjadi informasi yang dapat digunakan untuk memahami kondisi dan perubahan suatu wilayah.
Melalui GeoTSat, Telkomsat mengembangkan kapabilitas Earth Intelligence yang memungkinkan pengguna memperoleh informasi mengenai lokasi perubahan, luas wilayah terdampak, kondisi terkini suatu area, hingga perkembangan perubahan dari waktu ke waktu.
Salah satu penerapannya dilakukan melalui Karhutla GeoTSat, yang menampilkan persebaran titik panas di berbagai wilayah Indonesia melalui dashboard berbasis data satelit.
Karhutla GeoTSat memanfaatkan data dari NASA Fire Information for Resource Management System (FIRMS) untuk menampilkan informasi hotspot dan aktivitas termal. Data tersebut kemudian disajikan dalam bentuk visualisasi geospasial untuk membantu pengguna mengidentifikasi wilayah yang membutuhkan perhatian lebih lanjut.
Platform tersebut juga dilengkapi Fire AI Assistant berbasis generative AI yang membantu pengguna berinteraksi dan memahami informasi yang tersedia pada dashboard.
Informasi hotspot menjadi langkah awal untuk mengidentifikasi area yang perlu dipantau lebih lanjut. Ketika diperlukan gambaran yang lebih detail, pemantauan dapat dilanjutkan menggunakan citra satelit beresolusi tinggi.
Untuk kebutuhan tersebut, Telkomsat berkolaborasi dengan STAR.VISION dalam pemanfaatan citra satelit beresolusi hingga 50 sentimeter. Pengambilan citra dapat diarahkan pada lokasi tertentu sehingga kondisi wilayah yang ingin dipantau dapat terlihat secara lebih detail.
Salah satu penerapannya dilakukan di kawasan Bromo, Jawa Timur, untuk melihat kondisi wilayah pascakebakaran.
Berdasarkan citra satelit beresolusi tinggi yang dianalisis, diperoleh estimasi wilayah yang terindikasi terdampak kebakaran sekitar 1.325 hektare pada area sampel yang dianalisis.
Pendekatan tersebut menunjukkan proses pemanfaatan Earth Intelligence mulai dari pemantauan indikasi hotspot secara luas, pengamatan area tertentu menggunakan citra resolusi tinggi, hingga analisis geospasial untuk menghasilkan informasi mengenai lokasi, persebaran, dan estimasi luas wilayah terdampak.
Direktur Pengembangan Telkomsat Anggoro K. Widiawan mengatakan pemanfaatan data satelit saat ini berkembang dari sekadar menghadirkan gambar menjadi informasi yang memiliki nilai lebih bagi pengguna.
“Melalui GeoTSat, kami ingin membawa pemanfaatan data satelit lebih jauh dari sekadar melihat gambar permukaan bumi. Earth Intelligence memungkinkan data tersebut diolah menjadi informasi yang lebih mudah dipahami, mulai dari melihat indikasi suatu kejadian, mengetahui area yang terdampak, hingga memantau perubahan kondisi wilayah dari waktu ke waktu,” ujar Anggoro.
Menurut dia, kolaborasi dengan berbagai mitra teknologi menjadi bagian dari upaya Telkomsat untuk terus memperkuat kapabilitas tersebut sehingga dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
Selain untuk pemantauan karhutla dan kebencanaan, pemanfaatan Earth Intelligence dapat dikembangkan untuk berbagai sektor, antara lain pertanian, lingkungan dan kehutanan, pertambangan, infrastruktur, hingga aktivitas maritim.
Pada sektor pertanian, data satelit dapat digunakan untuk melihat kondisi lahan dan tanaman. Di sektor lingkungan dan kehutanan, teknologi tersebut dapat membantu memantau perubahan tutupan lahan.
Sementara itu, pada sektor pertambangan dan infrastruktur, Earth Intelligence dapat dimanfaatkan untuk memantau perubahan kondisi suatu wilayah dari waktu ke waktu. Pada sektor maritim, teknologi serupa dapat dikembangkan untuk mendukung pemantauan aktivitas di wilayah perairan.
Melalui GeoTSat, Telkomsat memadukan data satelit, citra resolusi tinggi, analisis geospasial, dan kecerdasan buatan untuk mengubah data pengamatan bumi menjadi informasi yang lebih mudah dipahami dan dapat mendukung proses analisis serta pengambilan keputusan.

