JAKARTA, 14 Juni 2026/ JavaRilis — Jakarta kembali menunjukkan kapasitasnya sebagai tuan rumah ajang olahraga berskala internasional. BTN Jakarta International Marathon (BTN JAKIM) 2026, berlangsung pada 13–14 Juni, sukses menarik partisipasi lebih dari 45.500 pelari dari dalam dan luar negeri, termasuk 1.012 peserta internasional yang berasal dari 52 negara.

Penyelenggaraan BTN JAKIM 2026 yang digagas PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) bersama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Indonesia Muda Road Runner (IMRR) tidak hanya menghadirkan atmosfer kompetisi yang meriah, namun juga semakin mengukuhkan posisi Jakarta sebagai salah satu destinasi sport tourism yang kian diperhitungkan di Asia Tenggara.

Tahun ini, BTN JAKIM mempertandingkan empat nomor lomba, yakni 5K, 10K, Half Marathon (21K), dan Marathon (42K). Ribuan pelari memadati ruas-ruas jalan utama ibu kota, sementara masyarakat yang memadati area perlombaan turut menciptakan suasana semarak di sepanjang lintasan. Para peserta berlari melintasi sejumlah ikon kota, mulai dari kawasan Monumen Nasional (Monas) hingga Gelora Bung Karno (GBK), menjadikan ajang ini sekaligus etalase Jakarta di mata dunia.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menilai keberhasilan BTN JAKIM 2026 menjadi bukti bahwa Jakarta mampu menggelar ajang olahraga kelas dunia dengan aman, tertib, dan profesional.

“BTN Jakarta International Marathon 2026 menunjukkan bahwa Jakarta siap menjadi tuan rumah event olahraga internasional. Kami berterima kasih atas dukungan masyarakat Jakarta dan seluruh pemangku kepentingan yang terlibat. Selain mendorong gaya hidup sehat, kegiatan ini juga memperlihatkan wajah Jakarta sebagai kota global yang terbuka bagi peserta dan pengunjung dari berbagai negara,” ujar Pramono.

Menurut dia, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan terus mendukung pengembangan BTN JAKIM agar tumbuh menjadi ajang yang semakin besar dan memberikan dampak yang lebih luas, terutama menjelang perayaan 500 tahun Kota Jakarta pada tahun depan.

Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk Nixon LP Napitupulu mengatakan tingginya partisipasi dalam BTN JAKIM 2026 mencerminkan semakin kuatnya budaya hidup sehat di tengah masyarakat. Di sisi lain, ajang tersebut juga menghadirkan efek berganda (multiplier effect) bagi perekonomian kota.

“Antusiasme pelari, penonton, relawan, dan masyarakat sepanjang acara berlangsung sangat luar biasa. Event seperti BTN JAKIM bukan hanya tentang olahraga, tetapi juga mampu menggerakkan berbagai sektor ekonomi, mulai dari perhotelan, pariwisata, transportasi, ritel hingga UMKM. Nilai inilah yang ingin terus kami bangun melalui BTN JAKIM,” kata Nixon.

Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir menilai perkembangan sport tourism di Indonesia menunjukkan tren yang semakin positif. Menurut dia, olahraga kini tidak hanya berperan dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat, tetapi juga menjadi salah satu motor pertumbuhan ekonomi.

“Dengan jumlah peserta yang mencapai lebih dari 45.000 pelari, dampak yang dihasilkan sangat besar. Ini menunjukkan bahwa olahraga memiliki potensi yang luar biasa sebagai penggerak aktivitas ekonomi sekaligus sarana membangun masyarakat yang lebih sehat,” ujar Erick.

Ia menambahkan, Indonesia saat ini tengah menjajaki peluang kerja sama dengan sejumlah negara di kawasan untuk membentuk sirkuit marathon Asia Tenggara. Inisiatif tersebut diharapkan dapat memperkuat ekosistem olahraga lari sekaligus meningkatkan arus wisata olahraga antarnegara di kawasan.

Selain menyedot puluhan ribu peserta, BTN JAKIM 2026 juga memberikan kontribusi ekonomi yang signifikan. Berdasarkan proyeksi IMRR, ajang ini diperkirakan menghasilkan dampak ekonomi sekitar Rp225 miliar, meningkat tajam dibandingkan tahun sebelumnya.

Kehadiran peserta dari berbagai daerah dan negara turut mendongkrak tingkat hunian hotel di sejumlah kawasan utama Jakarta, terutama di koridor bisnis Sudirman, Senayan, dan Thamrin. Kondisi tersebut memperlihatkan bagaimana sebuah ajang olahraga mampu memberikan manfaat langsung bagi sektor pariwisata dan industri pendukung lainnya.

Dari sisi partisipasi internasional, Malaysia, Singapura, dan Korea Selatan menjadi negara penyumbang peserta terbanyak. Meningkatnya jumlah pelari mancanegara dari tahun ke tahun mencerminkan semakin besarnya daya tarik Jakarta dalam kalender event lari internasional.

Pada kategori Marathon Open Putra, pelari Kenya Kennedy Njogu Muhia tampil sebagai juara setelah mencatatkan waktu 2 jam 16 menit 23 detik. Posisi kedua ditempati rekan senegaranya, Ezekiel Kemboi Omullo, dengan waktu 2:16:43, sementara Abdi Asefa Kebede dari Ethiopia finis di posisi ketiga dengan catatan 2:20:04.

Di kategori Marathon Open Putri, pelari Kenya Alemnesh Herpha Guta meraih gelar juara dengan waktu 2:36:54. Meseret Dinke Meleka dari Ethiopia menyusul di posisi kedua dengan waktu 2:37:50, sementara Eunice Nyawira Muchiri dari Kenya menempati posisi ketiga dengan catatan 2:39:17.

Pada kategori Marathon Nasional Putra, Robi Syanturi berhasil menjadi yang tercepat dengan waktu 2:27:58. Nofeldi Petingko menyusul di posisi kedua dengan catatan 2:28:20, sementara Sedilta Pilon Nubatonis menempati posisi ketiga dengan waktu 2:33:20.

Adapun di kategori Marathon Nasional Putri, Isania Tarigan tampil sebagai juara nasional setelah mencatat waktu 3:08:47. Posisi kedua diraih Cilpia Manalu dengan waktu 3:16:20, disusul Sharfina Sheila Rosada yang mencatatkan waktu 3:27:29.

BTN JAKIM 2026 juga menggelar nomor 5K dan 10K pada hari pertama perlombaan. Pandu Sukarya dan Marhaendrassiwi keluar sebagai juara kategori Nasional 5K Putra dan Putri. Sementara itu, Rikki Marthin dan Agustina Mardika menjadi yang terbaik pada kategori Nasional 10K Putra dan Putri.

Seiring dengan perkembangannya, BTN Jakarta International Marathon kini telah menjadi lebih dari sekadar ajang lomba lari. Event ini menjadi wadah yang mempertemukan komunitas, mendorong gaya hidup sehat, menggerakkan ekonomi lokal, serta memperkuat citra Jakarta sebagai kota yang mampu menyelenggarakan ajang internasional berskala besar.

Kesuksesan BTN JAKIM 2026 merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak, mulai dari BTN, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Kementerian Pemuda dan Olahraga, Danantara Indonesia, IMRR, aparat keamanan, relawan, hingga masyarakat luas.

Dengan skala penyelenggaraan yang terus meningkat dan partisipasi internasional yang semakin besar, BTN JAKIM berpotensi menjadi salah satu marathon paling bergengsi di kawasan sekaligus memperkuat langkah Jakarta menuju destinasi sport tourism kelas dunia. (***)