Green Power Group dan Oscar Investama Siapkan “Bank Baterai” untuk Truk Listrik

JAKARTA, 9 Oktober 2026/ JavaRilis — PT Green Power Group Tbk (IDX: LABA) dan PT Oscar Investama Indonesia telah menandatangani Perjanjian Kerja Sama Pendirian, Investasi, dan Pengelolaan PT Gobattery Solusi Indonesia (GOIN) di Jakarta pada Rabu (23/9). Melalui perjanjian ini, kedua perusahaan sepakat mendirikan perusahaan di bidang energi dan solusi baterai.

Perjanjian ditandatangani oleh Direktur Utama PT Green Power Group Tbk, Chen Xiaoxiao, dan Direktur PT Oscar Investama Indonesia, Williem Tanjung Oscar. Dalam susunan awal yang direncanakan, Chen Xiaoxiao akan menjabat sebagai Direktur dan Williem Tanjung Oscar sebagai Komisaris perusahaan.

Perusahaan dirancang untuk menjalankan usaha di sepanjang rantai layanan baterai. Cakupannya meliputi perdagangan dan penyewaan baterai serta peralatan listrik, penyimpanan tenaga listrik, dan pemasangan jaringan listrik. perusahaan juga akan mengoperasikan fasilitas pengisian daya kendaraan listrik serta melayani reparasi dan pemeliharaan baterai.

Sebagai fokus awal, perusahaan akan mengembangkan layanan sewa baterai (Battery-as-a-Service) untuk kendaraan niaga listrik, khususnya truk listrik. Dalam skema ini, perusahaan memiliki dan mengelola baterai, sementara operator armada cukup membayar biaya sewa bulanan. Kepemilikan baterai terpisah dari kendaraan sehingga biaya awal untuk beralih ke kendaraan listrik menjadi lebih ringan bagi pelaku usaha.

“Peluang elektrifikasi kendaraan niaga jauh lebih besar daripada sekadar menjual truk listrik. Pasar membutuhkan infrastruktur pembiayaan dan operasional yang membuat kendaraan niaga listrik layak secara bisnis, baik bagi operator armada maupun bagi lembaga pembiayaan. Melalui perusahaan, kami menyiapkan solusi baterai yang terintegrasi dengan skema pembiayaan dan pengelolaan aset untuk membangun fondasi tersebut,” ujar Chen Xiaoxiao, Direktur Utama PT Green Power Group Tbk.

Chen menambahkan, “Indonesia sedang bergerak dari tahap kebijakan kendaraan listrik menuju pemanfaatan komersial. Kami melihat saat ini adalah momentum yang tepat untuk ikut membangun standar layanan baterai bagi kendaraan niaga di Tanah Air.”

Kemitraan ini memadukan kapabilitas Green Power Group di sektor energi, baterai, dan peralatan listrik dengan pengalaman investasi dan pengembangan usaha Oscar Investama.

“Kami menyambut baik kemitraan dengan Green Power Group. Bagi operator armada, beralih ke kendaraan listrik harus masuk akal secara bisnis. Biayanya harus terkendali, kendaraannya siap beroperasi, dan layanannya bisa diandalkan. perusahaan hadir untuk menjawab kebutuhan itu,” kata Williem Tanjung Oscar, Direktur PT Oscar Investama Indonesia.

Menurut Williem, perusahaan akan mengembangkan bisnisnya secara bertahap. “Kami akan memulai dari rute-rute logistik yang terukur agar setiap langkah ekspansi didasarkan pada kinerja operasional yang nyata,” ujarnya.

Setelah penandatanganan kesepakatan tersebut, para pihak akan melanjutkan proses pendirian perusahaan. Tahapan tersebut mencakup penandatanganan akta pendirian, pengesahan badan hukum, serta pengurusan perizinan berusaha. Perusahaan akan mulai beroperasi setelah seluruh perizinan yang dipersyaratkan diperoleh.

Tentang PT Green Power Group Tbk

Didirikan pada 1989, PT Green Power Group Tbk (IDX: LABA) merupakan penyedia produk baja berkualitas tinggi dan produk turunannya untuk berbagai aplikasi serta desain cetakan (mold). Selama lebih dari tiga dekade, perusahaan yang berkedudukan di Bekasi, Jawa Barat, tersebut telah melayani berbagai sektor industri dan menjalin kemitraan dengan perusahaan nasional maupun multinasional.

Pada Juni 2024, perusahaan diakuisisi oleh PT Nev Stored Energy (NSE) dan PT Longping Investasi Indonesia (LII). Di bawah kepemimpinan baru, Green Power Group kemudian memperluas bisnis ke sektor solusi energi baru dan berkelanjutan dengan mengedepankan kualitas, kolaborasi, dan keberlanjutan.

Tentang PT Oscar Investama Indonesia dan Oscarmas

PT Oscar Investama Indonesia merupakan perusahaan investasi dan pengembangan usaha yang berkedudukan di Jakarta Selatan serta terafiliasi dengan Oscarmas.

Didirikan pada 2007, Oscarmas bergerak sebagai pemasok alat berat dan kendaraan niaga. Perusahaan dipercaya menjadi agen dan distributor sejumlah produsen internasional, di antaranya Xiamen XGMA Machinery, Guangxi Yuchai Machinery, Dongfeng Liuzhou Motor, Hyundai Heavy Industries untuk produk ekskavator, serta Sumitomo S.H.I. Construction Machinery Southeast Asia.

Kantor pusat Oscarmas berada di Jakarta, sementara fasilitas workshop berlokasi di Bekasi. Perusahaan juga memiliki jaringan kantor cabang di sejumlah kota, yakni Medan, Pekanbaru, Jambi, Palembang, Semarang, Surabaya, Pontianak, Banjarmasin, Balikpapan, Makassar, dan Kendari.

Oscarmas berkomitmen menjadi salah satu pemasok alat berat terkemuka dengan menawarkan produk berkualitas serta layanan yang mengutamakan kepuasan pelanggan.

AM Best Hadir di Ajang Indonesia Rendezvous Ke-30 di Bali

OLDWICK, N.J., 7 Oktober 2026/ JavaRilis — AM Best akan tampil dalam ajang Indonesia Rendezvous and Conference Ke-30 yang berlangsung pada 12-15 Oktober 2026 di Bali, Indonesia.

Di ajang tersebut, AM Best hadir di Booth S7. Para pengunjung dapat memperoleh informasi mengenai berbagai layanan AM Best bagi profesional industri asuransi, termasuk “Best’s Credit Ratings” dan “Best’s National Scale Rating for Indonesia”.

Rob Curtis, Managing Director sekaligus Chief Executive Officer AM Best untuk kawasan Asia Pasifik, dan Johnathan Wong, Senior Market Development Analyst, juga akan hadir untuk bertemu dengan para peserta acara. Pertemuan dengan Curtis dapat dijadwalkan melalui rob.curtis@ambest.com, sedangkan Wong dapat dihubungi melalui johnathan.wong@ambest.com.

Indonesia Rendezvous tahun ini memasuki penyelenggaraan ke-30 dengan mengusung tema “Building Confidence: Driving Sustainable Growth and Resilience”. Berlangsung di Bali International Convention Centre, ajang tersebut akan membahas solusi, wawasan, dan kerangka kerja bagi industri asuransi menjelang penerapan sejumlah kebijakan dan regulasi pemerintah yang berdampak pada sektor tersebut.

Informasi lebih lanjut mengenai Indonesia Rendezvous tersedia di situs resmi penyelenggara.

AM Best merupakan lembaga pemeringkat kredit global, penerbit berita, dan penyedia analitik data yang berfokus pada industri asuransi. Berkantor pusat di Amerika Serikat, AM Best menjalankan bisnis di lebih dari 100 negara dan memiliki kantor regional di London, Amsterdam, Dubai, Hong Kong, Singapura, dan Mexico City. Informasi lebih lanjut tersedia di situs www.ambest.com.

 

Santai Seaplane dan Kementerian Pariwisata Indonesia Buka Akses ke Destinasi Pulau Baru

DENPASAR, 5 Oktober 2026 / JavaRilis — Santai Seaplane, bagian dari Seaplane Asia, tengah membangun jaringan penerbangan yang menjawab kebutuhan geografis Indonesia dengan menghadirkan konektivitas langsung point-to-point antara hub utama dan berbagai destinasi pesisir serta kepulauan yang tidak dapat dijangkau melalui landasan pacu.

Bagi sektor pariwisata Indonesia, jaringan tersebut  mendorong wisatawan menjelajah lebih jauh dari gerbang wisata yang selama ini menjadi tujuan utama dan mengenal lebih banyak wilayah Nusantara. Dengan menghubungkan hub utama dengan destinasi pesisir dan kepulauan yang selama ini relatif sulit dijangkau, Santai Seaplane memperluas pilihan perjalanan bagi wisatawan untuk menikmati alam, budaya, dan pengalaman lokal Indonesia. Semangat Go Beyond Ordinary pun dibawa langsung ke dalam perjalanan.

Setelah menggelar pertemuan strategis tingkat tinggi, CEO Seaplane Asia Group Dennis Keller dan CEO Santai Seaplane Wirmandi Sugriat bertemu dengan Menteri Pariwisata Indonesia Widiyanti Putri Wardhana serta Wakil Menteri Pariwisata Bidang Pemasaran Ni Made Ayu Marthini. Pertemuan tersebut membahas perluasan akses pariwisata regional serta penyusunan kerangka nasional untuk lokasi pendaratan pesawat amfibi di perairan. Tahap awal mencakup Bali (Benoa), Lombok (Pantai Sira dan Mandalika), Labuan Bajo, Kangean, Maluku Utara, dan Danau Toba. Sejumlah hub dan lokasi lain akan menyusul.

“Luasnya wilayah Indonesia sebagai negara kepulauan membutuhkan solusi transportasi yang inovatif dan fleksibel. Kerja sama dengan Santai Seaplane akan memperkuat konektivitas antara destinasi pesisir terpencil dan hub utama, sekaligus membuka peluang baru bagi pariwisata bernilai tinggi dan mendorong pertumbuhan ekonomi jangka panjang bagi masyarakat di wilayah kepulauan,” kata Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana.

Santai Seaplane akan memulai operasi awal dari Bali dan sejumlah destinasi di sekitarnya pada 2026. Perusahaan akan mengoperasikan pesawat amfibi yang telah mengantongi sertifikasi penuh dengan livery resmi perusahaan. Program uji coba penerbangan juga akan digelar untuk memperkenalkan pesawat tersebut kepada mitra destinasi dan pelaku industri. Salah satunya berupa penerbangan penerbangan VIP di Labuan Bajo yang bekerja sama dengan Kementerian Pariwisata untuk memperlihatkan proses perjalanan, mulai dari lepas landas di bandara hingga mendarat di perairan.

Kerja sama ini juga mencakup armada pesawat. Atas undangan Kementerian Pariwisata, Santai Seaplane akan memasang identitas resmi pariwisata Indonesia, “Wonderful Indonesia”, pada seluruh armadanya. Dengan begitu, merek pariwisata nasional tersebut akan hadir di setiap rute yang dilayani sekaligus menjangkau garis pantai yang kini mendapat akses baru. Kementerian Pariwisata juga mendorong pengembangan rute menuju Kepulauan Mentawai guna meningkatkan aksesibilitas menjelang konferensi kuliner besar di Sumatera Barat tahun depan.

Lebih dari sekadar meningkatkan konektivitas, kerja sama ini dapat mendukung pergeseran Indonesia menuju pariwisata berkualitas. Akses yang lebih baik akan memudahkan wisatawan menyusun perjalanan lintas destinasi yang lebih beragam, sehingga mereka dapat tinggal lebih lama, menikmati lebih banyak pengalaman, serta memperluas manfaat pariwisata ke destinasi dan masyarakat lokal lainnya.

BTN Perluas Pembiayaan UMKM di Palu, Dorong Pelaku Usaha Naik Kelas

Jakarta, 1 Oktober 2026/ JavaRilis — PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) terus memperluas perannya dalam menggerakkan ekonomi daerah melalui pembiayaan sektor perumahan dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Komitmen tersebut menjadi bagian dari transformasi nyata BTN dalam ekosistem Danantara Indonesia, dengan memperluas manfaat perseroan dari pembiayaan rumah menjadi penggerak aktivitas usaha dan ekonomi masyarakat.

Transformasi tersebut salah satunya diwujudkan melalui akad massal 2.577 debitur secara serentak di seluruh Indonesia, terdiri atas 1.009 debitur UMKM dan 1.568 debitur Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Subsidi. Khusus di Palu, akad dilakukan kepada 159 debitur, terdiri atas 111 debitur produk UMKM dan 48 debitur KPR Subsidi.

Direktur Commercial Banking BTN Hermita mengatakan, BTN kini tidak hanya identik dengan pembiayaan rumah, tetapi terus memperluas ekosistem melalui kolaborasi dengan pemerintah daerah dan pelaku usaha. Dalam pengembangan UMKM di Palu, BTN juga akan mendorong perluasan akses pasar melalui pemanfaatan kanal digital.

“Kami BTN di sini siap untuk men-support UMKM di Kota Palu menjadi lebih besar lagi, bukan hanya untuk tingkat lokal, tapi nasional dan global, internasional. Kami punya kerja sama dengan beberapa marketplace. Kita bisa kolaborasikan, misalnya dipilih dulu 100 UMKM yang benar-benar mau kita tingkatkan, kita latih bagaimana cara jualan yang bagus di marketplace, sehingga orang yang sekali beli akan membeli kembali. Tujuannya bukan hanya untuk kebutuhan nasional, tapi sudah untuk ekspor,” ujar Hermita.

Potensi pengembangan UMKM di Kota Palu cukup besar. Kementerian UMKM mencatat terdapat 33.935 UMKM di Kota Palu. Sejalan dengan potensi tersebut, penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) BTN di Sulawesi Tengah mencapai Rp26,7 miliar, tumbuh 36,3% secara tahunan.

BTN juga telah menyalurkan Kredit Program Perumahan (KPP) sebesar Rp123 miliar kepada 63 UMKM di Kota Palu sejak Oktober 2025, khususnya pelaku usaha di sektor real estate dan konstruksi yang mendukung pembangunan dan penyediaan perumahan.

Selain pembiayaan, sebanyak 2.957 UMKM di Palu telah bergabung dalam Bale Merchant UMKM BTN untuk mendukung transaksi usaha secara digital. Sebanyak 21 debitur UMKM juga tercatat telah naik kelas.

Deputi Bidang Usaha Menengah Kementerian UMKM Bagus Rachman mengatakan, pemerintah akan mendorong Palu sebagai salah satu daerah percontohan dalam pengembangan UMKM menuju pasar ekspor.

“Kita menjadikan Palu sebagai piloting. Akan ada MoU antara Kementerian UMKM dan Badan Karantina Indonesia untuk mengawal produk-produk UMKM di Palu meningkat ekspornya. Di Kota Palu ada 33.935 UMKM dan jumlahnya cukup besar. Ini yang kami harapkan juga agar UMKM naik kelas,” ujar Bagus.

Wali Kota Palu H. Hadianto Rasyid mengatakan, BTN telah menjadi mitra Pemerintah Kota Palu dalam mendampingi pengelolaan berbagai potensi daerah. Kolaborasi tersebut mencakup penguatan UMKM serta digitalisasi pemerintahan untuk meningkatkan kinerja dan pelayanan kepada masyarakat.

“Bank BTN saat ini menjadi mitra penuh Pemerintah Kota Palu dalam pendampingan pengelolaan potensi yang dimiliki daerah ini. Salah satunya penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah. Kami berharap kerja sama dengan Bank BTN dalam memberikan penguatan kredit usaha kepada para pelaku UMKM semakin memperkuat upaya pemerintah, sehingga manajemen usaha UMKM di Kota Palu bisa tumbuh dan berjalan dengan baik,” ujar Hadianto.

Saat ini, program inkubator bisnis Pemerintah Kota Palu telah mendampingi lebih dari 1.000 pelaku UMKM. Dalam dua tahun terakhir, program tersebut juga memberikan penguatan modal usaha kepada sekitar 1.000 mahasiswa di Kota Palu.

Gebyar UMKM yang menjadi bagian dari rangkaian HUT ke-48 Kota Palu berlangsung hingga 30 September 2026 dengan menghadirkan 89 tenant UMKM di Lapangan Vatulemo.

Kinerja ESG di Atas Rata-Rata Sektor, Pegadaian Raih Empat KESGI Award 2026

Jakarta, 1 Oktober 2026/ JavaRilis — PT Pegadaian (Persero) kembali mencatatkan capaian gemilang di bidang keberlanjutan dengan meraih empat penghargaan sekaligus dalam Katadata ESG Insight (KESGI) Award 2026. Penghargaan diterima oleh Direktur Jaringan dan Operasi PT Pegadaian (Persero), Eka Pebriansyah, dalam rangkaian Katadata Sustainability Action for the Future Economy (SAFE) 2026 yang diselenggarakan di Jakarta, pada Kamis (17/09).

Pegadaian berhasil meraih penghargaan di seluruh kategori penilaian pada Sektor Inklusi Keuangan, mencakup kinerja ESG secara keseluruhan serta masing-masing pilar environmental, social, dan governance. Penghargaan tersebut terdiri dari ESG Sektor Inklusi Keuangan, Pilar Lingkungan Sektor Inklusi Keuangan, Pilar Sosial Sektor Inklusi Keuangan, serta Pilar Tata Kelola Sektor Inklusi Keuangan.

Capaian Pegadaian sejalan dengan tren peningkatan kinerja ESG Pegadaian dalam lima tahun terakhir. Berdasarkan Dashboard KESGI, skor ESG Pegadaian menunjukkan peningkatan secara konsisten sepanjang periode 2021–2025 dan berada di atas rata-rata Sektor Inklusi Keuangan, dengan peningkatan yang semakin terlihat dalam dua tahun terakhir.

Eka Pebriansyah menyampaikan bahwa capaian tersebut merupakan apresiasi atas konsistensi seluruh Insan Pegadaian dalam memperkuat penerapan prinsip keberlanjutan di berbagai lini perusahaan.

“Empat penghargaan ini menjadi apresiasi atas kerja bersama seluruh Insan Pegadaian. Capaian ini menunjukkan bahwa upaya yang kami bangun secara konsisten mulai memberikan hasil. Bagi kami, ESG harus semakin melekat dalam cara Pegadaian menjalankan bisnis, melayani masyarakat, mengelola dampak lingkungan, serta menjaga tata kelola perusahaan,” ujar Eka.

KESGI sendiri merupakan inisiatif Katadata Green yang menyediakan data, analisis, serta penilaian independen terhadap kinerja ESG perusahaan di Indonesia. Penilaian dilakukan secara sektoral untuk mempertimbangkan karakteristik serta isu keberlanjutan yang relevan pada masing-masing industri. KESGI Scoring memetakan kinerja perusahaan melalui skor ESG secara keseluruhan, skor pada masing-masing pilar Lingkungan, Sosial, dan Tata Kelola, serta sejumlah indikator tematik.

Sebagai perusahaan yang tumbuh dan berkembang bersama masyarakat, Pegadaian terus memperkuat implementasi ESG melalui perluasan akses layanan keuangan, pemberdayaan UMKM dan masyarakat, pengelolaan dampak lingkungan, serta penguatan tata kelola dan pengelolaan risiko perusahaan.

“Kami ingin pertumbuhan Pegadaian selalu berjalan beriringan dengan dampak yang dapat dirasakan masyarakat. Semangat Melayani Sepenuh Hati kami wujudkan melalui layanan yang semakin inklusif dan berbagai inisiatif yang menciptakan nilai bagi masyarakat, lingkungan, serta seluruh pemangku kepentingan. Penghargaan ini menjadi penyemangat bagi kami untuk terus meningkatkan standar tersebut,” lanjut Eka.

Dalam rangkaian SAFE 2026, Eka juga menjadi pembicara dalam sesi “Growing with Purpose: Business Leadership for Sustainable Impact”, yang membahas peran ESG dalam mendorong pertumbuhan yang memberikan dampak berkelanjutan.

Raihan penghargaan KESGI Award 2026 menjadi dorongan bagi Pegadaian untuk mempertahankan momentum peningkatan kinerja ESG. Ke depan, Pegadaian akan terus memperkuat implementasi keberlanjutan sebagai bagian dari strategi perusahaan untuk menciptakan pertumbuhan yang inklusif, bertanggung jawab, dan memberikan nilai jangka panjang bagi perusahaan, masyarakat, serta seluruh pemangku kepentingan.

EBC Live Trader Cup Indonesia Resmi Dimulai di Tengah Periode NFP dan FOMC

Jakarta, 30 September 2026/ JavaRilis — EBC Financial Group (EBC) mengumumkan peluncuran EBC Live Trader Cup Indonesia, kompetisi trading dengan akun live yang akan berlangsung mulai 28 September hingga 31 Oktober 2026. Dengan mengusung tema “Buktikan Skill Tradingmu, Rebut Gelar Juara!”, ajang ini menjadi wadah bagi trader Indonesia untuk menunjukkan sekaligus mengasah keahlian trading dalam kondisi pasar yang nyata. Para trader dapat melakukan trading valas serta instrumen favorit di Indonesia, seperti emas (XAUUSD), serta bersaing untuk meraih posisi 10 besar dan memperebutkan total hadiah hingga Rp40 juta.

Periode kompetisi ini bertepatan dengan sejumlah rilis data ekonomi Amerika Serikat yang kerap memengaruhi pergerakan pasar global, terutama harga emas. Laporan Non-Farm Payrolls (NFP) untuk periode September dijadwalkan akan dirilis pada tanggal 2 Oktober, disusul dengan rilis data inflasi Consumer Price Index (CPI) pada tanggal 14 Oktober. Agenda utama yang menjadi sorotan adalah pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) bank sentral AS, The Fed, pada tanggal 27–28 Oktober, dengan keputusan suku bunga yang dijadwalkan diumumkan pada dini hari tanggal 29 Oktober Waktu Indonesia Barat (WIB).

Bagi trader emas, rangkaian agenda penting yang berpotensi memicu pergerakan pasar ini menjadi kesempatan besar mereka untuk menguji kemampuan sekaligus efektivitas strategi mereka. Menghadapi volatilitas pasar yang dipicu oleh rilis NFP dan keputusan FOMC menuntut persiapan yang matang, pemahaman mendalam mengenai data ekonomi dan dampaknya, serta pendekatan yang disiplin dalam menerapkan manajemen risiko.

Arena untuk Menguji Efektivitas Strategi Trading Emas

Peserta bebas menerapkan pendekatan mereka masing-masing. Pilihan strategi bervariasi, mulai dari strategi scalping XAUUSD pada timeframe rendah dan strategi SMC (Smart Money Concepts) XAUUSD yang kini populer di komunitas trading, hingga analisis klasik terhadap level support dan resistance XAUUSD. Tidak ada satu pun timeframe XAUUSD yang cocok untuk semua trader. Yang terpenting adalah konsistensi trader dalam menerapkan rencana mereka.

Pemilihan waktu juga menjadi faktor yang penting. Banyak trader memilih melakukan trading emas selama sesi London, yang dibuka sekitar pukul 14.00 WIB, atau sesi New York pada malam hari WIB, ketika volume perdagangan dan volatilitas pasar biasanya meningkat. Periode ketika sesi London dan New York berlangsung bersamaan sering kali menjadi waktu paling sibuk bagi trader XAUUSD di Indonesia.

Kompetisi ini juga menjawab pertanyaan yang kerap diajukan oleh trader pemula: berapa modal minimum untuk mulai trading emas? Peserta hanya butuh modal sebesar USD 100 untuk bergabung. Karena peringkat ditentukan berdasarkan persentase imbal hasil, bukan keuntungan nominal, trader dengan akun lebih kecil memiliki peluang setara untuk bersaing dengan trader dengan akun lebih besar.

Bagi trader yang baru mempelajari cara trading emas, memahami ukuran kontrak merupakan salah satu langkah awal yang penting. Satu lot XAUUSD umumnya setara dengan 100 troy ounce emas. Oleh karena itu, pemilihan ukuran lot dan pemahaman tentang cara menghitung pip XAUUSD sangat menentukan tingkat risiko pada setiap posisi trading.

Peluang Setara untuk Semua Ukuran Akun

Peringkat ditentukan berdasarkan tingkat imbal hasil yang dihitung dari hasil trading dibandingkan dengan modal saat pendaftaran serta deposit tambahan selama periode kompetisi. Deposit tambahan yang dilakukan selama kompetisi akan meningkatkan nilai penyebut dalam perhitungan, yakni jumlah modal, sehingga tidak secara otomatis mendongkrak peringkat tersebut. Sebaliknya, penarikan dana tidak memengaruhi perhitungan. Seluruh pemenang harus menyelesaikan kompetisi dengan tingkat imbal hasil final yang positif.

Setiap peserta akan membagikan sinyal trading mereka melalui komunitas copy trading EBC. Pendekatan yang transparan ini memungkinkan trader pemula untuk mengamati dan belajar langsung dari trader yang lebih berpengalaman, terutama pada momen penting seperti rilis laporan NFP dan keputusan FOMC.

“Oktober akan dipenuhi berbagai katalis yang berpotensi menggerakkan pasar emas. Inilah momen bagi trader untuk menunjukkan kemampuan mereka. Melalui Live Trader Cup, kami ingin menghadirkan arena kompetisi yang adil di mana disiplin dan strategi lebih menentukan daripada besarnya akun,” ujar Fikri Fairuz, Manajer Pemasaran di EBC Financial Group Indonesia.

“Kami menganjurkan para peserta untuk memandang kompetisi ini sebagai peluang berharga untuk bertumbuh, meningkatkan kemampuan, serta mengembangkan diri secara profesional. Berdasarkan pengalaman kami, trader yang sukses bukanlah mereka yang mengambil risiko besar, melainkan mereka yang mampu mencapai pertumbuhan yang konsisten dan berkelanjutan,” tambahnya.

Cara Berpartisipasi

Daftarkan diri melalui Portal Pengguna EBC dengan mengklik tombol “Daftar Sekarang” di halaman kompetisi. Gunakan akun live PRO atau STD, baik akun baru maupun yang sudah ada, dengan modal minimal USD 100, tanpa posisi terbuka maupun aktivitas copy trading yang aktif. Setiap peserta dapat mendaftarkan maksimal 10 akun, tetapi hanya berhak atas satu hadiah.

Hadiah yang tersedia adalah USD 1.000 (juara ke-1), USD 500 (juara ke-2), USD 300 (juara ke-3), USD 100 (juara ke-4–5), dan USD 50 (juara ke-6–10). Hadiah akan diberikan kepada para pemenang dalam kurun 30 hari kerja setelah kompetisi berakhir.

Detail selengkapnya di https://ebcidn.com/live-trading/id/

Secangkir Kopi, Sejuta Kehangatan: LRT Jabodebek Semakin Dekat dengan Pengguna

Jakarta, 29 September 2026/ JavaRilis — Dalam rangka memeriahkan HUT ke-81 KAI, LRT Jabodebek menghadirkan Monday Kolling sebagai bentuk apresiasi sekaligus upaya membangun kedekatan dengan pengguna. Kegiatan tersebut diwujudkan melalui pembagian 800 kopi gratis pada Senin (28/9) pagi di Stasiun Kuningan dan Stasiun Dukuh Atas Bank Syariah Indonesia.

Lebih dari sekadar membagikan kopi, kegiatan ini menjadi bagian dari upaya LRT Jabodebek menghadirkan pengalaman perjalanan yang lebih dekat dengan kebutuhan dan keseharian masyarakat. Sebagaimana semangat KAI untuk terus berbenah, berinovasi, dan semakin melayani, LRT Jabodebek tidak hanya menghadirkan layanan mobilitas, tetapi juga berbagai aktivitas yang memberikan pengalaman positif bagi pengguna.

Selain kopi gratis, LRT Jabodebek juga memberikan sebanyak 81 suvenir kepada pengguna di kedua stasiun tersebut. Jumlah tersebut merepresentasikan usia perjalanan KAI yang memasuki tahun ke-81 sekaligus menjadi bentuk apresiasi kepada pengguna yang telah menjadi bagian dari perjalanan LRT Jabodebek.

Manager of Public Relations LRT Jabodebek, Radhitya Mardika, menyampaikan bahwa Monday Kolling dihadirkan sebagai bentuk sederhana untuk menyapa dan memberikan apresiasi kepada pengguna, khususnya dalam momentum HUT ke-81 KAI.

“Melalui Monday Kolling, kami ingin berbagi kebahagiaan dengan pengguna LRT Jabodebek, khususnya dalam menyambut HUT ke-81 KAI. Kami berharap kegiatan sederhana ini dapat memberikan pengalaman yang menyenangkan dan membuat pengguna merasa semakin dekat dengan LRT Jabodebek,” ujar Radhitya.

 

Antusiasme pengguna terlihat selama kegiatan berlangsung di area stasiun. Para pengguna yang tengah memulai perjalanan maupun melanjutkan aktivitas dapat menikmati kopi gratis sekaligus berkesempatan memperoleh suvenir LRT Jabodebek. Momen tersebut juga menjadi kesempatan bagi insan LRT Jabodebek untuk berinteraksi dan menyapa pengguna secara langsung.

Membangun pengalaman positif bagi pengguna merupakan bagian penting dalam menghadirkan layanan transportasi publik yang semakin dekat dengan masyarakat. Pelayanan tidak hanya berkaitan dengan perjalanan dari satu tujuan ke tujuan lainnya, tetapi juga mencakup kenyamanan, pengalaman, serta interaksi yang hadir selama pengguna berada di lingkungan LRT Jabodebek.

“Bagi LRT Jabodebek, pelayanan tidak hanya tentang mengantarkan pengguna dari satu tujuan ke tujuan lainnya. Ada pengalaman, kenyamanan, dan interaksi yang juga menjadi bagian dari perjalanan. Melalui kegiatan seperti ini, LRT Jabodebek ingin menunjukkan bahwa pengguna merupakan bagian penting dari perjalanan LRT Jabodebek,” tambahnya.

Semangat melayani tersebut terus diwujudkan tidak hanya melalui aspek operasional, tetapi juga melalui berbagai inovasi dan aktivitas yang memberikan pengalaman positif bagi pengguna. Hal ini sejalan dengan perjalanan LRT Jabodebek sebagai bagian dari layanan transportasi publik modern yang terus beradaptasi dengan kebutuhan masyarakat.

LRT Jabodebek akan terus menghadirkan berbagai upaya untuk meningkatkan kualitas perjalanan masyarakat, mulai dari pelayanan di stasiun hingga pengalaman selama menggunakan kereta. Dengan terus mendengarkan dan memahami kebutuhan pengguna, LRT Jabodebek berkomitmen menjadi bagian dari mobilitas masyarakat Jabodebek yang semakin nyaman, mudah, dan dapat diandalkan.

Ambisi Energi Surya 100 GWp Indonesia Buka Peluang Investasi Baru, Bidik Arus Modal Global

NEW YORK,  28 September 2026/ JavaRilis — Indonesia ingin mengubah potensi energi surya yang melimpah menjadi peluang investasi energi bersih berskala besar melalui peluncuran program pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) nasional berkapasitas 100 gigawatt peak (GWp). Presiden Prabowo Subianto secara resmi meluncurkan program tersebut pada Agustus 2026, diawali dengan 14 proyek PLTS berkapasitas total 5,3 GWp dan ditargetkan dikembangkan dalam tiga tahun ke depan.

Hal itu menjadi salah satu pembahasan dalam Indonesia Solar Investment Forum 2026: “From Ambition to Investable Scale”, yang digelar dalam rangkaian Climate Week NYC di Konsulat Jenderal Republik Indonesia di New York. Dalam forum tersebut, Deputy Director Indonesia Investment Promotion Center (IIPC) New York Yoga Adhi Pratama menekankan pentingnya menerjemahkan ambisi nasional tersebut menjadi portofolio proyek yang dapat dinilai investor internasional.

“Ambisi Indonesia mengembangkan energi surya berskala besar perlu diterjemahkan menjadi rangkaian peluang investasi yang terdefinisi secara jelas, dengan risiko dan skema komersial yang dapat dinilai investor. Promosi investasi dapat mempertemukan investor internasional dengan pengembang proyek dan institusi terkait, sehingga minat awal dapat berkembang menjadi keputusan investasi yang berdasarkan informasi. Itulah tujuan forum ini. Dengan cara tersebut, Indonesia dapat bersaing lebih efektif untuk menarik modal global dalam transisi energi,” kata Yoga Adhi Pratama, Deputy Director IIPC New York.

Dalam forum yang digelar Asosiasi Energi Surya Indonesia (AESI), IIPC New York, Tenggara Strategics, dan SANARA sebagai mitra strategis, Ketua Umum AESI Mada Ayu Habsari menjelaskan bahwa pencapaian target 100 GWp membutuhkan pendekatan baru dalam perencanaan infrastruktur.

“Target sebesar ini membutuhkan perombakan terhadap sistem penyalurannya. Kami tengah melakukan hal tersebut dengan mengubah cara masyarakat mengakses energi surya. Dengan beralih ke satu platform penagihan melalui PLN serta membuka akses bagi gedung pemerintah dan pengguna rumah tangga, kami menghilangkan berbagai hambatan yang sebelumnya menahan pertumbuhan pasar,” kata Mada

Reformasi Kebijakan Mendesak untuk Memperjelas Pasar

Untuk mempercepat pengembangan energi surya dan meningkatkan kepercayaan investor asing, AESI membentuk empat satuan tugas khusus yang bekerja sama dengan pemerintah guna memastikan peta jalan nasional memiliki struktur pembiayaan yang layak (bankable) dan siap dieksekusi. Dalam forum tersebut, AESI menyoroti tiga prioritas regulasi yang mendesak.

Finalisasi kerangka hukum. Peraturan Presiden baru saat ini menjalani proses harmonisasi antarkementerian. Regulasi tersebut diharapkan mengatur seluruh segmen energi surya sekaligus menetapkan jadwal yang jelas, kepastian penyerapan listrik (offtake), serta ketentuan tingkat komponen dalam negeri.

Transparansi portofolio proyek. Investor membutuhkan jadwal proyek multiyears yang dipublikasikan secara terbuka, termasuk proyek yang akan memasuki tahap tender dan waktu yang ditargetkan untuk mencapai operasi komersial. “Investor tidak membutuhkan kepastian mengenai hasil akhirnya. Mereka membutuhkan visibilitas mengenai urutannya,” kata Mada.

Membuka sisi permintaan. Sebagian besar program 100 GWp bergantung pada pengembangan PLTS komersial dan atap. AESI mengusulkan peninjauan kuota secara adaptif berdasarkan kapasitas jaringan yang tersedia serta penerapan ketentuan yang berbeda untuk sistem PLTS yang dipadukan dengan baterai penyimpanan energi.

Mengatasi Hambatan dan Membuka Akses Pasar

Meski minat modal global terhadap sektor ini kuat, target besar tersebut perlu diterjemahkan ke dalam kerangka yang memudahkan akses bagi seluruh pihak, mulai dari kawasan industri hingga pengguna rumah tangga. Hambatan utama yang saat ini menahan pengembangan proyek mencakup proses perizinan dan ketentuan kuota yang membatasi pertumbuhan secara cepat, terutama di sektor PLTS atap.

“Untuk mempertahankan momentum ini, kami perlu menyempurnakan regulasi menjadi sesuatu yang jauh lebih kuat. Kami merekomendasikan penetapan batas waktu yang jelas untuk Keputusan Menteri Nomor 2, dengan proses kuota selama tiga bulan untuk sistem di bawah 500 kWp dan enam bulan untuk sistem yang lebih besar. Pada akhirnya, kami berharap pembatasan kuota tidak lagi diperlukan ketika pasar telah semakin matang,” kata Mada.

Selain penyempurnaan regulasi, perubahan sistem akses juga menjadi hal penting. AESI mendorong penerapan satu skema penagihan melalui PLN agar konsumen lebih mudah mengakses energi bersih tanpa terikat komitmen jangka panjang yang kompleks. Pada saat yang sama, pembangkitan listrik tenaga surya, transmisi jaringan, dan Battery Energy Storage Systems (BESS) perlu direncanakan dalam jadwal yang terkoordinasi untuk mencegah pemborosan energi sekaligus menekan biaya modal.

Peluang Baru Kolaborasi Internasional

Program berskala besar ini membutuhkan kombinasi pembiayaan publik, dana pengembangan dalam negeri, pengembang independen, dan modal internasional. AESI mengidentifikasi empat bidang utama yang dapat segera memperoleh manfaat dari kerja sama internasional.

Memperdalam rantai nilai. Indonesia secara aktif mencari mitra untuk transfer teknologi guna memproduksi sel surya, inverter, dan sistem baterai di dalam negeri, sehingga industri dapat bergerak melampaui sekadar perakitan modul.

Standar penyiapan proyek. Lembaga pembiayaan pembangunan dapat memberikan kontribusi besar dengan membantu menetapkan standar kelayakan dan tata kelola internasional untuk tahap pertama proyek, sekaligus menciptakan acuan yang dapat digunakan untuk proyek-proyek berikutnya.

Instrumen mitigasi risiko. Jaminan, peningkatan kualitas kredit (credit enhancement), dan instrumen lindung nilai mata uang diperlukan untuk mengatasi persepsi risiko negara dan mendorong mobilisasi modal swasta secara efektif.

Pengadaan korporasi. Perluasan mekanisme bagi perusahaan multinasional untuk membeli listrik energi terbarukan di Indonesia akan membuka segmen permintaan yang berkembang cepat dan hanya membutuhkan sedikit modal publik. Langkah tersebut juga membantu perusahaan global memenuhi target pengurangan emisi karbon.

Untuk memastikan momentum ini dapat dipertahankan, pemerintah Indonesia terus membangun kelembagaan yang menekankan kecepatan, kepastian hukum, dan transparansi bagi investor global. “Kami mengetahui bahwa modal mengalir ke tempat yang menyambut dan melindunginya.”

Direktur IIPC New York Tessal Febrian menekankan bahwa insentif investasi Indonesia dapat memainkan peran penting. Melalui IIPC, investor dapat memperoleh pemahaman yang lebih baik mengenai insentif dan fasilitas yang tersedia untuk peluang investasi prioritas, termasuk energi terbarukan. Dengan mengurangi ketidakpastian mengenai lingkungan investasi dan menjelaskan dukungan yang tersedia, insentif tersebut dapat melengkapi faktor-faktor komersial yang dipertimbangkan investor ketika memutuskan untuk mengembangkan atau membiayai sebuah proyek.

“Kami baru-baru ini menerapkan Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2025, yang secara khusus dirancang untuk menyederhanakan perizinan usaha, mempercepat pengembangan industri, dan meningkatkan layanan bagi investor. Indonesia juga menyediakan insentif fiskal untuk mendukung investasi hijau, seperti tax allowance, pembebasan bea masuk, dan super tax deduction,” kata Tessal.

Pada saat yang sama, Tessal mengakui bahwa kebijakan energi surya akan terus berkembang seiring pertumbuhan pasar. “Kami terbuka terhadap masukan mengenai hal-hal lain yang diperlukan agar peluang-peluang ini dapat menjadi investasi yang layak.”

Kementerian Ekraf Perkuat Literasi Bisnis Usaha Kreatif Tapanuli Selatan Pascabencana

Jakarta, 24 September 2026/ JavaRilis — Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) melalui Direktorat Pengembangan Akses Pendanaan, Pembiayaan, dan Investasi menggelar program Literasi Bisnis bagi pelaku ekonomi kreatif (ekraf) terdampak bencana di Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara. Kegiatan yang berlangsung di Gedung Sanggar Seni Sopo Daganak, Kecamatan Batang Toru, Kamis (17/9), ini diikuti oleh 50 pelaku usaha kreatif lokal.

Inisiatif ini dirancang untuk membekali para pelaku ekraf dengan manajemen usaha dan keuangan, akses perbankan, serta pemahaman atas risiko finansial. Penguatan kapasitas ini memastikan pemulihan ekonomi tidak berhenti pada reaktivasi usaha, tetapi mendorong pembentukan unit usaha yang tangguh, adaptif, dan berkelanjutan.

“Pelaku ekonomi kreatif harus menjadi bagian dari proses pemulihan. Kami ingin mereka tidak hanya kembali menjalankan usaha, tetapi juga memiliki kapasitas yang lebih kuat untuk tumbuh dan bertahan,” ujar Menekraf, Teuku Riefky Harsya.

Menurutnya, pemulihan pascabencana wajib menempatkan keberlanjutan usaha dan penghidupan masyarakat sebagai pilar utama penguatan ekonomi daerah.

Direktur Pengembangan Akses Pendanaan, Pembiayaan, dan Investasi, Anggara Hayun Anujuprana, menekankan pentingnya kesiapan mendasar pelaku usaha sebelum memasuki tahap pendampingan lanjut dan integrasi pembiayaan.

“Pemulihan usaha bukan semata soal kembali berjualan, melainkan bagaimana pelaku ekonomi kreatif membekali diri dengan pengetahuan dan kesiapan untuk membangun usaha yang lebih tangguh dan berkelanjutan,” kata Anggara Hayun.

Dalam kesempatan tersebut, Anggara Hayun memberikan materi pengantar manajemen bisnis. Hadir pula perwakilan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk., Manager Retail Deposit Product & Solution Ahlan Azman Iskariman dan Micro Banking Cluster Manager Marwan Efendi Nasution, yang memaparkan skema dukungan perbankan. Sementara itu, Asisten Manajer Divisi Pengawasan Perilaku PUJK, Edukasi, dan Perlindungan Konsumen OJK Provinsi Sumatera Utara, Latifa Putri Radiansyah, memberikan edukasi pencegahan investasi ilegal, pinjaman online ilegal, judi online, serta pemanfaatan Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK).

Asisten III Sekretariat Daerah Kabupaten Tapanuli Selatan, Trianta Hadil Khoiri Dairiyawan, menyambut baik kolaborasi lintas sektor tersebut. Dia menilai kolaborasi pemerintah pusat, pemerintah daerah, lembaga jasa keuangan, dan mitra sosial menjadi penting karena kebutuhan pemulihan masyarakat tidak dapat ditangani oleh satu pihak.

“Pemulihan ekonomi masyarakat membutuhkan kerja bersama lintas pihak, dan inilah contoh nyatanya. Kami berharap kolaborasi seperti ini terus berlanjut dan memberikan dampak yang berarti bagi masyarakat Tapanuli Selatan,” tutur Trianta.

Program ini menjadi langkah awal dari ekosistem pemulihan usaha yang komprehensif. Pelaku ekraf yang memenuhi kriteria akan dilanjutkan ke tahap kurasi, mentoring, hingga pitching session untuk dihubungkan langsung dengan investor dan lembaga pembiayaan. Seluruh perkembangan bisnis peserta akan dipantau secara berkala guna memastikan efektivitas fasilitasi.

Melalui skema tersebut, Kementerian Ekraf mendorong pelaku ekonomi kreatif Tapanuli Selatan memiliki pengelolaan usaha dan keuangan yang lebih baik, akses terhadap ekosistem pembiayaan yang relevan, serta kesiapan mengembangkan usaha secara berkelanjutan setelah terdampak bencana.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Subdirektorat Pengembangan Skema Pendanaan, Pembiayaan, dan Investasi Kementerian Ekonomi Kreatif, Helmi Suhendry; jajaran Vice President PT Bank Mandiri (Persero) Tbk., yakni Teuku Habliansyah, Eric Lugar Sianipar, Johannes Sinaga, dan Sony Ardo Mahela; Kepala Dinas Perdagangan dan Koperasi UKM Kabupaten Tapanuli Selatan, Nur Aini Dewi Harahap; Camat Batang Toru, Mara Tinggi Siregar; Kepala Bidang Koperasi UKM Dinas Perdagangan dan Koperasi UKM Kabupaten Tapanuli Selatan, Ahmad Gozali Harahap; serta Sri Aryani dari Rumah Zakat Indonesia selaku mitra Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan.

HKTB Gelar “International Lantern Spectacular” untuk Pertama Kalinya di Victoria Park

Semarak Festival Pertengahan Musim Gugur Hadir di Berbagai Penjuru Kota, Tarik Wisatawan dan Dorong Ekonomi Pariwisata

HONG KONG, 23 September 2026/ JavaRilis — Hong Kong Tourism Board (HKTB) untuk pertama kalinya menggelar International Lantern Spectacular pada 17 September di Victoria Park. Menampilkan lebih dari 3.000 lentera khas dari 20 negara dan wilayah, instalasi lentera Nanjing Qinhuai yang merupakan bagian dari Warisan Budaya Takbenda Nasional, serta lentera tradisional Hong Kong, acara ini menarik banyak warga dan wisatawan untuk menikmati berbagai instalasi sekaligus mengabadikan momen. Bersama Mid-Autumn Lantern Carnival 2026 yang digelar Leisure and Cultural Services Department, Victoria Park disulap menjadi lautan cahaya yang memukau dan menandai dimulainya rangkaian Festival Pertengahan Musim Gugur di Hong Kong. Perayaan ini mengajak warga dan wisatawan tidak hanya menikmati berbagai lentera, tetapi juga menjelajahi kuliner khas, pengalaman berbelanja, serta tradisi lokal autentik sambil merayakan kemeriahan festival.

Ketua HKTB Dr Peter Lam mengatakan, “HKTB memperluas skala perayaan Festival Pertengahan Musim Gugur tahun ini dan menghadirkan pengalaman festival internasional berskala besar yang benar-benar baru dan hanya dapat ditemukan di Hong Kong. Melalui International Lantern Spectacular yang memadukan budaya dunia dengan elemen tradisional Festival Pertengahan Musim Gugur, kami menghubungkan beragam kegiatan festival di berbagai penjuru kota, termasuk Tai Hang Fire Dragon Dance yang akan digelar pekan depan, sekaligus menghadirkan berbagai penawaran wisata dan belanja dari mitra industri. Dengan memadukan budaya lokal, pengalaman festival, serta aktivitas pariwisata dan konsumsi, kami ingin mengubah daya tarik unik tradisi Hong Kong menjadi magnet wisata yang kuat, memanfaatkan pariwisata untuk mendorong perekonomian, serta semakin memperkuat posisi Hong Kong sebagai Asia’s Events Capital.”

Victoria Park Disulap Menjadi Lautan Lentera Dunia, Robot Hadirkan Sentuhan Inovatif pada Tradisi Festival

International Lantern Spectacular mengusung tema “Reunion” yang memadukan tradisi dan inovasi serta warisan lokal dengan budaya internasional untuk menghadirkan pengalaman festival unik yang hanya dapat ditemukan di Hong Kong. Selain berbagai instalasi lentera, dua robot turut menghadirkan sentuhan teknologi dalam perayaan Festival Pertengahan Musim Gugur. Robot “Hanyue”, yang dikembangkan ChangingTek Robotics Technology (Suzhou) Co., Ltd., memperagakan seni pembuatan kipas pernis yang merupakan bagian dari warisan budaya takbenda. Robot tersebut melakukan sejumlah tahapan pembuatan, seperti mengapungkan pernis, mencelupkan, memutar, dan mengangkat kipas. Sementara itu, “Galbot ET1”, yang dikembangkan Galbot, menghadirkan pertunjukan tari yang memadukan teknologi dan tradisi sekaligus menawarkan cara baru untuk menikmati Festival Pertengahan Musim Gugur.

World Lantern Boulevard yang berada di sepanjang jalur pejalan kaki dekat Model Boat Pool, menampilkan lebih dari 3.000 lentera khas dari 20 negara dan wilayah di Asia, Eropa, Timur Tengah, dan Amerika Selatan. Warga dan wisatawan dapat berjalan menyusuri deretan lentera tersebut sembari menikmati perjalanan budaya global melalui berbagai lentera dari seluruh dunia. Panel informasi di sepanjang boulevard menjelaskan sejarah dan karakteristik budaya dari berbagai jenis lentera, sekaligus memberikan wawasan mengenai beragam adat dan tradisi perayaan melalui seni pembuatan lentera. Dengan mempertemukan lentera dari berbagai penjuru dunia di satu lokasi, boulevard ini mencerminkan posisi Hong Kong sebagai kota internasional tempat masyarakat dari berbagai negara berkumpul untuk merayakan semangat kebersamaan selama musim festival.

Tim pembuat lentera Nanjing Qinhuai yang merupakan bagian dari Warisan Budaya Takbenda Nasional membuat empat instalasi lentera raksasa khusus untuk Hong Kong. Salah satunya adalah “Shadowlight”, lentera ikonik setinggi delapan meter yang terinspirasi dari pohon banyan khas Hong Kong. Instalasi lentera Qinhuai yang dapat dilalui pengunjung ini menghadirkan pengalaman berjalan di antara lapisan cahaya dan bayangan yang saling berkelindan di bawah kanopi yang diterangi cahaya.

Di South Pavilion Plaza, koridor lentera “Lotus Fish” menghadirkan 12 instalasi daun teratai berukuran besar yang diterangi cahaya, lengkap dengan dekorasi ikan koi berwarna-warni. Instalasi yang membentang di sepanjang jalur tersebut mengajak warga dan wisatawan menikmati perjalanan lentera Festival Pertengahan Musim Gugur yang memukau menyusuri taman.

Di Water Fountain Plaza, “Dragon Gate” menampilkan sepasang ikan koi yang melompat dan membentuk motif lingkaran, dilengkapi pola awan keberuntungan dan air yang dilukis dengan tangan secara detail. Setelah malam tiba, pola tersebut memancarkan cahaya transparan yang berkilauan. Sementara itu, di Model Boat Pool, “Moonlit Lotus” setinggi tujuh meter menghadirkan pemandangan memukau ketika bulan purnama bercahaya terpantul di permukaan air bersama lentera teratai yang menyala, menghadirkan suasana indah seperti kolam teratai di bawah sinar bulan.

Hong Kong Lantern Galleria yang memiliki ciri khas lokal dan berlokasi di Hill Knoll Pavilion, Victoria Park, menampilkan lebih dari 1.000 lentera tradisional buatan tangan dalam hampir 20 desain klasik, seperti ikan mas, kelinci, belimbing, dan bunga teratai. Instalasi ini menghidupkan kembali suasana perayaan tradisional melihat lentera di sepanjang jalan, sekaligus menampilkan kekhasan tradisi Festival Pertengahan Musim Gugur di Hong Kong serta menghadirkan kembali nuansa dan nostalgia musim festival.

Menikmati Lentera dan Kue Bulan untuk Merayakan Festival Pertengahan Musim Gugur yang Hangat

HKTB bekerja sama dengan Po Leung Kuk menghadirkan stan khusus kue bulan di South Pavilion Plaza, Victoria Park, hingga 20 September. Stan tersebut menjual berbagai kue bulan khas, termasuk kue bulan gaya Suzhou dari Shanghai, kue bulan berisi ham Yunnan, serta kue bulan gaya Chiuchow dengan isian pasta talas, pasta kacang hitam, atau pasta kacang hijau. Seluruh hasil penjualan akan disumbangkan kepada Po Leung Kuk untuk kegiatan amal, sekaligus menambah kehangatan dan cita rasa khas festival dalam pengalaman menikmati lentera.

Semarak Festival di Berbagai Penjuru Kota dan Penawaran Khusus Ajak Wisatawan Memperpanjang Kunjungan

Selain International Lantern Spectacular, Hong Kong akan menggelar berbagai kegiatan utama Festival Pertengahan Musim Gugur, termasuk **Tai Hang Fire Dragon Dance** pada 24-26 September. Untuk membantu warga dan wisatawan menyusun agenda festival, HKTB merangkum berbagai kegiatan Festival Pertengahan Musim Gugur serta penawaran khusus dari pusat perbelanjaan dan pelaku usaha di berbagai wilayah Hong Kong. Penawaran tersebut mencakup lokasi untuk menikmati dan mengabadikan lentera, pengalaman kuliner, promosi khusus kue bulan dan suvenir festival, hadiah belanja, serta pasar musiman. Dengan mengajak wisatawan menjelajahi berbagai kawasan di luar Victoria Park, inisiatif ini menampilkan daya tarik festival Hong Kong sebagai tempat bertemunya budaya Timur dan Barat serta tradisi dan modernitas, sekaligus mendorong belanja wisatawan dan memberikan manfaat bagi perekonomian pariwisata secara lebih luas.

Untuk informasi selengkapnya, kunjungi halaman tematik “Mid-Autumn Month” di Discover Hong Kong:

https://www.discoverhongkong.com/eng/events/mid-autumn-festival.html

Detail International Lantern Spectacular

Lokasi: Victoria Park
Tanggal: 17-27 September
Jam penyalaan: 18.30-23.00 (diperpanjang hingga pukul 00.00 pada 25 September)

Detail Pertunjukan Robot

Pembuatan Kipas Pernis Warisan Budaya Takbenda oleh Robot “Hanyue”

Lokasi: Lapangan Sepak Bola No. 1, Victoria Park
Tanggal:** 17-27 September
Waktu demonstrasi: 18.30-22.30

*(Pada Hari Festival Pertengahan Musim Gugur, 25 September, demonstrasi hanya tersedia pukul 18.00-19.00 untuk mendukung pengaturan kerumunan.)*