BIOT menyiapkan investasi awal sekitar US$1 juta untuk membuka lima klinik di lima kota besar Indonesia. Konsep klinik yang mengusung standar layanan Jepang ini diharapkan menjadi fondasi bagi pengembangan bisnis pengobatan regeneratif (regenerative medicine) di Asia Tenggara.

NEW YORK & TOKYO, 14 Agustus 2026/ JavaRilis – INSTINCT BIO TECHNICAL COMPANY HOLDINGS INC. (NASDAQ: BIOT) mengumumkan rencana peluncuran merek klinik estetika asal Jepang GENRÊVER CLINIC ke Indonesia melalui kerja sama dengan seorang dokter lokal.

Melalui kemitraan tersebut, BIOT akan mengembangkan jaringan klinik kecantikan berbasis keanggotaan (subscription) yang menawarkan biaya berlangganan bulanan dengan sistem yang transparan serta fleksibilitas bagi pelanggan untuk menghentikan keanggotaan kapan saja.

Perusahaan menilai model ini menawarkan pendekatan baru di pasar klinik estetika Indonesia yang selama ini umumnya mengandalkan penjualan paket perawatan atau pembayaran di muka. Selain membuka peluang sumber pendapatan berulang (recurring revenue), model tersebut juga diharapkan dapat memberikan pengalaman yang lebih sederhana dan nyaman bagi pelanggan.

Inisiatif ini menjadi bagian dari strategi BIOT untuk memperluas kehadirannya di sektor estetika medis sekaligus membangun ekosistem yang dapat mendukung pengembangan bisnis pengobatan regeneratif, termasuk teknologi stem cell dan induced pluripotent stem cell (iPS cell), pada masa mendatang.

Bidik Pasar Estetika Medis yang Terus Bertumbuh

BIOT menilai Indonesia merupakan salah satu pasar estetika medis dengan prospek pertumbuhan yang menarik di Asia. Nilai pasar diperkirakan meningkat dari sekitar US$260 juta pada 2023 menjadi hampir US$500 juta pada 2029, dengan tingkat pertumbuhan tahunan majemuk (CAGR) sekitar 11,5%. Pertumbuhan tersebut didorong oleh meningkatnya jumlah masyarakat berpenghasilan menengah hingga atas, naiknya daya beli, serta semakin besarnya perhatian terhadap perawatan diri.

Untuk tahap awal, BIOT menyiapkan investasi sekitar US$1 juta guna membuka lima klinik yang akan dikelola secara langsung di Jakarta, Surabaya, Bandung, Medan, dan Bali.

Seluruh klinik akan mengadopsi standar operasional, peralatan, serta protokol layanan yang seragam guna menjaga kualitas layanan sekaligus meningkatkan efisiensi operasional.

Jakarta akan menjadi lokasi pertama sebagai klinik percontohan untuk menguji model bisnis dan respons pasar sebelum perusahaan mempertimbangkan ekspansi ke kota-kota lain. Pengembangan berikutnya akan dievaluasi berdasarkan kinerja operasional, kondisi pasar, serta ketersediaan arus kas, dengan sebagian pendanaan diharapkan berasal dari laba operasional klinik.

Mengandalkan Model Berlangganan

Berbeda dengan sebagian besar klinik estetika yang mengandalkan penjualan paket perawatan, GENRÊVER CLINIC akan menerapkan sistem keanggotaan bulanan. Melalui skema ini, pelanggan dapat mengakses layanan estetika tertentu dengan biaya tetap setiap bulan tanpa kontrak jangka panjang serta memiliki fleksibilitas untuk menghentikan keanggotaan kapan saja.

Selain pendapatan dari keanggotaan, BIOT juga berencana memanfaatkan jaringan klinik tersebut sebagai saluran distribusi bagi berbagai produk yang dikembangkan menggunakan teknologi milik perusahaan. Dengan demikian, jaringan klinik tidak hanya menjadi pusat layanan kesehatan estetika, tetapi juga mendukung integrasi bisnis material, produk perawatan kulit, serta pengobatan regeneratif yang dikembangkan BIOT.

Setiap GENRÊVER CLINIC juga dirancang menghadirkan konsep kafe bergaya Jepang yang menyajikan berbagai produk, seperti minuman matcha dan aneka roti, guna memperkaya pengalaman pelanggan sekaligus memperkuat identitas merek Jepang.

Operasional bisnis di Indonesia direncanakan dilakukan melalui perusahaan penanaman modal asing (PT PMA) sesuai ketentuan yang berlaku. BIOT telah menjalin kerja sama dengan Dr. Mario Damianus Daniel Hadinoto, sosok yang akan melakukan pengawasan medis serta mendukung proses perizinan dan kepatuhan terhadap regulasi layanan kesehatan di Indonesia.

Menjadi Gerbang Menuju Bisnis Regenerative Medicine

BIOT memandang kehadiran GENRÊVER CLINIC di Indonesia sebagai langkah strategis untuk memperkuat bisnis layanan kesehatan konsumen sekaligus membuka peluang pengembangan bisnis regenerative medicine di kawasan Asia Tenggara.

Melalui jaringan klinik tersebut, BIOT berharap dapat membangun hubungan jangka panjang dengan pelanggan, memperkuat kapabilitas operasional, serta meningkatkan pengenalan merek sebelum menghadirkan berbagai inovasi kesehatan yang berkaitan dengan teknologi stem cell maupun iPS cell.

Dalam jangka panjang, perusahaan menargetkan pengembangan platform layanan kesehatan terintegrasi yang menggabungkan standar kualitas Jepang, inovasi bioteknologi, dan layanan kesehatan konsumen di kawasan Asia.

Tomoki Nagano, Chief Executive Officer BIOT, mengatakan, “Melalui GENRÊVER CLINIC, kami tidak hanya ingin membangun jaringan klinik kecantikan, tetapi juga menghadirkan platform bisnis dengan pendapatan berulang melalui sistem berlangganan yang transparan dan fleksibel. Kami akan memulai dari Jakarta untuk memvalidasi model bisnis ini sebelum memperluasnya ke kota-kota lain dengan memanfaatkan laba yang dihasilkan dari operasional. Kami melihat langkah ini sebagai fondasi menuju visi jangka panjang kami untuk menghadirkan teknologi regenerative medicine di Asia Tenggara.”

Tentang BIOT

BIOT merupakan perusahaan bioteknologi yang berfokus pada pengembangan teknologi regenerative medicine, inovasi di bidang longevity, serta berbagai platform terapi canggih. Perusahaan berkomitmen mengembangkan solusi kesehatan inovatif untuk menjawab kebutuhan medis yang belum terpenuhi sekaligus mendukung peningkatan kualitas hidup masyarakat.