JAKARTA/ 1 Juli 2026/ JavaRilis — Xi’an Jiaotong-Liverpool University (XJTLU) semakin mengukuhkan posisinya sebagai lembaga pendidikan tinggi terkemuka dunia, khususnya di pasar Indonesia. XJTLU terbentuk melalui kerja sama antara Xi’an Jiaotong University di Tiongkok dan University of Liverpool di Inggris.
Indonesia kini tercatat sebagai pasar internasional terbesar XJTLU. Sekitar 700 mahasiswa Indonesia tengah menempuh studi di kampus Tiongkok tersebut. Untuk gelombang penerimaan mahasiswa baru pada September mendatang, jumlah pendaftar program sarjana dari Indonesia telah menembus 1.500 orang—setara 38% dari total pendaftar internasional.
“Saat ini, tenaga pengajar kami berasal dari lebih 60 negara dan wilayah yang berbeda-beda, sementara mahasiswa kami datang dari hampir 100 negara dan wilayah. Lingkungan kampus kami terbentuk dari keberagaman dan multikulturalisme ,” ujar Profesor Youmin Xi, Executive President XJTLU, dalam diskusi media di DoubleTree Hotel Kemayoran, Jakarta, Rabu (24/6/2026).
Ia menjelaskan, model pendidikan XJTLU menumbuhkan pola pikir gesit dan kearifan pada setiap mahasiswa. Mereka didorong mengembangkan beragam keterampilan dan berkolaborasi guna memperluas wawasan. “Kami juga membantu mahasiswa memupuk kearifan—kemampuan berpikir dalam dan bertindak bijak—dengan memadukan perspektif Barat dan Timur,” tambah Profesor Xi.
XJTLU saat ini membuka lebih dari 100 program akademik lintasdisiplin, mulai dari sains, teknik, bisnis, keuangan, arsitektur, perencanaan kota, hingga bahasa dan budaya. Semua program dituturkan dalam bahasa Inggris, kecuali mata kuliah umum dan dasar. Lulusan sarjana akan membawa dua gelar sekaligus: gelar XJTLU yang diakui Kementerian Pendidikan Tiongkok, dan gelar University of Liverpool yang diakui secara global. Adapun mahasiswa pascasarjana memperoleh gelar dari University of Liverpool yang juga mendapat pengakuan dari Kementerian Pendidikan Tiongkok. Seluruh program akademik XJTLU bahkan membuka program doktoral, sejalan dengan visi universitas ini untuk menjadi institusi riset internasional terkemuka di Tiongkok dengan reputasi global.
Pengalaman pribadi turut dibagikan oleh Tuty Julfa, lulusan XJTLU yang kini menjalankan bisnis di sektor ritel fesyen. “Saya merasa sangat beruntung berkuliah di XJTLU. Bukan cuma hard skill yang terasah, tapi soft skill yang penting untuk karier saya juga ikut terbentuk. Bukan sekadar akademik—ada keterampilan interpersonal, ada cara membangun ketekunan dan ketahanan diri. Kelihatannya sederhana, namun semua hal tersebut membentuk diri saya hari ini,” tuturnya.
Sebagai bagian dari ekspansi internasionalnya, XJTLU membuka kantor perwakilan resmi di Indonesia pada 2024—langkah yang terbukti mempererat hubungan dengan calon mahasiswa, mitra akademik, dan berbagai pemangku kepentingan lain. Pada Juni tahun ini, tim rekrutmen XJTLU di Indonesia pun diperluas guna meningkatkan layanan.
Di dalam negeri, XJTLU telah menjalin kemitraan dengan sejumlah kampus ternama, antara lain Binus University, Universitas Indonesia, Institut Teknologi Bandung, dan Universitas Kristen Petra Surabaya. Kolaborasi serupa juga merambah ke lembaga konsultan pendidikan serta sekolah-sekolah lokal dan internasional.
Dengan momentum pertumbuhan yang terus menguat di Indonesia, XJTLU semakin memantapkan diri sebagai gerbang bagi talenta muda yang mengejar pendidikan kelas dunia dan peluang karier global.
Profesor Xi menutup paparannya dengan menyinggung usia XJTLU yang genap 20 tahun pada tahun ini. “Dunia masa depan membutuhkan pilar baru: orang-orang yang bisa bekerja berdampingan dengan AI. Sejak tahun pertama, mahasiswa kami sudah dikenalkan dengan AI, cara memakainya, sampai etika di baliknya. Tahun kedua, mereka belajar menerapkan AI secara tepat di mata kuliah seperti Matematika, Teknik, dan Ilmu Sosial. Memasuki tahun ketiga, AI telah menjadi alat bantu riset untuk memperdalam pemahaman. Kami memang memanfaatkan AI untuk mendukung pendidikan—meningkatkan kualitasnya, merestrukturisasi, membentuknya kembali. Tapi, bukan untuk menggantikan pendidikan. Selama manusia masih ada, pendidikan akan tetap bertahan. Filosofi kami ‘X plus AI’, bukan ‘AI plus X’. AI bukan cuma soal belajar, tapi juga soal membangun ketahanan untuk masa depan,” pungkasnya.
Tentang Xi’an Jiaotong-Liverpool University (XJTLU)
XJTLU adalah universitas kerja sama internasional antara Xi’an Jiaotong University di Tiongkok dan University of Liverpool di Inggris—memadukan kekuatan dua institusi ternama sehingga menjadi universitas kerja sama internasional terbesar yang disetujui Kementerian Pendidikan Tiongkok.
Berlokasi di Suzhou, kampus XJTLU menggabungkan warisan budaya dengan perkembangan ekonomi kota yang tergolong paling maju di Tiongkok. Lokasinya yang strategis di Suzhou Dushu Lake Science and Education Innovation District, dalam kawasan Suzhou Industrial Park (SIP), turut membuka akses luas ke jejaring bisnis dan peluang kolaborasi industri.
Informasi lebih lanjut tentang XJTLU dapat diakses di: https://www.xjtlu.edu.cn/en

