BANGKOK, Thailand, 29 Juli 2026 /JavaRilis/ Vibes Music Australia mengumumkan ekspansi besar-besaran ke kawasan Asia Tenggara setelah kunjungan regional pendiri sekaligus Chief Executive Officer (CEO) dan Artist & Repertoire (A&R) perusahaan, Gerard Lasantha (Lopez), ke Thailand dan Kamboja. Perusahaan juga memperkuat investasinya yang telah berjalan di Indonesia sebagai bagian dari strategi pertumbuhan jangka panjang di kawasan ASEAN.

Ekspansi ini mencerminkan komitmen Vibes Music Australia untuk mengembangkan industri electronic dance music (EDM) di Asia Tenggara sekaligus mendukung sektor pariwisata, ekonomi kreatif, dan pertukaran budaya di kawasan.

Selama kunjungannya, Lopez bertemu dengan sejumlah pejabat pemerintah, institusi akademik, dan pemangku kepentingan industri guna menjajaki kemitraan yang mendorong investasi di sektor musik, hiburan, dan ekonomi kreatif. Inisiatif tersebut diharapkan membuka peluang baru bagi musisi lokal, penyelenggara acara, serta industri pariwisata.

Perkuat Kerja Sama di Thailand dan Kamboja

Di Thailand, Lopez menghadiri International Conference on Peace upon Morality, Development and Nation-Building (ICPDN 2026) atas undangan Prof. Kriengsak Chareonwongsak. Dalam kesempatan tersebut, Prof. Kriengsak mengapresiasi visi Lopez untuk menghadirkan investasi internasional ke Thailand melalui industri kreatif. Ia juga menilai festival musik dan berbagai kegiatan hiburan berpotensi meningkatkan kunjungan wisatawan, menciptakan lapangan kerja, serta memperkuat ekonomi kreatif negara tersebut.

Sementara di Kamboja, Lopez bertemu dengan Dr. Kin Phea, Direktur Jenderal Institute for International Relations and Public Policy (IRIC). Pertemuan tersebut membahas pengembangan industri kreatif Kamboja sekaligus upaya menjadikan negara itu sebagai destinasi baru penyelenggaraan acara musik internasional.

Dalam pertemuan tersebut, Lopez menyatakan komitmen untuk meluncurkan operasional Vibes Music Australia di Kamboja sebagai tonggak penting dalam strategi ekspansi perusahaan di ASEAN.

Indonesia Menjadi Pilar Utama Ekspansi Regional

Indonesia telah menjadi salah satu pilar utama dalam ekspansi regional Vibes Music Australia. Lopez telah menanamkan investasi di Jakarta sebagai basis pengembangan bisnis perusahaan di salah satu pasar musik terbesar di Asia Tenggara.

Agenda peluncuran karya terbaru perusahaan juga mencerminkan ambisi internasional yang semakin besar. Sejumlah singel yang akan dirilis meliputi Sweet DJ, A-KOTO featuring SUVI, RIDDAI (Remix) oleh A-KOTO featuring Bachi Susan, serta Solar yang menampilkan SORA dan SUVI.

Selain itu, perusahaan tengah mengembangkan sejumlah proyek Extended Play (EP), antara lain Genesi, Indonesia, Lost Little Love, My Life, Beautiful, Waterfall Heart, Bailar, dan Abantgrade, serta berbagai proyek lainnya yang masih dalam tahap produksi.

Katalog tersebut menunjukkan komitmen perusahaan dalam menghasilkan musik elektronik berstandar internasional sekaligus memperluas kolaborasi antara musisi dari Australia, ASEAN, Asia Selatan, Eropa, dan Amerika Utara.

“RIDDAI” Segera Dirilis

Sebagai bagian dari ekspansi tersebut, Vibes Music Australia bersiap meluncurkan karya EDM berjudul RIDDAI dalam enam pekan mendatang.

Lagu tersebut merupakan versi remix yang diproduseri oleh Gerard Lasantha (Lopez) dengan menampilkan musisi EDM asal Indonesia SORA serta penyanyi Sri Lanka Bachi Susan, artis Vibes Music Australia yang telah menorehkan berbagai prestasi di tangga lagu.

Menggabungkan karakter musik pure techno, lirik berbahasa Sinhala, dan vokal khas Bachi Susan, RIDDAI menghadirkan perpaduan musik yang terinspirasi dari akar musik elektronik Eropa sekaligus memperkenalkan identitas baru Asia Selatan ke panggung EDM global.

Kolaborasi Lintas Negara untuk Perkuat Industri EDM

Ke depan, Vibes Music Australia juga mengembangkan serangkaian proyek EP yang mempertemukan talenta-talenta baru ASEAN dengan musisi, produser, dan artis EDM dari negara-negara Barat.

Kolaborasi lintas negara tersebut bertujuan menampilkan potensi industri kreatif Asia Tenggara sekaligus menciptakan karakter musik yang memadukan musik elektronik global dengan pengaruh budaya kawasan.

Melalui proyek tersebut, perusahaan berharap dapat menyediakan panggung internasional bagi musisi regional sekaligus memperkuat posisi ASEAN dalam industri EDM dunia.

Vibes Music Australia juga bekerja sama dengan Nicholas Di Lorenzo, mastering engineer dua kali nominasi Grammy yang telah meraih berbagai sertifikasi multi-platinum serta masuk tangga lagu Billboard dan ARIA melalui Panorama Mastering di Melbourne.

Nicholas menangani proses mastering untuk sejumlah rilis Vibes Music Australia guna memastikan seluruh karya memenuhi standar produksi musik internasional.

Perkuat Ekosistem Musik dan Ekonomi Kreatif

Bersama produser, teknisi audio, dan musisi dari berbagai negara Barat, Vibes Music Australia membangun ekosistem kreatif yang menghubungkan Australia, ASEAN, Asia Selatan, Eropa, dan Amerika Utara melalui industri musik.

“ASEAN merupakan salah satu kawasan paling menjanjikan di dunia bagi pertumbuhan ekonomi kreatif. Visi kami adalah bekerja sama dengan pemerintah, musisi, otoritas pariwisata, dan mitra sektor swasta untuk membangun ekosistem musik electronic dance yang mampu menarik audiens internasional, memberdayakan talenta lokal, serta menciptakan peluang ekonomi baru di seluruh kawasan,” ujar Gerard Lopez.

Selain memperluas bisnis, Lopez juga menegaskan komitmennya dalam mendukung pertukaran pengetahuan dan dialog kebijakan di kawasan. Sebagai Senior Fellow South Asia Foresight Network (SAFN) yang berada di bawah The Millennium Project di Washington D.C., ia akan terus mendukung kolaborasi antara kalangan akademisi, pembuat kebijakan, dan sektor swasta di ASEAN maupun Amerika Serikat.

Dengan operasional dan investasi yang kini mencakup Australia, Amerika Serikat, Indonesia, Thailand, Sri Lanka, dan Kamboja, Vibes Music Australia memposisikan diri sebagai platform regional yang menghubungkan industri musik, pariwisata, investasi, dan inovasi kreatif.

Melalui kemitraan strategis serta kolaborasi lintas negara, perusahaan menargetkan penyelenggaraan pengalaman EDM berkelas dunia, pengembangan produksi musik berstandar internasional, serta kontribusi terhadap pertumbuhan pariwisata berkelanjutan, pembangunan ekonomi, dan penguatan hubungan budaya di kawasan Indo-Pasifik.