JAKARTA dan DANVILLE, California, 12 Juni 2026/ JavaRilis — Indonesia Energy Corporation (NYSE American: INDO) (IEC), perusahaan eksplorasi dan produksi migas yang beroperasi di Indonesia, melaporkan bahwa proses pengangkatan rig dan evaluasi keamanan rig selesai dilakukan setelah tahap mobilisasi rig. Dengan perkembangan tersebut, IEC memastikan pengeboran sumur pertama dari dua sumur yang direncanakan di Blok Kruh tetap berlangsung sesuai jadwal.

Menurut IEC, tim lapangan telah menyelesaikan pemasangan rig dan tengah menjalankan pengujian internal. IEC juga memastikan seluruh tahapan lanjutan yang sebelumnya dipaparkan dalam siaran pers pada 26 Mei 2026 masih berjalan sesuai jadwal.

Berikut perkembangan terbaru jadwal pengeboran sumur K-29:

  • Instalasi dan pemasangan rig yang sebelumnya ditargetkan selesai pada awal Juni 2026 kini telah rampung. Rig saat ini memasuki tahap pengujian fungsi internal.
  • Kesiapan rig dan kru, yang ditargetkan pada pertengahan Juni 2026, menunjukkan kemajuan signifikan. Perusahaan telah merekrut 98 dari total 102 personel yang dibutuhkan, sementara empat posisi terakhir masih dalam proses seleksi. Seluruh proses perekrutan diperkirakan selesai pada pekan yang dimulai 15 Juni 2026.
  • Pengujian fungsi, yang dijadwalkan berlangsung pada pertengahan hingga akhir Juni 2026, saat ini sedang berjalan dan diperkirakan selesai pada pekan yang dimulai 15 Juni 2026.
  • Inspeksi pemerintah, yang dijadwalkan pada akhir Juni 2026, akan dilakukan oleh Pertamina EP setelah pengujian fungsi selesai. Perseroan memperkirakan tahapan ini tetap berlangsung sesuai jadwal.
  • Tanggal spud (mulai pengeboran) masih ditargetkan berlangsung pada akhir Juni 2026 sesuai rencana.

Setelah menyelesaikan pengeboran sumur K-29, IEC berencana melanjutkan aktivitas pengeboran di sumur WK-5 sebagai bagian dari program pengeboran Blok Kruh.

Proyek pengeboran ini berlangsung pada momen yang menguntungkan bagi IEC, mengingat harga minyak global masih bertahan pada level tinggi di tengah ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang terus berlanjut.

Presiden IEC, Frank Ingriselli, mengatakan tim operasional berhasil mengatasi berbagai tantangan logistik yang tidak terduga, serta kendala industri yang memengaruhi Indonesia maupun pasar global.

“Kami sangat puas dengan kemampuan tim operasional dalam mengelola tantangan logistik yang di luar prediksi, serta berbagai hambatan industri yang sebelumnya telah kami laporkan. Kami juga gembira, karena tim mampu menjaga seluruh tahapan tetap berjalan sesuai jadwal yang disampaikan dua pekan lalu. Kami akan terus memberikan perkembangan terbaru kepada pasar selama fase operasional ini berlangsung. Kami juga mengajak para investor untuk melihat foto dan video terbaru yang menunjukkan progres pekerjaan di lokasi sumur. Kami meyakini aset-aset kami di Indonesia, ditambah kondisi harga minyak saat ini, menempatkan IEC pada posisi yang kuat untuk menjalankan strategi peningkatan imbal hasil investasi dan menciptakan nilai tambah bagi pemegang saham,” ujar Ingriselli.

Tentang Indonesia Energy Corporation Limited

Indonesia Energy Corporation Limited (NYSE American: INDO) merupakan perusahaan energi yang tercatat di bursa efek Amerika Serikat,  berfokus pada akuisisi dan pengembangan proyek-proyek energi strategis dengan potensi pertumbuhan tinggi di Indonesia.

Aset utama IEC mencakup Blok Kruh seluas 63.000 hektar yang berlokasi di daratan Pulau Sumatra serta Blok Citarum seluas 195.000 hektar yang berada di daratan Pulau Jawa. IEC berkantor pusat di Jakarta dan memiliki kantor perwakilan di Danville, California, Amerika Serikat.

Informasi lebih lanjut mengenai IEC tersedia di situs perusahaan, www.indo-energy.com.