HONG KONG, 2 Juli 2026/JavaRilis — PT Merdeka Gold Resources Tbk (“Merdeka Gold Resources”, “MGR”, atau “Perseroan”; IDX: EMAS), pemilik dan operator Tambang Emas Pani serta anak usaha PT Merdeka Copper Gold Tbk (“MDKA” atau “Grup”; IDX: MDKA), resmi melakukan pencatatan saham sekunder (secondary listing) di Papan Utama Bursa Efek Hong Kong (“HKEX”) dalam bentuk Hong Kong Depositary Receipts (“HDR”). Saham MGR mulai diperdagangkan pada 26 Juni 2026 dengan kode saham 6228.
Pencatatan sekunder MGR di Papan Utama HKEX menjadi tonggak sejarah bagi MGR, serta menandai babak baru bagi pasar modal Indonesia di kancah global. Di tengah kondisi makroekonomi yang masih tidak menentu, keberhasilan MGR merampungkan penawaran umum lintasnegara (cross-border public offering) menegaskan daya tahan bisnis perusahaan ini. Setelah melewati ketatnya persyaratan regulasi, tata kelola perusahaan, dan standar keterbukaan informasi di salah satu pusat keuangan internasional terkemuka dunia, MGR memperoleh validasi internasional yang melampaui tolok ukur di pasar berkembang pada umumnya. Pencapaian tersebut juga mencerminkan kepercayaan investor internasional kelas atas terhadap aset Indonesia berkualitas dengan fundamental yang solid. Sebagai langkah bersejarah, listing ini dapat menginspirasi lebih banyak perusahaan Indonesia yang berambisi global, serta turut mendongkrak daya saing dan posisi Indonesia dalam ekosistem keuangan dunia.
Sejumlah tokoh turut hadir dalam seremoni pencatatan ini, antara lain The Hon Christopher Hui, GBS, JP (Secretary for Financial Services and the Treasury Hong Kong); Santoso Kartono (Komisaris Utama MGR); Xinyu Wang (Komisaris MGR); Suryadinata Tanu (Direktur MGR); Christina Choi (Executive Director Securities and Futures Commission); Dr. Kelvin Wong, SBS, JP (Chairman Securities and Futures Commission); Dr. Jona Widhagdo Putri (Komisaris Independen MGR); Carlson Tong (Chairman Hong Kong Exchanges and Clearing Limited); Julian Lee (Wakil Ketua HKEX Listing Committee); Bonnie Y. Chan (Chief Executive Officer Hong Kong Exchanges and Clearing Limited); Boyke Poerbaya Abidin (Direktur Utama MGR); Jessica Wattimena (Perwakilan Resmi MGR); serta John Mackay McCulloch Williamson (Komisaris Independen MGR).
Turut hadir pula sejumlah perwakilan dari mitra industri, di antaranya Vincent Liu (CNGR Advanced Material Co., Ltd.), Xin Zhi (Provident Capital Partners), Liguo Ding (Delong Iron and Steel Industry Group Co., Ltd.), Xuehua Chen (Zhejiang Huayou Cobalt Co., Ltd.), Mingqing Gao dan Jinzhu Gao (Wanguo Gold Group Limited), serta Shizhou Yin (JCHX Mining Management Co., Ltd.).
Sebagai simbol seremoni pencatatan, Santoso Kartono selaku Komisaris Utama MGR memukul gong sebagai tanda suksesnya listing perseroan di Papan Utama HKEX. Dr. Jona Widhagdo Putri, Komisaris Independen MGR, turut menyampaikan sambutan dalam acara tersebut. Sementara itu, Direktur Utama MGR, Boyke Poerbaya Abidin, memberikan cendera mata kepada pihak HKEX sebagai bentuk apresiasi atas kerja sama yang terjalin.
Tentang PT Merdeka Gold Resources Tbk
PT Merdeka Gold Resources Tbk (IDX: EMAS) merupakan perusahaan tambang emas Indonesia yang mayoritas sahamnya dimiliki oleh PT Merdeka Copper Gold Tbk (IDX: MDKA). Perseroan resmi tercatat di Bursa Efek Indonesia pada September 2025, sebagai bagian dari upaya Grup mengoptimalkan struktur modal, serta meningkatkan transparansi korporasi. Aset utama MGR adalah Tambang Emas Pani di Gorontalo, salah satu tambang emas primer terbesar di Indonesia, dengan sumber daya mineral yang mencapai 7,0 juta ons emas dan estimasi umur tambang sekitar 15 tahun. Produksi tambang ini didukung fasilitas Heap Leach (“HL”) dengan kapasitas awal 8 juta ton per tahun. Tambang Emas Pani memulai aktivitas penambangan awal pada Oktober 2025, mencatatkan produksi emas pertama pada Februari 2026, dan merampungkan penjualan emas pertamanya pada Maret 2026. Perseroan juga berencana mengembangkan fasilitas Carbon-in-Leach (“CIL”) yang ditargetkan mulai beroperasi pada 2028 dengan kapasitas yang ditingkatkan hingga 22 juta ton per tahun pada tahun yang sama sehingga produksi puncak berpotensi mencapai sekitar 545.000 ons emas per tahun pada 2031.

