JAKARTA, 13 Februari 2026/ JavaRilis – Mitsubishi Power, merek solusi pembangkit listrik milik Mitsubishi Heavy Industries, menggelar Energy Forward Forum di Fairmont Hotel Jakarta, Indonesia. Ajang ini mempertemukan para pembuat kebijakan, perusahaan utilitas, produsen listrik, serta pemangku kepentingan industri untuk bertukar pandangan mengenai perkembangan sektor energi Indonesia dan langkah-langkah praktis yang diperlukan guna mendukung sistem kelistrikan yang andal dan berkelanjutan.
Acara setengah hari tersebut menjadi wadah dialog dan pertukaran pengetahuan di tengah meningkatnya kebutuhan listrik nasional serta upaya transisi energi yang tercermin dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025–2034. Diskusi berfokus pada perkembangan pasar, jalur teknologi, serta solusi yang dapat diterapkan untuk memperkuat ketahanan energi sekaligus mendukung keberlanjutan jangka panjang.
Energy Forward dihadiri oleh sejumlah pejabat senior pemerintah dan perusahaan milik negara, antara lain Ahmad Amiruddin, Direktur Program Ketenagalistrikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM); Evy Haryadi, Chief Technology and Sustainability Officer PT PLN (Persero); serta Kenji Enoshita, Minister (Economic Affairs) Kedutaan Besar Jepang di Indonesia. Acara ini juga diikuti para pemimpin perusahaan utilitas, produsen listrik independen, dan pelaku sektor swasta.
Membuka forum tersebut, Daichi Nakajima, Executive Vice President Mitsubishi Power, mengatakan Indonesia saat ini berada pada titik penting dalam perjalanan transformasi energinya, di mana permintaan listrik terus meningkat seiring tuntutan terhadap keberlanjutan.
“Selama bertahun-tahun, Mitsubishi Power telah mendampingi Indonesia dalam berbagai fase pertumbuhan maupun tantangan. Salah satunya melalui proyek pembangkit listrik tenaga gas dan uap (PLTGU) Muara Karang yang berhasil diselesaikan melalui kolaborasi erat bahkan di tengah puncak pandemi COVID-19. Ke depan, kami siap terus mendukung Indonesia melalui berbagai solusi, mulai dari optimalisasi aset pembangkit termal yang ada, teknologi gas, panas bumi, layanan operasional, hingga teknologi digital untuk memperkuat ketahanan energi saat ini sekaligus mempersiapkan masa depan,” ujarnya.
Menyoroti pentingnya kolaborasi dalam ekosistem energi, Kementerian ESDM menyampaikan bahwa pengembangan sektor energi Indonesia berfokus pada penyediaan listrik yang andal, berkualitas tinggi, dan terjangkau guna mendukung pertumbuhan yang merata dan berdaya tahan.
Seiring meningkatnya porsi energi terbarukan yang bersifat variabel, gas alam dinilai tetap memiliki peran strategis dalam menjaga stabilitas sistem kelistrikan selama masa transisi menuju energi rendah karbon. Gas alam menawarkan fleksibilitas operasional dan kemampuan respons yang cepat untuk menyeimbangkan jaringan listrik. Dalam jangka panjang, peran tersebut berpotensi berkembang melalui penerapan teknologi seperti pencampuran hidrogen (hydrogen blending) dan solusi penangkapan karbon, sesuai dengan tingkat kesiapan teknologinya.
Transisi energi tersebut membutuhkan kolaborasi erat antara investor, perusahaan utilitas, dan penyedia teknologi guna memperkuat infrastruktur energi bersih dan andal.
Forum ini juga menghadirkan paparan mengenai prospek pasar energi Indonesia yang disampaikan oleh Daven Tjandradjaja, Principal di Boston Consulting Group (BCG). Sesi tersebut dilanjutkan dengan diskusi panel bertajuk “Towards Sustainable Energy Supply: Supporting Indonesia’s Energy Transition and Economic Growth”.
Diskusi menghadirkan Bernadus Sudarmanta, Direktur Utama PLN Indonesia Power; Fazil E. Alfitri, Direktur Utama Paiton Energy; Hendra Soetjipto Tan, Direktur Utama Barito Renewables Energy; serta Nobuhiro Kawai, Direktur Utama Mitsubishi Power Indonesia. Diskusi dipandu oleh Sacha Winzenried, Energy Transition Leader PwC Indonesia.
Sepanjang sesi berlangsung, para pembicara menekankan pentingnya transisi energi yang dilakukan secara bertahap dan terintegrasi. Mereka menyoroti bahwa pembangkit baseload yang andal, energi terbarukan, serta infrastruktur pendukung harus dikembangkan secara paralel untuk memenuhi kebutuhan energi Indonesia yang terus meningkat.
Para peserta juga menegaskan pentingnya keunggulan operasional, kesiapan teknologi, dan kemitraan multipemangku kepentingan dalam mendukung ketahanan energi sekaligus pertumbuhan ekonomi Indonesia dalam satu dekade mendatang.
Dalam sesi khusus mengenai solusi energi, Mitsubishi Power memaparkan berbagai pengalaman dari portofolio teknologi pembangkit listrik terintegrasinya, yang mencakup turbin gas skala besar, turbin gas aero-derivative, layanan operasional, serta solusi panas bumi. Diskusi menyoroti aspek implementasi, kinerja operasional, dan berbagai pembelajaran dari penerapan teknologi tersebut di lapangan.
Selama beberapa dekade, Mitsubishi Power telah mendukung sektor ketenagalistrikan Indonesia melalui berbagai solusi berbasis gas, panas bumi, dan layanan operasional, dengan bekerja sama erat bersama pelanggan serta mitra lokal untuk menghadirkan pasokan listrik yang andal.
Penyelenggaraan Energy Forward mencerminkan komitmen berkelanjutan Mitsubishi Power dalam mendorong kolaborasi dan berbagi keahlian praktis guna mendukung penguatan fondasi sistem energi Indonesia untuk tahun-tahun mendatang.

