JAKARTA, 18 Agustus 2026/ JavaRilis — CoreWeave Inc. (Nasdaq: CRWV), penyedia platform AI cloud, berekspansi ke Indonesia dengan membangun pusat data pertamanya di kawasan Asia Pasifik.
Ekspansi tersebut mencakup pembangunan tiga fasilitas dengan total kapasitas daya TI terkontrak sebesar 360 megawatt (MW) yang mulai beroperasi pada 2028. CoreWeave akan memiliki sekaligus mengoperasikan infrastruktur komputasi di ketiga fasilitas tersebut sehingga seluruh layanan AI cloud perusahaan dapat dimanfaatkan oleh laboratorium riset, usaha rintisan, hingga pelanggan korporasi di Asia Tenggara.
Permintaan terhadap layanan AI cloud terus meningkat dan kini meluas jauh di luar pasar utama CoreWeave di Amerika Serikat maupun Eropa. Di Asia, perusahaan, pengembang AI, hingga pemerintah semakin membutuhkan kapasitas komputasi yang berada lebih dekat dengan lokasi data dan pengguna. Kebutuhan tersebut didorong oleh semakin banyaknya aplikasi AI yang membutuhkan latensi rendah dan tuntutan kepatuhan regulasi terhadap aturan penyimpanan data di dalam negeri (data locality).
Ekspansi ke Indonesia menjadi langkah strategis CoreWeave untuk memenuhi kebutuhan tersebut dan memperluas layanannya bagi ekosistem AI di kawasan Asia Pasifik.
Chief Operating Officer CoreWeave Sachin Jain mengatakan perusahaan memilih berekspansi ke wilayah yang mampu memberikan kapasitas komputasi, kinerja, dan keandalan terbaik bagi para pelaku inovasi AI.
“Indonesia berinvestasi besar dalam pengembangan talenta AI dan penguatan kapasitas digital, dan hasilnya mulai terlihat. Negara ini berkembang menjadi salah satu tujuan investasi teknologi global dengan pertumbuhan tercepat di Asia Tenggara. Melalui ekspansi ini, perusahaan, pelaku AI, dan pemerintah dapat mengakses kapasitas komputasi AI, baik di dalam negeri maupun melalui jaringan global CoreWeave, untuk menciptakan keunggulan kompetitif,” ujar Sachin Jain.
Investasi tersebut juga sejalan dengan agenda pemerintah Indonesia dalam memperkuat infrastruktur digital, meningkatkan kapabilitas AI nasional, serta memperkokoh posisi Indonesia sebagai salah satu pusat ekonomi digital di kawasan.
Selain membangun pusat data, CoreWeave berencana merekrut dan mengembangkan talenta lokal yang akan mengoperasikan fasilitas tersebut. Langkah ini diharapkan turut mendukung pengembangan tenaga ahli teknologi di Indonesia.
Fasilitas baru di Indonesia semakin memperluas jejak infrastruktur global CoreWeave. Hingga 31 Maret 2026, perusahaan mengoperasikan 49 pusat data di berbagai negara dengan kapasitas daya aktif lebih dari 1 gigawatt (GW) dan total daya terkontrak melampaui 3,5 GW untuk mendukung beban kerja AI berskala besar.
Platform AI cloud CoreWeave juga terus mencatat berbagai pencapaian industri. Perusahaan membukukan hasil terbaik pada benchmark MLPerf untuk pelatihan maupun inferensi model AI, menjadi satu-satunya penyedia AI cloud yang meraih peringkat Platinum pada SemiAnalysis ClusterMAX™ 1.0 dan 2.0, serta menduduki peringkat pertama dalam kecepatan inferensi dan efisiensi biaya (price-performance) untuk model Kimi K2.6 milik Moonshot AI berdasarkan pengujian independen oleh Artificial Analysis.
Tentang CoreWeave
CoreWeave merupakan penyedia platform AI cloud yang dirancang khusus untuk mendukung pengembangan dan penerapan kecerdasan buatan. Perusahaan menyediakan kombinasi infrastruktur, teknologi, dan dukungan teknis yang memungkinkan pelanggan membangun serta mengembangkan aplikasi AI dengan lebih cepat dan andal.
Platform CoreWeave telah digunakan oleh berbagai laboratorium AI terkemuka, startup, dan perusahaan global untuk mempercepat inovasi di bidang kecerdasan buatan.
Didirikan pada 2017, CoreWeave resmi melantai di Nasdaq dengan kode saham CRWV pada Maret 2025.

