KUALA LUMPUR, Malaysia, 3 Juni 2026/ JavaRilis – VCI Global Limited (NASDAQ: VCIG) melalui V Gallant Limited, mengakuisisi saham pengendali PT Fine Carbon Credit Indonesia (FCCI), platform aset karbon Indonesia yang terkait dengan sekitar 241.000 hektare kawasan hutan yang tersebar di empat lokasi proyek di Indonesia.
Akuisisi ini memperluas strategi VCI Global dalam pengembangan infrastruktur kecerdasan buatan (AI), kredit karbon, dan ekosistem real-world assets (RWA) atau aset dunia nyata. Langkah tersebut semakin memperkuat posisi perusahaan di persimpangan antara infrastruktur digital, aset berkelanjutan, dan ekosistem aset dunia nyata yang ditokenisasi.
Manajemen perusahaan meyakini platform kehutanan tersebut berpotensi mendukung penerbitan jutaan kredit karbon sepanjang siklus hidup proyek, dengan tetap bergantung pada proses sertifikasi, metodologi verifikasi, persetujuan regulator, dan tahapan komersialisasi.
Saat ini, harga kredit karbon sukarela di pasar global berkisar antara US$10 hingga lebih dari US$50 per kredit, bergantung pada kualitas proyek, standar sertifikasi, dan tingkat permintaan pasar.
VCI Global menilai platform ini dapat menciptakan sinergi strategis dengan berbagai inisiatif yang tengah dikembangkan di bidang infrastruktur AI, infrastruktur digital, dan ekosistem RWA, termasuk aset lingkungan berbasis karbon dan proyek yang terkait dengan emas.
Lebih lagi, VCI Global berencana mengevaluasi tahapan sertifikasi, verifikasi, dan komersialisasi aset kehutanan tersebut secara bertahap sesuai standar pasar karbon internasional.
Pihak manajemen menegaskan model operasional VCI Global berfokus pada pembangunan platform yang dapat diskalakan, percepatan pertumbuhan ekosistem, serta penciptaan peluang monetisasi strategis. Strategi tersebut mencakup pemisahan unit usaha (spin-off), kemitraan infrastruktur, transaksi strategis, dan inisiatif pasar modal.
Saat ini perusahaan memperkirakan setidaknya satu inisiatif spin-off ekosistem strategis akan direalisasikan pada tahun ini sebagai bagian dari strategi monetisasi platform yang lebih luas.
VCI Global juga meyakini aset lingkungan berbasis karbon akan menjadi komponen yang semakin penting dalam ekosistem infrastruktur AI di masa depan, seiring ekspansi digital global yang meningkatkan perhatian terhadap keberlanjutan, efisiensi energi, dan pengelolaan karbon jangka panjang.
“Tesla merupakan salah satu pelopor awal yang membuktikan bagaimana ekosistem kredit karbon dapat melengkapi bisnis teknologi dan energi dengan pertumbuhan tinggi. Kami melihat konvergensi serupa kini mulai terbentuk dalam lanskap infrastruktur AI,” ujar manajemen VCI Global.
Menurut perusahaan, ekspansi infrastruktur AI global mendorong peningkatan kebutuhan terhadap ekosistem digital yang berkelanjutan dan berorientasi pada pengelolaan karbon.
Chief Executive Officer V Gallant Limited, Audrey Liu, mengatakan aset lingkungan berbasis karbon akan menjadi bagian strategis yang semakin penting dalam generasi berikutnya dari infrastruktur AI dan ekosistem RWA berbasis digital.
“Dengan sekitar 241.000 hektare aset kehutanan di Indonesia, platform ini memperkuat strategi jangka panjang kami dalam pengembangan infrastruktur AI, kredit karbon, dan ekosistem RWA, sekaligus mendukung inisiatif keberlanjutan regional serta pelestarian ekosistem hutan hujan yang penting,” ujarnya.
VCI Global menilai transaksi ini semakin memperkuat posisi jangka panjang perusahaan dalam tren konvergensi yang berkembang antara infrastruktur AI, aset berbasis keberlanjutan, dan ekosistem RWA berbasis digital.
Berdasarkan perjanjian definitif tersebut, nilai transaksi akan dipenuhi melalui penerbitan saham Kelas A dan Kelas B milik V Gallant, dengan tetap tunduk pada persyaratan penyelesaian transaksi yang lazim, prosedur verifikasi berbasis pencapaian target, serta mekanisme perlindungan pemegang saham.
Perusahaan akan terus melakukan uji tuntas teknis, hukum, dan operasional sebelum transaksi diselesaikan sepenuhnya, serta akan menyampaikan perkembangan lebih lanjut apabila terdapat informasi material baru.
Tentang V Gallant Limited
V Gallant Limited merupakan anak usaha VCI Global Limited (NASDAQ: VCIG) yang berbasis di Malaysia dan bergerak di bidang penyediaan infrastruktur AI, layanan GPU-as-a-Service, serta solusi keamanan siber.
Sebagai perusahaan infrastruktur dan solusi kecerdasan buatan yang terintegrasi, V Gallant berfokus menghadirkan teknologi AI yang lebih mudah digunakan, dapat diskalakan, dan terjangkau bagi individu, perusahaan rintisan, maupun korporasi.
Misi utama perusahaan adalah mengurangi hambatan teknis dan biaya yang selama ini membatasi adopsi serta implementasi AI secara luas.
Ekosistem perusahaan menggabungkan analitik yang mengutamakan privasi, sumber daya komputasi yang fleksibel, serta layanan rekayasa teknologi yang didukung secara langsung oleh tim ahli.
Beberapa layanan utama yang ditawarkan antara lain:
- Intelli-X, platform analitik dan wawasan cerdas yang dapat diskalakan;
- Compute-X, layanan server GPU yang telah dikonfigurasi sebelumnya dengan opsi sewa hingga kepemilikan (rent-to-own);
- GPU Lounge, ruang kerja kolaboratif yang menyediakan akses sesuai kebutuhan terhadap infrastruktur komputasi mutakhir.
Selain itu, tim konsultasi internal V Gallant bekerja sama dengan klien untuk merancang, mengembangkan, dan menerapkan solusi AI yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing, didukung oleh tenaga teknik lokal.
Melayani kebutuhan bisnis dan komunitas di Malaysia maupun pasar internasional, V Gallant berupaya mendemokratisasi adopsi AI melalui infrastruktur terintegrasi, sumber daya bersama, dan solusi inovatif yang dapat tumbuh seiring ambisi organisasi.
Tentang VCI Global Limited
VCI Global Limited (NASDAQ: VCIG) merupakan platform operasional berbasis AI yang dirancang untuk memperluas skala dan mengoptimalkan bisnis melalui pengelolaan kecerdasan, data, dan disiplin alokasi modal secara terpusat.
Perusahaan mengoperasikan model berbasis platform, di mana anak perusahaan, afiliasi, dan perusahaan portofolio terhubung dengan sistem AI, data, tata kelola, dan alokasi modal terpusat milik VCI Global. Model ini memungkinkan eksekusi bisnis yang lebih cepat, efisiensi penggunaan modal yang lebih tinggi, serta pertumbuhan yang dapat diskalakan di berbagai sektor industri.
Platform VCI Global memusatkan proses eksekusi berbasis AI, kerangka indikator kinerja utama (KPI) yang terstandarisasi, pengendalian keuangan dan tata kelola, serta strategi alokasi modal. Sementara itu, unit usaha operasional berfokus pada penciptaan pendapatan, pengelolaan hubungan pelanggan, dan pelaksanaan operasional di tingkat lokal.
Saat ini perusahaan memiliki eksposur bisnis di sektor konsultasi, AI dan infrastruktur digital, aset digital, energi, otomotif, serta sektor konsumen. VCI Global juga secara berkelanjutan mengevaluasi peluang untuk memperbesar skala usaha, melakukan spin-off, divestasi, atau menghentikan bisnis tertentu berdasarkan kinerja, potensi pertumbuhan, dan tingkat pengembalian modal.
Melalui pendekatan yang berpusat pada platform, VCI Global menargetkan peningkatan produktivitas, kesiapan menuju penawaran saham perdana (IPO), serta penciptaan nilai jangka panjang melalui pertumbuhan yang disiplin dan alokasi modal yang selektif.

