Kinerja ESG di Atas Rata-Rata Sektor, Pegadaian Raih Empat KESGI Award 2026

Jakarta, 1 Oktober 2026/ JavaRilis — PT Pegadaian (Persero) kembali mencatatkan capaian gemilang di bidang keberlanjutan dengan meraih empat penghargaan sekaligus dalam Katadata ESG Insight (KESGI) Award 2026. Penghargaan diterima oleh Direktur Jaringan dan Operasi PT Pegadaian (Persero), Eka Pebriansyah, dalam rangkaian Katadata Sustainability Action for the Future Economy (SAFE) 2026 yang diselenggarakan di Jakarta, pada Kamis (17/09).

Pegadaian berhasil meraih penghargaan di seluruh kategori penilaian pada Sektor Inklusi Keuangan, mencakup kinerja ESG secara keseluruhan serta masing-masing pilar environmental, social, dan governance. Penghargaan tersebut terdiri dari ESG Sektor Inklusi Keuangan, Pilar Lingkungan Sektor Inklusi Keuangan, Pilar Sosial Sektor Inklusi Keuangan, serta Pilar Tata Kelola Sektor Inklusi Keuangan.

Capaian Pegadaian sejalan dengan tren peningkatan kinerja ESG Pegadaian dalam lima tahun terakhir. Berdasarkan Dashboard KESGI, skor ESG Pegadaian menunjukkan peningkatan secara konsisten sepanjang periode 2021–2025 dan berada di atas rata-rata Sektor Inklusi Keuangan, dengan peningkatan yang semakin terlihat dalam dua tahun terakhir.

Eka Pebriansyah menyampaikan bahwa capaian tersebut merupakan apresiasi atas konsistensi seluruh Insan Pegadaian dalam memperkuat penerapan prinsip keberlanjutan di berbagai lini perusahaan.

“Empat penghargaan ini menjadi apresiasi atas kerja bersama seluruh Insan Pegadaian. Capaian ini menunjukkan bahwa upaya yang kami bangun secara konsisten mulai memberikan hasil. Bagi kami, ESG harus semakin melekat dalam cara Pegadaian menjalankan bisnis, melayani masyarakat, mengelola dampak lingkungan, serta menjaga tata kelola perusahaan,” ujar Eka.

KESGI sendiri merupakan inisiatif Katadata Green yang menyediakan data, analisis, serta penilaian independen terhadap kinerja ESG perusahaan di Indonesia. Penilaian dilakukan secara sektoral untuk mempertimbangkan karakteristik serta isu keberlanjutan yang relevan pada masing-masing industri. KESGI Scoring memetakan kinerja perusahaan melalui skor ESG secara keseluruhan, skor pada masing-masing pilar Lingkungan, Sosial, dan Tata Kelola, serta sejumlah indikator tematik.

Sebagai perusahaan yang tumbuh dan berkembang bersama masyarakat, Pegadaian terus memperkuat implementasi ESG melalui perluasan akses layanan keuangan, pemberdayaan UMKM dan masyarakat, pengelolaan dampak lingkungan, serta penguatan tata kelola dan pengelolaan risiko perusahaan.

“Kami ingin pertumbuhan Pegadaian selalu berjalan beriringan dengan dampak yang dapat dirasakan masyarakat. Semangat Melayani Sepenuh Hati kami wujudkan melalui layanan yang semakin inklusif dan berbagai inisiatif yang menciptakan nilai bagi masyarakat, lingkungan, serta seluruh pemangku kepentingan. Penghargaan ini menjadi penyemangat bagi kami untuk terus meningkatkan standar tersebut,” lanjut Eka.

Dalam rangkaian SAFE 2026, Eka juga menjadi pembicara dalam sesi “Growing with Purpose: Business Leadership for Sustainable Impact”, yang membahas peran ESG dalam mendorong pertumbuhan yang memberikan dampak berkelanjutan.

Raihan penghargaan KESGI Award 2026 menjadi dorongan bagi Pegadaian untuk mempertahankan momentum peningkatan kinerja ESG. Ke depan, Pegadaian akan terus memperkuat implementasi keberlanjutan sebagai bagian dari strategi perusahaan untuk menciptakan pertumbuhan yang inklusif, bertanggung jawab, dan memberikan nilai jangka panjang bagi perusahaan, masyarakat, serta seluruh pemangku kepentingan.

Ambisi Energi Surya 100 GWp Indonesia Buka Peluang Investasi Baru, Bidik Arus Modal Global

NEW YORK,  28 September 2026/ JavaRilis — Indonesia ingin mengubah potensi energi surya yang melimpah menjadi peluang investasi energi bersih berskala besar melalui peluncuran program pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) nasional berkapasitas 100 gigawatt peak (GWp). Presiden Prabowo Subianto secara resmi meluncurkan program tersebut pada Agustus 2026, diawali dengan 14 proyek PLTS berkapasitas total 5,3 GWp dan ditargetkan dikembangkan dalam tiga tahun ke depan.

Hal itu menjadi salah satu pembahasan dalam Indonesia Solar Investment Forum 2026: “From Ambition to Investable Scale”, yang digelar dalam rangkaian Climate Week NYC di Konsulat Jenderal Republik Indonesia di New York. Dalam forum tersebut, Deputy Director Indonesia Investment Promotion Center (IIPC) New York Yoga Adhi Pratama menekankan pentingnya menerjemahkan ambisi nasional tersebut menjadi portofolio proyek yang dapat dinilai investor internasional.

“Ambisi Indonesia mengembangkan energi surya berskala besar perlu diterjemahkan menjadi rangkaian peluang investasi yang terdefinisi secara jelas, dengan risiko dan skema komersial yang dapat dinilai investor. Promosi investasi dapat mempertemukan investor internasional dengan pengembang proyek dan institusi terkait, sehingga minat awal dapat berkembang menjadi keputusan investasi yang berdasarkan informasi. Itulah tujuan forum ini. Dengan cara tersebut, Indonesia dapat bersaing lebih efektif untuk menarik modal global dalam transisi energi,” kata Yoga Adhi Pratama, Deputy Director IIPC New York.

Dalam forum yang digelar Asosiasi Energi Surya Indonesia (AESI), IIPC New York, Tenggara Strategics, dan SANARA sebagai mitra strategis, Ketua Umum AESI Mada Ayu Habsari menjelaskan bahwa pencapaian target 100 GWp membutuhkan pendekatan baru dalam perencanaan infrastruktur.

“Target sebesar ini membutuhkan perombakan terhadap sistem penyalurannya. Kami tengah melakukan hal tersebut dengan mengubah cara masyarakat mengakses energi surya. Dengan beralih ke satu platform penagihan melalui PLN serta membuka akses bagi gedung pemerintah dan pengguna rumah tangga, kami menghilangkan berbagai hambatan yang sebelumnya menahan pertumbuhan pasar,” kata Mada

Reformasi Kebijakan Mendesak untuk Memperjelas Pasar

Untuk mempercepat pengembangan energi surya dan meningkatkan kepercayaan investor asing, AESI membentuk empat satuan tugas khusus yang bekerja sama dengan pemerintah guna memastikan peta jalan nasional memiliki struktur pembiayaan yang layak (bankable) dan siap dieksekusi. Dalam forum tersebut, AESI menyoroti tiga prioritas regulasi yang mendesak.

Finalisasi kerangka hukum. Peraturan Presiden baru saat ini menjalani proses harmonisasi antarkementerian. Regulasi tersebut diharapkan mengatur seluruh segmen energi surya sekaligus menetapkan jadwal yang jelas, kepastian penyerapan listrik (offtake), serta ketentuan tingkat komponen dalam negeri.

Transparansi portofolio proyek. Investor membutuhkan jadwal proyek multiyears yang dipublikasikan secara terbuka, termasuk proyek yang akan memasuki tahap tender dan waktu yang ditargetkan untuk mencapai operasi komersial. “Investor tidak membutuhkan kepastian mengenai hasil akhirnya. Mereka membutuhkan visibilitas mengenai urutannya,” kata Mada.

Membuka sisi permintaan. Sebagian besar program 100 GWp bergantung pada pengembangan PLTS komersial dan atap. AESI mengusulkan peninjauan kuota secara adaptif berdasarkan kapasitas jaringan yang tersedia serta penerapan ketentuan yang berbeda untuk sistem PLTS yang dipadukan dengan baterai penyimpanan energi.

Mengatasi Hambatan dan Membuka Akses Pasar

Meski minat modal global terhadap sektor ini kuat, target besar tersebut perlu diterjemahkan ke dalam kerangka yang memudahkan akses bagi seluruh pihak, mulai dari kawasan industri hingga pengguna rumah tangga. Hambatan utama yang saat ini menahan pengembangan proyek mencakup proses perizinan dan ketentuan kuota yang membatasi pertumbuhan secara cepat, terutama di sektor PLTS atap.

“Untuk mempertahankan momentum ini, kami perlu menyempurnakan regulasi menjadi sesuatu yang jauh lebih kuat. Kami merekomendasikan penetapan batas waktu yang jelas untuk Keputusan Menteri Nomor 2, dengan proses kuota selama tiga bulan untuk sistem di bawah 500 kWp dan enam bulan untuk sistem yang lebih besar. Pada akhirnya, kami berharap pembatasan kuota tidak lagi diperlukan ketika pasar telah semakin matang,” kata Mada.

Selain penyempurnaan regulasi, perubahan sistem akses juga menjadi hal penting. AESI mendorong penerapan satu skema penagihan melalui PLN agar konsumen lebih mudah mengakses energi bersih tanpa terikat komitmen jangka panjang yang kompleks. Pada saat yang sama, pembangkitan listrik tenaga surya, transmisi jaringan, dan Battery Energy Storage Systems (BESS) perlu direncanakan dalam jadwal yang terkoordinasi untuk mencegah pemborosan energi sekaligus menekan biaya modal.

Peluang Baru Kolaborasi Internasional

Program berskala besar ini membutuhkan kombinasi pembiayaan publik, dana pengembangan dalam negeri, pengembang independen, dan modal internasional. AESI mengidentifikasi empat bidang utama yang dapat segera memperoleh manfaat dari kerja sama internasional.

Memperdalam rantai nilai. Indonesia secara aktif mencari mitra untuk transfer teknologi guna memproduksi sel surya, inverter, dan sistem baterai di dalam negeri, sehingga industri dapat bergerak melampaui sekadar perakitan modul.

Standar penyiapan proyek. Lembaga pembiayaan pembangunan dapat memberikan kontribusi besar dengan membantu menetapkan standar kelayakan dan tata kelola internasional untuk tahap pertama proyek, sekaligus menciptakan acuan yang dapat digunakan untuk proyek-proyek berikutnya.

Instrumen mitigasi risiko. Jaminan, peningkatan kualitas kredit (credit enhancement), dan instrumen lindung nilai mata uang diperlukan untuk mengatasi persepsi risiko negara dan mendorong mobilisasi modal swasta secara efektif.

Pengadaan korporasi. Perluasan mekanisme bagi perusahaan multinasional untuk membeli listrik energi terbarukan di Indonesia akan membuka segmen permintaan yang berkembang cepat dan hanya membutuhkan sedikit modal publik. Langkah tersebut juga membantu perusahaan global memenuhi target pengurangan emisi karbon.

Untuk memastikan momentum ini dapat dipertahankan, pemerintah Indonesia terus membangun kelembagaan yang menekankan kecepatan, kepastian hukum, dan transparansi bagi investor global. “Kami mengetahui bahwa modal mengalir ke tempat yang menyambut dan melindunginya.”

Direktur IIPC New York Tessal Febrian menekankan bahwa insentif investasi Indonesia dapat memainkan peran penting. Melalui IIPC, investor dapat memperoleh pemahaman yang lebih baik mengenai insentif dan fasilitas yang tersedia untuk peluang investasi prioritas, termasuk energi terbarukan. Dengan mengurangi ketidakpastian mengenai lingkungan investasi dan menjelaskan dukungan yang tersedia, insentif tersebut dapat melengkapi faktor-faktor komersial yang dipertimbangkan investor ketika memutuskan untuk mengembangkan atau membiayai sebuah proyek.

“Kami baru-baru ini menerapkan Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2025, yang secara khusus dirancang untuk menyederhanakan perizinan usaha, mempercepat pengembangan industri, dan meningkatkan layanan bagi investor. Indonesia juga menyediakan insentif fiskal untuk mendukung investasi hijau, seperti tax allowance, pembebasan bea masuk, dan super tax deduction,” kata Tessal.

Pada saat yang sama, Tessal mengakui bahwa kebijakan energi surya akan terus berkembang seiring pertumbuhan pasar. “Kami terbuka terhadap masukan mengenai hal-hal lain yang diperlukan agar peluang-peluang ini dapat menjadi investasi yang layak.”

Agencia Comercial Spirits Terbitkan Dua Surat Penunjukan untuk Pengadaan dan Instalasi Peralatan Data Center Indonesia Tahap 1A

Pengadaan peralatan MEP senilai US$65 juta-US$75 juta menjadi bagian dari pengembangan infrastruktur komputasi AI Agencia di Jawa Barat.

TAICHUNG CITY, Taiwan, 14 September 2026 / JavaRilis — Agencia Comercial Spirits Ltd (NASDAQ: AGCC) (“Agencia” atau “Perusahaan”), yang menjalankan dua lini bisnis utama, yakni bisnis wiski premium dan pengembangan infrastruktur komputasi AI serta layanan komputasi berbasis cloud, mengumumkan bahwa anak usahanya di Indonesia, PT AGCC AITECH INDONESIA, telah menerbitkan dua Surat Penunjukan (Letter of Award) kepada kontraktor berbeda pada 28 Agustus 2026. Surat tersebut mencakup pengadaan peralatan mekanikal, elektrikal, dan perpipaan (MEP) serta pekerjaan instalasinya untuk Tahap 1A data center AGCC-JKT01 yang direncanakan berlokasi di Jawa Barat, Indonesia.

Pengembangan Bisnis Komputasi AI

Sejak meluncurkan AI Computing Infrastructure Initiative pada Februari 2026, yang kini menjadi salah satu lini bisnis utama Perusahaan, Agencia telah menjalin berbagai kerja sama komersial dan infrastruktur untuk mendukung pengembangannya. Kerja sama tersebut mencakup perjanjian layanan teknologi komputasi selama lima tahun dengan pelanggan di sektor jasa keuangan digital, pengaturan pasokan listrik dan lahan data center, serta perjanjian pembangunan data center, pengadaan infrastruktur jaringan, dan dukungan teknis di Indonesia. Dua Surat Penunjukan yang diumumkan hari ini menjadi bagian dari pembangunan infrastruktur tersebut. Pada saat yang sama, Perusahaan tetap menjalankan bisnis wiski sebagai lini bisnis utama yang berdiri sendiri dan saling melengkapi.

Kedua Surat Penunjukan mencakup pengadaan peralatan MEP dan pekerjaan instalasi dengan nilai acuan gabungan sekitar US$65 juta-US$75 juta, belum termasuk pajak pertambahan nilai di Indonesia. Sesuai ketentuannya, masing-masing Surat Penunjukan menjadi mengikat setelah PT AGCC AITECH INDONESIA menerima salinan yang telah ditandatangani kedua pihak dan berlaku hingga kontrak resmi terkait ditandatangani.

Surat Penunjukan tersebut merupakan bagian dari pengembangan infrastruktur komputasi AI dan layanan komputasi berbasis cloud yang direncanakan Agencia di Indonesia. Bersama dengan berbagai kerja sama yang telah diumumkan sebelumnya terkait pembangunan data center, lahan, pasokan listrik, infrastruktur jaringan, dan dukungan teknis, langkah ini ditujukan untuk mendukung infrastruktur yang dibutuhkan bagi penerapan komputasi yang direncanakan Perusahaan.

Namun, Surat Penunjukan tersebut merupakan pengaturan pengadaan dan instalasi infrastruktur, bukan kontrak pendapatan dengan pelanggan. Surat tersebut tidak dengan sendirinya menjamin bahwa infrastruktur komputasi terkait akan selesai atau berhasil dioperasikan, kapasitas komputasi yang direncanakan akan tersedia atau dimanfaatkan sepenuhnya, pelanggan akan menggunakan layanan komputasi AI yang direncanakan, maupun proyek tersebut akan menghasilkan pendapatan, laba, atau arus kas positif. Perusahaan secara aktif memperluas bisnis infrastruktur komputasi AI sebagai salah satu kegiatan usaha utamanya melalui belanja modal khusus, pembentukan struktur anak usaha, dan kontrak infrastruktur jangka panjang.

Pernyataan Manajemen

“Surat Penunjukan ini menjadi langkah penting berikutnya dalam pembangunan bisnis infrastruktur komputasi AI kami, yang kami kembangkan bersamaan dengan bisnis wiski yang telah berjalan,” ujar TSAI Yi-Yang, CEO Agencia. “Sejak meluncurkan inisiatif ini awal tahun, kami terus menyiapkan berbagai aspek yang diperlukan untuk mendukung penerapannya, mulai dari pelanggan, pasokan listrik, konstruksi, jaringan, hingga layanan teknis. Fokus kami tetap pada pelaksanaan yang disiplin serta pembangunan infrastruktur dan kemampuan operasional yang diperlukan untuk mengembangkan layanan komputasi AI dan berbasis cloud sebagai bagian penting dari bisnis Agencia di masa depan.”

Manajemen menilai rencana pembangunan infrastruktur Perusahaan, jika berhasil direalisasikan, dapat membuka peluang untuk memanfaatkan pertumbuhan kebutuhan kapasitas komputasi AI dan layanan terkait di Asia Tenggara. Namun, strategi infrastruktur komputasi AI Perusahaan masih menghadapi berbagai risiko bisnis, operasional, pendanaan, konstruksi, rantai pasok, teknologi, regulasi, permintaan pelanggan, dan pelaksanaan proyek.

Tentang Agencia Comercial Spirits Ltd

Agencia Comercial Spirits Ltd merupakan perusahaan yang tercatat di Nasdaq dengan dua fokus bisnis utama, yakni (i) bisnis wiski premium yang telah berjalan dan (ii) pengembangan infrastruktur komputasi AI serta layanan komputasi berbasis cloud. Kedua lini bisnis tersebut menjadi pilar utama operasional Perusahaan, yang mengalokasikan sumber daya signifikan untuk mengembangkan dan memperluas bisnis infrastruktur komputasi AI. Bisnis wiski Perusahaan mencakup pengadaan dan distribusi wiski dalam botol, pengadaan dan distribusi wiski mentah dalam tong, serta layanan dari tong ke botol dan distribusi, termasuk pembotolan, pengemasan, dan penjualan yang mendapat otorisasi merek di Taiwan dan sejumlah pasar internasional.

Sejak awal 2026, Perusahaan meluncurkan dan mengembangkan AI Computing Infrastructure Initiative melalui anak usaha di Singapura, Indonesia, dan yurisdiksi lainnya. Inisiatif tersebut menjadi salah satu fokus utama bisnis Perusahaan, didukung berbagai perjanjian kontraktual untuk layanan komputasi AI berbasis cloud serta pengembangan data center, pasokan listrik, jaringan, dan infrastruktur teknis pendukung. Pendapatan operasional historis Perusahaan berasal dari bisnis wiski, sementara bisnis komputasi AI masih dalam tahap pengembangan dan penerapan serta menghadapi berbagai risiko bisnis, pendanaan, konstruksi, teknologi, regulasi, permintaan pelanggan, dan pelaksanaan proyek.

 

Peregrine dan Sinar Primera Bangun Fasilitas “Cold Storage” Skala Besar di Indonesia

Peregrine dan Sinar Primera menargetkan kapasitas penyimpanan dingin sekitar 35.000 meter persegi di Jabodetabek melalui akuisisi fasilitas di Pluit dan pembangunan fasilitas baru di Narogong.

SINGAPURA dan JAKARTA, 10 September 2026/ JavaRilis — Peregrine Cold Logistics (“Peregrine” atau “PCL”), platform penyimpanan dingin dan logistik rantai dingin (cold storage) terintegrasi di Asia, resmi hadir di pasar Indonesia melalui usaha patungan dengan Sinar Primera, salah satu pengembang properti new economy terkemuka di Indonesia. Melalui kerja sama ini, kedua perusahaan akan mengakuisisi dan membangun fasilitas penyimpanan dingin kelas satu di Indonesia. Langkah tersebut mencakup akuisisi fasilitas milik Sinar Primera di Pluit yang sudah beroperasi serta pembangunan fasilitas baru di Narogong.

Jeff Hogarth, Co-Founder and CEO Peregrine Cold Logistics, mengatakan, “Indonesia merupakan pasar penting bagi ekspansi Peregrine di Asia. Bersama Sinar Primera, kami akan memanfaatkan infrastruktur yang telah tersedia dan pemahaman terhadap pasar lokal untuk memperluas layanan penyimpanan serta logistik rantai dingin. Kehadiran kami di Indonesia juga akan memperkuat konektivitas antara pelanggan di Indonesia dan jaringan Peregrine di ASEAN serta GCC. Kami melihat peluang pertumbuhan yang besar seiring meningkatnya kebutuhan terhadap infrastruktur rantai dingin yang modern dan terintegrasi.”

Kemitraan dengan Sinar Primera menandai langkah ekspansi Peregrine setelah perusahaan membangun platform rantai dingin di Filipina dan jaringan terintegrasi di sejumlah pasar dengan pertumbuhan tinggi di ASEAN dan GCC. Peregrine memilih Indonesia, perekonomian terbesar di Asia Tenggara, sejalan dengan lonjakan permintaan terhadap infrastruktur penyimpanan dengan pengendalian suhu. Pertumbuhan pendapatan, urbanisasi, serta perkembangan industri pangan dan ritel mendorong kebutuhan akan fasilitas penyimpanan dingin berstandar global. Di dalam jaringan regional Peregrine, Indonesia akan berperan menghubungkan produsen pangan, importir dan eksportir, perusahaan FMCG, serta jaringan QSR di berbagai wilayah Indonesia.

Fasilitas Sinar Primera di Pluit berada di lokasi strategis dan melayani pelanggan di Jakarta Utara dan Jakarta Barat. Sementara itu, fasilitas baru di Narogong akan dilengkapi kapasitas freezer dan chiller semiotomatis yang memenuhi standar global serta menjadi bagian dari model hub-and-spoke. Kedua fasilitas tersebut akan menghadirkan kualitas, sistem, dan proses yang dibutuhkan merek global dan perusahaan pangan lokal terkemuka untuk memenuhi kebutuhan keamanan dan ketahanan pangan yang terus meningkat. Dengan menggabungkan pengetahuan Sinar Primera tentang pengembangan pasar lokal, akses lahan, dan kemampuan eksekusi di lapangan dengan jaringan rantai dingin global serta pengalaman Peregrine dalam menjaga kualitas dan keunggulan operasional, usaha patungan ini diharapkan dapat berkembang dengan cepat sekaligus membangun posisi yang kuat di pasar.

Hong Kah Jin, Head of Sinar Primera Group, mengatakan, “Kami menyambut baik kerja sama dengan Peregrine. Kemitraan ini menyatukan keahlian Peregrine di bidang rantai dingin dan basis pelanggan internasionalnya dengan kemampuan kami dalam mengembangkan pasar lokal dan menghadirkan infrastruktur berkualitas. Lewat kolaborasi ini, kami ingin menjawab kebutuhan Indonesia yang terus meningkat terhadap infrastruktur dengan pengendalian suhu, sejalan dengan kebijakan pemerintah untuk memperkuat ketahanan pangan nasional. Kami berkomitmen memberikan layanan terbaik kepada pelanggan sekaligus mendorong standar baru untuk keamanan, ketahanan, dan kualitas pangan yang berkelanjutan di Indonesia.”

Tentang Peregrine Cold Logistics

Peregrine Cold Logistics merupakan platform rantai dingin yang didukung Stonepeak, perusahaan investasi alternatif yang berfokus pada infrastruktur dan aset riil. Peregrine mengembangkan dan mengoperasikan infrastruktur logistik modern dengan pengendalian suhu di Asia Pasifik dan GCC. Berkantor pusat di Singapura, Peregrine menyediakan layanan penyimpanan dingin, transportasi berpendingin, dan berbagai layanan bernilai tambah untuk mendukung ketahanan pangan, transparansi rantai pasok, serta pertumbuhan regional. Informasi lebih lanjut tersedia di www.peregrinecold.com.

Tentang Sinar Primera

Sinar Primera Group merupakan perusahaan properti yang berfokus pada pengembangan industri properti new economy melalui pembangunan aset inovatif dan berkelanjutan di era ekonomi baru. Perusahaan memadukan standar teknis yang kuat dengan keahlian di berbagai sektor untuk mengembangkan aset yang siap memenuhi kebutuhan masa depan dan didukung permintaan jangka panjang. Portofolio utama Sinar Primera Group mencakup kawasan industri yang berfokus pada infrastruktur digital, solusi logistik, dan pusat data berteknologi mutakhir. Informasi lebih lanjut tersedia di sinarprimera.com.

 

 

RedDoorz Tingkatkan Kontribusi bagi Masyarakat Indonesia Lewat Lapangan Kerja, Pengembangan Keterampilan

Lebih dari 40.000 staf hotel telah mengikuti pelatihan, sementara lebih dari 700 karyawan lokal dan 110.000 orang telah bergabung dalam program RedSeller.

Jakarta, 7 September 2026/ JavaRilis — RedDoorz, platform perhotelan dan akomodasi multi-brand terbesar di Asia Tenggara, terus memperkuat berbagai program yang berfokus pada masyarakat di Indonesia. Upaya tersebut mencakup penciptaan lapangan kerja dan peluang penghasilan bagi masyarakat lokal, peningkatan keahlian kerja di bidang perhotelan, serta kerja sama dengan pemerintah dan masyarakat untuk mengembangkan sektor pariwisata yang berkelanjutan.

Bagi RedDoorz, keterlibatan dengan masyarakat tidak sekadar menjalankan program tanggung jawab sosial perusahaan. Dengan jaringan hotel yang tersebar di berbagai kota dan destinasi di Indonesia, pertumbuhan RedDoorz juga berkaitan erat dengan pemilik properti, karyawan hotel, pekerja pariwisata, pelaku usaha, dan masyarakat di sekitar hotel.

“Bisnis perhotelan merupakan bisnis lokal. Setiap hotel beroperasi di tengah masyarakat, mempekerjakan tenaga kerja lokal, dan ikut berkontribusi terhadap sektor pariwisata di sekitarnya,” kata Gusti Raganata, Head, Government Relations, RedDoorz. “Seiring dengan perkembangan RedDoorz, kami ingin pertumbuhan tersebut juga membuka peluang di luar sektor perhotelan, baik melalui lapangan kerja, peningkatan keterampilan, kewirausahaan, maupun standar perhotelan yang lebih baik,” ujarnya.

Sejak 2016, RedDoorz mewajibkan mitra properti yang bergabung dalam jaringannya mengikuti pelatihan. Hingga kini, lebih dari 40.000 staf hotel telah mengikuti pelatihan mengenai operasional perhotelan dan standar pelayanan.

RedDoorz juga memperkenalkan program peningkatan keterampilan staf pada akhir 2025. Hingga saat ini, lebih dari 200 staf telah mengikuti program tersebut. Perusahaan menargetkan jumlah peserta mencapai lebih dari 700 staf pada akhir 2026.

“Saya senang bisa mendapatkan pengetahuan baru dan mempelajari hal-hal yang perlu saya lakukan sebagai profesional di bidang perhotelan untuk memberikan pelayanan terbaik kepada tamu,” kata Revia Bintang, Staf Hotel Yehezkiel Surapati Mitra RedDoorz.

Melalui lebih dari 120 hotel yang dioperasikan langsung, RedDoorz saat ini mendukung lebih dari 700 karyawan. RedDoorz juga ikut menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat di berbagai daerah. Sejak Januari 2026, lebih dari 25 lulusan baru juga telah bergabung dalam Program Pengembangan Kepemimpinan melalui rekrutmen yang dilakukan setiap kuartal untuk berbagai posisi kerja.

RedDoorz juga membuka kesempatan bagi lebih banyak masyarakat Indonesia untuk bergabung dalam sektor pariwisata melalui RedSeller, program reseller akomodasi yang diluncurkan pada Maret 2020.

Lebih dari 110.000 orang telah mendaftar sebagai RedSeller, termasuk mahasiswa, ibu rumah tangga, pekerja lepas, dan karyawan. Mereka dapat menjual kembali akomodasi yang berada dalam jaringan RedDoorz tanpa modal awal atau pengalaman kerja sebelumnya sebagai staf penjual layanan perhotelan.

Para RedSeller yang aktif bekerja secara kolektif menghasilkan lebih dari 50.000 pemesanan kamar setiap bulan. Sementara itu, reseller dengan kinerja terbaik telah memperoleh komisi hingga Rp13 juta dalam satu bulan.

“Progres kecil tetaplah progres. Jangan menyerah hanya karena hasilnya belum besar. Yang membedakan seseorang bukan semata-mata yang paling cepat, melainkan siapa yang terus melangkah,” kata Arif Rahmatilah, salah satu reseller terbaik RedDoorz yang secara konsisten memperoleh penghasilan melalui program tersebut.

RedDoorz juga bekerja sama dengan pemerintah pusat dan daerah untuk memperkuat kapasitas pariwisata di berbagai wilayah. Kerja sama dengan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat, Bank Indonesia Nusa Tenggara Barat, dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara, serta kesepakatan dengan Pemerintah Kabupaten Wonosobo pada 2026, turut mendukung pengembangan desa wisata dan sektor perhotelan.

Melalui berbagai kerja sama tersebut, lebih dari 20 Desa Wisata telah mendapat dukungan dan lebih dari 1.000 pekerja pariwisata telah mengikuti program peningkatan keterampilan kerja, termasuk pelatihan di bidang perhotelan dan pemasaran digital.

Program untuk masyarakat juga mencakup pemberian beasiswa kepada 12 mahasiswa politeknik pariwisata serta renovasi tiga masjid dan fasilitas ibadah.

Keamanan menjadi salah satu pilar penting dalam strategi RedDoorz untuk mendukung masyarakat. Pada 2025, program penanganan kebakaran RedDoorz telah menjangkau 1.000 properti mitra. Perusahaan juga mendonasikan 200 paket alat pemadam kebakaran untuk menghadapi kondisi darurat.

Dalam 12–18 bulan ke depan, program Safe Stay for All Guests akan memperkuat kesiapsiagaan menghadapi keadaan darurat, serta meningkatkan perlindungan bagi tamu dan anak-anak. Sementara itu, NOCs bersama masyarakat setempat akan membangun kepercayaan antara warga dan tamu.

“Pertumbuhan bisnis dan tanggung jawab harus berjalan beriringan,” kata Raganata. “Kami ingin bekerja sama dengan para mitra dan masyarakat untuk mewujudkan industri perhotelan yang lebih aman, lebih kuat, dan lebih berkelanjutan.”

 

SAGA Restaurant & Bar Resmi Dibuka di Pantai Beraban, Pengalaman Bersantap di Tepi Laut dengan Panorama Sunset Bali

Restoran di kompleks Viking Sunset Studios ini memadukan kuliner Italia-Indonesia, koktail racikan khas, dan infinity pool dengan pemandangan langsung ke Samudra Hindia

BALI, 27 Agustus 2026/ JavaRilis — Bali kembali punya pilihan baru untuk menikmati sore hingga malam di tepi laut. SAGA Restaurant & Bar resmi dibuka di Pantai Beraban, Tabanan, Bali, menawarkan pengalaman bersantap yang memadukan kuliner Italia-Indonesia, koktail, dan panorama matahari terbenam di pesisir Samudra Hindia.

Berada di kawasan Viking Sunset Studios, SAGA menempati lokasi di atas garis pantai berpasir hitam Pantai Beraban. Restoran ini dirancang untuk menghadirkan suasana santai di tepi laut, lengkap dengan salah satu infinity pool terbesar di Bali serta area bar yang berada di dalam kolam.

Di sini, pengunjung dapat menikmati koktail sambil tetap berada di dalam air atau bersantai di tepi kolam dengan pemandangan laut terbuka dan matahari terbenam sebagai latar.

Perpaduan Italia dan Indonesia di Tepi Pantai

Daya tarik SAGA tidak hanya datang dari lokasinya. Dapur restoran ini mengusung konsep perpaduan kuliner Italia dan Indonesia, mempertemukan teknik dan cita rasa klasik Italia dengan kekayaan rempah Nusantara.

Beberapa menu andalan yang ditawarkan antara lain hidangan yang dimasak menggunakan tungku kayu dan disajikan dengan sambal matah Bali, pasta buatan tangan dengan ragù rendang yang dimasak perlahan, serta hidangan laut segar dari perairan lokal yang dipadukan dengan jeruk dan herba khas Mediterania.

Para koki dari Dubai dan Seminyak turut mengisi dapur SAGA untuk menghadirkan pengalaman kuliner tersebut langsung dari tepi pantai.

Di sisi lain, area bar terbuka SAGA menawarkan pilihan artisanal spirits, botanikal tropis, dan racikan khas. Konsep ini dirancang untuk menemani berbagai suasana, mulai dari makan siang santai dan aperitivo saat matahari terbenam hingga pertemuan malam hari.

“Pantai Beraban menawarkan salah satu lanskap pesisir yang paling menakjubkan di pulau ini sehingga menjadi tempat ideal untuk menikmati sore yang santai maupun makan malam sambil menyaksikan matahari terbenam,” ujar Vivian Ikdayah, Manager SAGA Restaurant & Bar.

“Di SAGA, kami ingin menciptakan suasana ketika makanan, minuman, dan pemandangan menyatu. Baik menikmati koktail di bar dalam kolam maupun berbagi hidangan fusion yang dimasak dengan tungku kayu di tepi laut, setiap detail dirancang untuk menikmati momen,” lanjutnya.

Membawa Semangat Keberlanjutan ke Dapur

Kehadiran SAGA juga tidak terlepas dari perjalanan pendirinya di bidang sosial dan pangan.

Selama bertahun-tahun, Scholars of Sustenance (SOS), organisasi penyelamat makanan global yang dijalankan oleh pendiri SAGA, telah menyalurkan jutaan porsi makanan bergizi dan nutrisi berkualitas kepada masyarakat di berbagai wilayah Asia.

Semangat untuk menghadirkan makanan berkualitas dan bahan-bahan yang baik tersebut turut dibawa ke dapur SAGA.

“Kami sangat bangga hadir di Tabanan dan ikut mengembangkan kawasan yang indah ini melalui sesuatu yang luar biasa seperti produksi film internasional,” ujar Eka Widya, Manager SOS Foundation dan SAGA.

Menurut Eka, kehadiran produksi film internasional sekaligus destinasi kuliner di kawasan yang sama membuka peluang baru bagi Tabanan.

“Menghadirkan produksi film kelas dunia dan pengalaman bersantap berkualitas di Pantai Beraban menciptakan peluang baru dan menempatkan Tabanan di peta industri kreatif global,” katanya.

Berada di Kawasan Studio Film Internasional

SAGA menjadi bagian dari Viking Sunset Studios, kompleks produksi film di Pantai Beraban yang memiliki sound stage terbesar di Indonesia.

“Kami sangat antusias menyambut masyarakat ke area studio kami melalui pembukaan SAGA,” ujar Bo H. Holmgreen, CEO Viking Sunset Studios.

Menurut Holmgreen, kehadiran restoran di tepi pantai juga melengkapi fasilitas yang tersedia bagi berbagai produksi film yang berlangsung di studio tersebut. Viking Sunset Studios kini memiliki tim kuliner sendiri yang dapat menyediakan layanan katering bagi kru produksi.

“Perut yang kenyang berarti kru yang bahagia, dan kru yang bahagia menghasilkan film yang bahagia,” ujarnya.

Ia menambahkan, makanan yang baik juga dapat mendukung proses berpikir dan kreativitas. Ditambah panorama matahari terbenam dan suara ombak, SAGA diharapkan menjadi bagian baru dari pengalaman di kawasan studio.

Pembukaan SAGA juga berlangsung ketika Viking Sunset Studios tengah memperkenalkan sejumlah proyek film internasional. Salah satunya The Ghost and the Gun, film perang Malaysia yang baru saja melakukan pemutaran perdana global di Kuala Lumpur.

Dari Canggu Menuju Pantai Beraban

Bagi pengunjung yang berada di Canggu, SAGA dapat menjadi pilihan untuk menikmati suasana pesisir yang lebih tenang.

Restoran ini berada tidak jauh dari Canggu, salah satu pusat pariwisata dan gaya hidup yang berkembang pesat di Bali. Perjalanan menuju Pantai Beraban membawa pengunjung melewati persawahan hijau dan desa-desa pesisir sebelum tiba di hamparan pasir vulkanik hitam yang menghadap langsung ke Samudra Hindia.

Perjalanan tersebut menawarkan pengalaman yang berbeda dari kawasan pantai yang lebih ramai di Canggu. Setibanya di SAGA, pengunjung dapat menikmati panorama laut yang luas, bersantai di infinity pool, atau menikmati hidangan Italia-Indonesia sambil menunggu matahari terbenam.

Lokasi SAGA di dalam Viking Sunset Studios juga memberi pengunjung kesempatan melihat lebih dekat aktivitas di balik produksi film internasional.

Sejumlah produksi telah mengambil tempat di kompleks tersebut, termasuk film thriller Bandit yang meraih sejumlah penghargaan dan mendapat pengakuan di TCL Chinese Theatre, Dances With Films, serta Burbank International Film Festival.

Ada pula drama sejarah pasca-Perang Dunia II The Ghost and the Gun, film yang telah menjalani pemutaran perdana di Kuala Lumpur, serta The Pirate Queen yang dibintangi Lucy Liu dan berkompetisi di Festival Film Cannes tahun ini.

Dengan perpaduan antara kuliner, suasana pantai, dan ekosistem perfilman, SAGA menawarkan pengalaman yang cukup berbeda di pesisir barat daya Bali.

SAGA Restaurant & Bar kini telah resmi dibuka dan menerima reservasi untuk makan siang, minuman saat matahari terbenam, serta makan malam.

Tentang SAGA Restaurant & Bar

SAGA Restaurant & Bar merupakan restoran tepi laut yang berada di Pantai Beraban, Tabanan, Bali, di dalam kompleks Viking Sunset Studios.

SAGA menyajikan kuliner perpaduan Italia-Indonesia, koktail khas, serta salah satu kolam infinity tepi pantai terbesar di Bali yang dilengkapi area bar di dalam kolam.

Tentang Viking Sunset Studios

Viking Sunset Studios merupakan kompleks produksi film di tepi pantai yang berlokasi di Pantai Beraban, Tabanan, Bali.

Dengan sound stage terbesar di Indonesia dan fasilitas produksi yang lengkap, Viking Sunset Studios menyediakan ekosistem terintegrasi untuk produksi film, televisi, dan berbagai proyek media, baik dari Indonesia maupun internasional.

Dari Shenzhen ke Jakarta, 400+ Ekshibitor Hadirkan Produk Gaya Hidup Generasi Baru di RX Huabo Indonesia Fair 2026

Pameran di JIExpo Jakarta pada 3–5 September 2026 mempertemukan ratusan pemasok internasional dengan pasar ritel dan e-commerce Asia Tenggara yang terus berkembang

Jakarta, 2 September 2026/ JavaRilis — Seiring dengan perkembangan Asia Tenggara sebagai salah satu pasar konsumen yang dinamis, permintaan terhadap produk yang mengedepankan desain dan gaya hidup terus meningkat. Untuk mempertemukan pasokan global dengan kebutuhan pasar regional, RX Huabo Asia Gift & Home Fair–Indonesia kembali digelar untuk ketiga kalinya di Jakarta International Expo (JIExpo) pada 3–5 September 2026.

Digelar bersamaan dengan 2026 China (Indonesia) International E-commerce Industry Expo, pameran ini menempati area seluas 25.000 meter persegi dan menghadirkan lebih dari 400 eksibitor internasional dari Tiongkok, Korea Selatan, dan sejumlah negara lainnya.

RX Huabo Indonesia merupakan perpanjangan strategis dari Shenzhen International Gifts & Home Products Fair, salah satu pameran utama di Tiongkok yang menarik lebih dari 200.000 pembeli global dalam setiap penyelenggaraannya. Melalui pameran di Indonesia, RX Huabo membawa ekosistem pengadaan yang telah teruji ke pasar Asia Tenggara.

“Asia Tenggara kini bukan lagi sekadar basis manufaktur. Kawasan ini memiliki kebutuhan dan preferensi gaya hidupnya sendiri,” ujar David Yuan, Senior Vice President RX Huabo.

“Pameran ini mempertemukan rantai pasok yang gesit dan mengutamakan desain secara langsung dengan peritel serta platform e-commerce yang tumbuh paling pesat di kawasan ini,” lanjutnya.

Produk Berbasis Pop Culture, dari Fungsi hingga Nilai Emosional

Bagi peritel dan pelaku e-commerce, produk dengan margin tinggi kerap lahir dari kemampuan membaca tren budaya dan selera konsumen.

Salah satunya ditunjukkan oleh KACO, yang akan membawa beragam produk hasil kolaborasi dengan sejumlah IP populer dunia, seperti Ultraman, Coca-Cola, dan Sprite, serta koleksi pulpen interaktif.

Produk-produk tersebut menunjukkan bagaimana alat tulis yang sebelumnya hanya mengutamakan fungsi kini berkembang menjadi produk yang menawarkan pengalaman, kesenangan, dan keterikatan emosional.

Tren ini juga sejalan dengan perkembangan pasar Asia Tenggara, ketika karakter dan IP populer semakin berperan dalam mendorong penjualan di gerai ritel maupun kategori hadiah.

Perlengkapan Rumah Tangga yang Mengikuti Gaya Hidup Kelas Menengah

Pertumbuhan kelas menengah Indonesia turut mengubah preferensi konsumen. Kebutuhan rumah tangga kini tidak lagi hanya berfokus pada fungsi dasar, tetapi juga pada produk yang memiliki tampilan menarik dan sesuai dengan gaya hidup modern.

DESLON akan menjawab tren tersebut melalui koleksi peralatan masak, alat makan, dan peralatan rumah tangga berukuran kecil yang memadukan fungsi sehari-hari dengan desain yang lebih modern dan berorientasi pada gaya hidup.

Rantai Pasok yang Gesit untuk Menangkap Tren

Meningkatnya permintaan global terhadap produk minuman premium dalam beberapa tahun terakhir juga membuka peluang bagi produsen yang mampu bergerak cepat mengikuti tren.

D.KADI akan memperkenalkan rangkaian produk drinkware yang populer, termasuk seri dengan teknologi antisipasi panas dan insulasi.

Koleksi tersebut menunjukkan bagaimana produsen dengan rantai pasok yang fleksibel dapat dengan cepat menangkap tren desain yang ergonomis, kemudian mengembangkannya menjadi produk yang siap dipasarkan dan dapat disesuaikan dengan kebutuhan konsumen di berbagai wilayah.

Tidak Hanya Tiga Hari, Akses Pengadaan Sepanjang Tahun

RX Huabo Indonesia tidak hanya menawarkan pameran selama tiga hari. Ajang ini juga menjadi pintu masuk bagi pelaku usaha untuk terhubung dengan jaringan pemasok yang lebih luas.

Pelaku industri yang tertarik mengunjungi pameran dapat memperoleh tiket masuk gratis dengan melakukan pendaftaran melalui situs resmi sebelum 1 September 2026.

Selain itu, pengunjung dapat menghubungi penyelenggara untuk memanfaatkan layanan sourcing matchmaking RX Huabo yang tersedia sepanjang tahun. Layanan ini memberikan akses langsung ke jaringan yang telah dikurasi, yang mencakup puluhan ribu pemasok produk gaya hidup premium.

Informasi lebih lanjut tersedia di situs resmi RX Huabo Indonesia.

11+ dan Inter Bawa Tiga Fans Asia ke Hong Kong untuk Tonton Laga Manchester City

Tiga fans Inter dari Indonesia, Thailand, dan Korea Selatan membagikan pengalaman mereka dan atmosfer pertandingan yang tak terlupakan di Hong Kong.

JAKARTA, 2 September 2026 /JavaRilis — Bagi kebanyakan penggemar sepak bola, mendukung klub kesayangan mereka artinya memberikan dukungan dari jarak ribuan kilometer. Bagi tiga fans setia Inter dari Indonesia, Thailand, dan Korea Selatan, passion mereka menjadi pengalaman yang tak terlupakan saat mereka pergi ke Hong Kong untuk menyaksikan Inter menghadapi Manchester City secara langsung di Kai Tak Stadium.

Platform engagement penggemar sepak bola 11+ (11plus.co) bekerja sama dengan Inter untuk meluncurkan kampanye “First 500 Nerazzurri”, menghubungkan fans di Indonesia, Thailand, dan Korea Selatan dengan Inter. Melalui berbagai tantangan interaktif di aplikasi 11+, fans dapat menunjukkan passion mereka terhadap Inter sekaligus mendapatkan kesempatan untuk memenangkan merchandise resmi Inter atau grand prize berupa perjalanan ke Hong Kong.

Pada 1 Agustus 2026, tiga pemenang grand prize, satu pemenang dari tiap negara, diberangkatkan ke Hong Kong untuk menyaksikan Inter menghadapi Manchester City dalam The Asahi Super Dry Trophy di Kai Tak Stadium, sebagai bagian dari Hong Kong Football Festival 2026.

Khalif Mukhlis Kusmawan, pemenang dari Indonesia, membagikan pengalamannya: “Ini adalah pengalaman yang tak terlupakan. Saya menyaksikan Inter dari barisan duduk paling depan dan melihat para pemain dari dekat. Melalui pengalaman ini, saya menyadari betapa besar dan luar biasanya komunitas Inter di seluruh dunia. Semua orang saling menyambut satu sama lain seperti teman lama. Sungguh luar biasa bisa merasakan rasa persatuan dan kebersamaan yang begitu kuat.”

Perjalanan para pemenang mencerminkan komitmen Inter untuk mengapresiasi loyalitas fans di Asia dan menghubungkan mereka langsung dengan Inter melalui pengalaman yang bermakna.

Stefano Perazzo, Senior Head, Media House and Digital Marketing di Inter, mengatakan: “Tujuan kami melalui kampanye First 500 Nerazzurri adalah untuk mengapresiasi semangat dan loyalitas yang telah ditunjukkan oleh fans Inter di seluruh Asia selama bertahun-tahun. Kami ingin para pendukung di Indonesia, Thailand, dan Korea Selatan merasa diperhatikan dan dihargai, karena mereka sekarang memiliki cara baru untuk terhubung secara resmi dengan Klub kami. Kampanye ini merayakan dedikasi mereka sekaligus semakin mendekatkan komunitas Nerazzurri.”

Bagi 11+, kampanye ini mencerminkan misi mereka yang lebih luas untuk menjadikan fandom sepak bola lebih interaktif, berharga, dan berbasis komunitas.

Mohamad Burhan, Marketing Lead di 11+, mengatakan: “Kami percaya bahwa fan engagement seharusnya dapat menyatukan fans di sekitar klub yang mereka dukung. Melalui kampanye First 500 Nerazzurri, kami bangga dapat bekerja sama dengan Inter untuk merayakan para pendukung di Indonesia, Thailand, dan Korea Selatan. Kampanye ini memberikan kesempatan yang bermakna bagi mereka untuk mendapatkan apresiasi dan membagikan pengalaman pribadi mereka sebagai fans Inter.”

Kampanye ini menunjukkan visi 11+ dalam membangun komunitas sepak bola yang lebih erat melalui berbagai pengalaman bagi fans di luar hari pertandingan.

Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi: https://www.inter.it/en/news/inter-joins-11-plus-platform

Download aplikasi 11+ di iOS dan Android untuk bergabung dengan komunitas dan ikuti kampanye berikutnya.

###

Tentang 11+

11+ adalah platform engagement fans sepak bola yang mengubah fandom sepak bola menjadi pengalaman yang interaktif dan berbasis komunitas. Melalui berbagai fitur tantangan, prediksi, koleksi digital, aktivitas komunitas, dan hadiah, 11+ menghubungkan para pendukung sepak bola di berbagai pasar. 11+i tersedia di iOS dan Android. Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi 11plus.co.

 

Zoomex Perkuat Ekspansi Pasar Asia Tenggara lewat “Trade the Tide” di Coinfest Asia 2026 Bali

Sebagai Gold Sponsor, Zoomex mempertemukan trader, pelaku industri, dan mitra regional untuk membahas kepercayaan, efisiensi perdagangan, serta perkembangan pasar aset digital di Asia Tenggara

UBUD, Indonesia, 2 September 2026/ JavaRilis — Zoomex, platform perdagangan aset kripto global yang berfokus pada perdagangan derivatif, sukses menggelar acara pendamping Coinfest Asia 2026, “Zoomex Summer Bay Party: Trade the Tide,” pada 20 Agustus di Tropical Temptation Beach Club, Bali.

Sebagai Gold Sponsor Coinfest Asia 2026, Zoomex memanfaatkan ajang tersebut untuk berinteraksi langsung dengan trader, pengembang, kreator konten, investor, anggota komunitas, serta mitra ekosistem dari Indonesia dan kawasan Asia Tenggara.

Coinfest Asia 2026 berlangsung pada 20–21 Agustus di Melasti Beach, Bali. Konferensi yang mempertemukan institusi, pengembang, dan trader tersebut membahas berbagai topik, mulai dari infrastruktur aset digital, perdagangan, ekosistem pengembang hingga kemitraan regional. Mengusung tema “Trade the Tide,” Zoomex memadukan diskusi industri, jejaring komunitas, pertunjukan budaya Bali, dan suasana tepi pantai untuk menciptakan ruang interaksi yang lebih dekat di luar format konferensi konvensional.

Bahas Kepercayaan, Kecepatan, dan Perkembangan Pasar Asia Tenggara

Salah satu agenda utama dalam acara tersebut adalah mini roundtable bertajuk:

“Trading the Next Tide: Trust, Speed and the Next Wave of SEA Adoption”

Dipandu Christian ([@christianvctrs]), diskusi ini menghadirkan Fernando Lillo, Marketing Director Zoomex, bersama edukator dan kreator konten kripto asal Indonesia Michael Wyann ([@itsmikewyann]) serta trader kripto Andy Tjoeng ([@kyojindee]). Zoomex sebelumnya telah mengonfirmasi kehadiran kedua pembicara tamu regional tersebut melalui kanal resminya.

Diskusi mengangkat tiga isu utama. Pertama, bagaimana platform perdagangan aset digital membangun kepercayaan pengguna melalui aturan yang jelas, informasi saldo yang transparan, dan komunikasi berkelanjutan. Kedua, bagaimana kecepatan perdagangan dapat berjalan beriringan dengan stabilitas eksekusi, kemudahan penggunaan produk, dan pengalaman perdagangan yang menyeluruh. Ketiga, bagaimana platform dapat melayani pengguna di Asia Tenggara secara lebih efektif melalui edukasi yang sesuai kebutuhan lokal, masukan komunitas, dan kemitraan regional.

Fernando Lillo mengatakan, Coinfest Asia memberi Zoomex kesempatan untuk mendengar langsung masukan dari trader, pengembang, dan komunitas regional mengenai pengalaman mereka menggunakan produk.

“Meski kondisi pasar terus berubah, kebutuhan pengguna tetap jelas: operasional harus lebih sederhana, informasi akun dan saldo harus transparan, serta pengguna berhak mendapatkan akses yang adil terhadap hasil perdagangan mereka. Zoomex akan terus menerjemahkan masukan ini menjadi peningkatan produk dan layanan yang disesuaikan dengan kebutuhan pengguna di Asia Tenggara.”

Pesan tersebut sejalan dengan proposisi merek Zoomex: Easy to Use. Transparent balance. Fair access to your earnings.

Padukan Budaya Bali dengan Pengalaman Olahraga Internasional

Selain diskusi industri, Zoomex menghadirkan sejumlah kegiatan untuk memperkuat interaksi dengan komunitas. Acara dibuka dengan pertunjukan tradisional Indonesia Water Drum yang memadukan unsur air dengan visual bernuansa teknologi, kemudian dilanjutkan dengan tari api Bali, sesi bersulang, foto bersama, jejaring terbuka, dan DJ After Party.

Perpaduan budaya lokal dengan suasana tepi pantai tersebut memungkinkan Zoomex mengemas diskusi industri dalam suasana yang lebih informal sekaligus mempererat interaksi dengan komunitas.

Emiliano Martínez, Global Brand Ambassador Zoomex sekaligus penjaga gawang asal Argentina, turut menyapa peserta melalui pesan video khusus. Peserta kemudian mengikuti tantangan interaktif “Pass-the-Flag” yang memberikan kesempatan untuk memenangkan bola sepak bertanda tangan Martínez serta suvenir eksklusif bertanda tangan dari TGR Haas F1 Team.

Zoomex saat ini merupakan Official Cryptocurrency Exchange Partner TGR Haas F1 Team, sementara Martínez berperan sebagai Global Brand Ambassador. Sesi interaktif tersebut mengangkat nilai yang identik dengan Formula 1, seperti kecepatan, presisi, dan kerja tim, serta kemampuan seorang penjaga gawang dalam mengambil keputusan, menjaga fokus, dan bereaksi cepat.

Perkuat Keterlibatan dengan Pengguna Asia Tenggara

Zoomex menegaskan bahwa partisipasinya dalam Coinfest Asia 2026 tidak hanya bertujuan meningkatkan visibilitas merek. Lebih dari itu, ajang tersebut menjadi kesempatan untuk memahami secara langsung kebutuhan pengguna, komunitas, dan mitra regional terkait pengalaman perdagangan, kemudahan penggunaan produk, serta perkembangan industri.

Melalui sponsorship, diskusi industri, dan acara pendamping komunitas, Zoomex menjadikan pertemuan tatap muka sebagai salah satu saluran untuk memperkuat keterlibatan di pasar regional.

Ke depan, Zoomex akan terus membuka dialog dengan pengguna dan mitra industri di Asia Tenggara mengenai pengalaman perdagangan derivatif, perangkat perdagangan cerdas, transparansi aturan, serta perluasan akses pasar.

Tentang Zoomex

Didirikan pada 2021, Zoomex merupakan platform perdagangan aset kripto global yang berfokus pada perdagangan derivatif. Platform ini melayani lebih dari 3 juta pengguna di lebih dari 35 negara dan wilayah, dengan lebih dari 700 pasangan perdagangan.

Dengan mengedepankan kemudahan penggunaan, transparansi, keadilan, dan kecepatan, Zoomex menghadirkan pengalaman perdagangan yang jelas dan efisien bagi pengguna di seluruh dunia.

Melalui mesin pencocokan berperforma tinggi, tampilan aset dan pesanan yang jelas, serta mekanisme biaya dan aturan yang transparan, Zoomex membantu pengguna memahami status akun, eksekusi pesanan, biaya perdagangan, dan hasil transaksi.

Zoomex memiliki pendaftaran, lisensi, dan status regulasi di sejumlah yurisdiksi, termasuk MSB Amerika Serikat, MSB Kanada, NFA Amerika Serikat, dan AUSTRAC Australia. Platform tersebut juga telah menyelesaikan audit keamanan yang dilakukan perusahaan keamanan blockchain Hacken.

Zoomex terus memperkuat kerangka kepercayaannya melalui sejumlah inisiatif, termasuk Proof of Reserves, Security & Transparency, Compliance Information, serta Fees / Rules Transparency.

Di luar perdagangan, Zoomex membangun pengalaman merek melalui kemitraan dengan berbagai ajang dan tokoh olahraga, termasuk TGR Haas F1 Team, penjaga gawang juara Piala Dunia Emiliano Martínez, serta ajang tenis kelas dunia seperti Wimbledon. Nilai kecepatan, presisi, disiplin, sportivitas, dan eksekusi berdasarkan aturan dinilai sejalan dengan pendekatan Zoomex dalam perdagangan derivatif.

Di Zoomex: Easy to Use. Transparent balance. Fair access to your earnings.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apa itu Zoomex?
Zoomex merupakan platform global perdagangan derivatif kripto yang didirikan pada 2021. Platform ini melayani lebih dari 3 juta pengguna di lebih dari 35 negara dan wilayah dengan lebih dari 700 pasangan perdagangan.

Bagaimana cara kerja Zoomex?
Zoomex menggunakan mesin pencocokan berperforma tinggi dengan tampilan aset dan pesanan yang transparan. Sistem ini memungkinkan pengguna melakukan transaksi sekaligus memantau saldo dan hasil perdagangan mereka.

Apa yang dapat diperdagangkan di Zoomex?
Zoomex menawarkan lebih dari 700 pasangan perdagangan yang mencakup aset kripto seperti BTC, ETH, dan SOL, kontrak yang terkait dengan saham seperti NVDA dan AAPL, serta eksposur terhadap emas melalui XAUT.

Apa yang membedakan Zoomex dari bursa lainnya?
Zoomex tidak menerbitkan token platform dan tidak menjalankan kesepakatan modal ventura atau inkubasi. Platform ini juga memiliki sertifikasi keamanan dari Hacken serta lisensi regulasi di berbagai yurisdiksi. Pendekatan tersebut menempatkan transparansi dan keamanan dana sebagai fokus utama, bukan insentif berbasis token.

Di mana kantor pusat Zoomex?
Zoomex beroperasi sebagai bursa aset kripto global dengan sejumlah pendaftaran regulasi, termasuk MSB Kanada, MSB Amerika Serikat, NFA Amerika Serikat, dan AUSTRAC Australia. Hal ini mencerminkan pendekatan Zoomex dalam memenuhi ketentuan di berbagai yurisdiksi.

Apakah Zoomex tersedia di negara saya?
Zoomex melayani pengguna di lebih dari 35 negara dan wilayah. Ketersediaan layanan dapat berbeda sesuai dengan regulasi setempat. Trader disarankan memeriksa situs resmi Zoomex untuk mengetahui akses dan persyaratan yang berlaku di masing-masing negara.

Studi: Anak Muda Indonesia Percaya Diri, Namun Masih Butuh Lebih Banyak Pengalaman Kerja

Sebanyak 99% responden ingin lebih banyak mengenal dunia kerja meski tingkat kepercayaan diri mereka terhadap kesiapan karier termasuk yang tertinggi di Asia Pasifik

JAKARTA, 1 September 2026/ JavaRilis — Anak muda Indonesia memiliki tingkat kepercayaan diri yang tinggi dalam menghadapi dunia kerja, terutama dari sisi kreativitas, inisiatif, dan kemampuan beradaptasi. Namun, mereka juga merasa masih membutuhkan lebih banyak kesempatan untuk mengenal dan merasakan langsung dunia kerja.

Hal ini terungkap dalam studi terbaru bertajuk Shaping Tomorrow’s Workforce – Asia Pacific Youth Insights. Studi ini merupakan kerja sama antara Federal Express Corporation (FedEx) dan Junior Achievement (JA), serta JA Institute.

Studi ini melibatkan lebih dari 4.200 anak muda berusia 15 hingga 22 tahun di 10 pasar Asia Pasifik, termasuk 552 responden dari Indonesia. Studi tersebut melihat seberapa siap generasi muda menghadapi karier di masa depan, dengan menyoroti kemampuan praktis dan kewirausahaan, pemahaman mengenai perdagangan global, serta kesiapan menghadapi perkembangan kecerdasan artifisial (AI).

Di Indonesia, 99% responden berpandangan bahwa pendidikan perlu memberikan lebih banyak kesempatan untuk mengenal dunia kerja. Angka ini bahkan lebih tinggi dibandingkan rata-rata Asia Pasifik yang mencapai 97%.

Bagi responden Indonesia, kemampuan memecahkan masalah dan berpikir kritis juga menjadi dua keahlian yang paling penting dalam 10 hingga 15 tahun mendatang.

“Anak muda Indonesia memiliki energi, kreativitas, dan kemampuan beradaptasi yang luar biasa. Mereka tidak hanya ingin belajar teori, melainkan juga ingin mendapat kesempatan untuk menerapkan kemampuan mereka dalam situasi bisnis yang nyata,” ujar Garrick Thompson, Managing Director, FedEx Indonesia.

Menurutnya, perkembangan AI dan perdagangan lintasnegara akan terus mengubah dunia kerja. Karena itu, generasi muda perlu memiliki keterampilan praktis yang tidak hanya diperoleh dari ruang kelas.

“Melalui kemitraan dengan Junior Achievement, FedEx bangga membantu anak muda Indonesia untuk mendapatkan pengalaman langsung di dunia bisnis. Kami berkomitmen mempersiapkan generasi berikutnya agar mampu bersaing dan sukses dalam ekonomi global,” katanya.

Percaya Diri, tetapi Ingin Lebih Banyak Pengalaman Praktis

Studi tersebut menunjukkan bahwa anak muda Indonesia ingin pendidikan formal tidak hanya membekali mereka dengan pengetahuan, tetapi juga kemampuan yang bisa langsung digunakan ketika memasuki dunia kerja.

Mereka juga menginginkan hubungan yang lebih erat antara apa yang dipelajari di ruang kelas dan apa yang akan dihadapi di tempat kerja.

Dalam sejumlah kemampuan yang bisa diterapkan di berbagai situasi, tingkat kepercayaan diri responden Indonesia tercatat lebih tinggi dibandingkan rata-rata Asia Pasifik.

Sebanyak 78% responden Indonesia percaya diri dalam menghasilkan ide atau solusi baru, dibandingkan 61% di Asia Pasifik.

Kemudian, 72% merasa percaya diri mengambil inisiatif untuk mencoba sesuatu yang baru tanpa harus diperintah atau diminta, dibandingkan 60% di tingkat kawasan.

Sebanyak 73% juga yakin dapat beradaptasi dengan cepat ketika rencana berubah, lebih tinggi dibandingkan 62% di Asia Pasifik.

Sementara itu, 69% merasa percaya diri bekerja secara mandiri dan mengambil keputusan tanpa membutuhkan banyak arahan. Angka tersebut juga lebih tinggi dibandingkan rata-rata kawasan yang mencapai 59%.

Angka-angka tersebut menunjukkan bahwa generasi muda Indonesia memiliki modal yang kuat dalam hal inisiatif dan kemampuan beradaptasi.

Meski demikian, mereka belum tentu nyaman ketika harus bekerja dalam situasi yang tidak memiliki struktur jelas. Hanya 43% responden Indonesia yang mengatakan nyaman bekerja tanpa rutinitas tetap. Di tingkat Asia Pasifik, angkanya mencapai 56%.

Pola Pikir Wirausaha Dinilai Penting, Apa Pun Pekerjaannya

Pandangan positif terhadap kewirausahaan juga terlihat dalam studi ini.

Sebanyak 95% anak muda Indonesia sepakat bahwa pola pikir kewirausahaan dapat membantu seseorang sukses dalam pekerjaan apa pun. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan rata-rata Asia Pasifik sebesar 85%.

Menariknya, generasi muda Indonesia juga masih melihat pendidikan formal sebagai bagian penting dari persiapan karier.

Mereka memperkirakan pendidikan formal akan memberikan sekitar 81% bekal yang dibutuhkan agar sukses dalam karier di masa depan. Di Asia Pasifik, angkanya hanya 69%.

Artinya, keinginan mendapatkan lebih banyak pengalaman di dunia kerja bukan berarti mereka menganggap pendidikan formal tidak penting. Sebaliknya, mereka ingin pengalaman praktis menjadi pelengkap yang memperkuat apa yang sudah dipelajari di sekolah atau perguruan tinggi.

Siap Bekerja Bersama AI, Namun Belum Cukup Dibekali

Selain kemampuan kewirausahaan, studi ini juga menunjukkan bahwa generasi muda Indonesia menyadari pentingnya memahami AI dan ekonomi global yang semakin terhubung.

Namun, ada kesenjangan antara apa yang mereka anggap penting dan apa yang mereka dapatkan dari pendidikan.

Sebanyak 94% responden menilai pemahaman mengenai cara bisnis berjalan di berbagai negara akan berperan penting dalam karier mereka di masa depan. Namun, hanya 69% yang mengatakan sekolah atau universitas sudah mengajarkan cara kerja perdagangan lintasnegara.

Hal serupa terlihat pada AI. Sebanyak 84% responden memperkirakan mereka akan bekerja dengan AI, namun hanya 70% yang merasa pendidikan telah membekali mereka dengan kemampuan menggunakan AI dalam lingkungan kerja nyata.

Generasi muda Indonesia juga lebih banyak menempatkan keterampilan digital dan teknologi sebagai prioritas dalam kurikulum. Proporsinya mencapai 18%, lebih tinggi dibandingkan rata-rata Asia Pasifik sebesar 12%.

Di seluruh Asia Pasifik, eksperimen secara mandiri menjadi cara paling banyak digunakan anak muda untuk belajar AI, dengan angka 42%. Temuan ini menunjukkan bahwa generasi muda semakin aktif mencari cara sendiri untuk mengembangkan kemampuan AI di luar pendidikan formal.

Pengalaman Nyata Jadi Kunci Kesiapan Masa Depan

Vivek Kumar, President and Chief Executive Officer JA Asia Pacific, mengatakan, kebutuhan anak muda terhadap pengalaman langsung di dunia kerja menjadi salah satu temuan paling penting dalam studi tersebut.

“Anak muda menginginkan lebih banyak kesempatan untuk mengenal dunia kerja dan memperoleh pengalaman praktis,” ujarnya.

Menurut Kumar, kebutuhan tersebut semakin penting karena tingkat pengangguran anak muda di Asia Pasifik saat ini hampir mencapai 14%, jauh lebih tinggi dari tingkat pengangguran orang dewasa. Di saat yang sama, kesenjangan dalam adopsi AI juga terus melebar.

“Kita tidak bisa berasumsi bahwa bakat saja sudah cukup untuk membuat anak muda sukses. Mereka membutuhkan kesempatan untuk membangun keterampilan praktis, meningkatkan kepercayaan diri, dan memahami dunia kerja yang terus berubah,” katanya.

Tahun lalu, JA Asia Pacific membantu lebih dari 5 juta anak muda mempersiapkan diri memasuki dunia kerja. Program tersebut terlaksana berkat dukungan sekolah mitra, guru, relawan, serta mitra korporasi seperti FedEx.

“Kini, kita harus memastikan setiap anak muda memiliki kesempatan yang adil untuk berkembang dan sukses dalam ekonomi masa depan,” ujar Kumar.

Studi tersebut juga menunjukkan beberapa area yang dapat memberikan dampak terbesar, antara lain membantu anak muda menggunakan AI secara bertanggung jawab, menghadapi tantangan bisnis yang tidak selalu memiliki struktur yang jelas, serta menerapkan pengetahuan dari ruang kelas dalam situasi nyata.

Program yang melibatkan industri dan disesuaikan dengan kebutuhan lokal dinilai dapat membantu generasi muda membangun kemampuan mengambil keputusan, beradaptasi, serta memahami dunia bisnis. Kemampuan tersebut akan menjadi bekal penting bagi calon wirausahawan, pekerja, maupun pemimpin bisnis di masa depan.

Laporan lengkap Shaping Tomorrow’s Workforce: Asia Pacific Youth Insights tersedia untuk memberikan gambaran lebih jauh mengenai keterampilan yang dibutuhkan generasi muda Asia Pasifik agar siap menghadapi dunia kerja di masa depan.

Tentang Studi

Temuan dalam rilis ini berasal dari studi Shaping Tomorrow’s Workforce – Asia Pacific Youth Insights yang ditugaskan oleh FedEx dan JA Asia Pacific, diterbitkan oleh JA Institute, dan dilakukan oleh Bolt Insight.

Survei kuantitatif secara daring berlangsung pada Juni hingga Juli 2026 dan melibatkan 4.219 anak muda berusia 15 hingga 22 tahun di 10 pasar Asia Pasifik, yaitu Tiongkok, Hong Kong SAR, Indonesia, Jepang, Malaysia, Filipina, Singapura, Republik Korea, Thailand, dan Vietnam.

Tentang Federal Express Corporation

Federal Express Corporation merupakan salah satu perusahaan transportasi ekspres terbesar di dunia. Perusahaan ini menyediakan layanan pengiriman cepat dan andal ke lebih dari 220 negara dan wilayah.

Federal Express Corporation mengandalkan jaringan udara dan darat global untuk mempercepat pengiriman barang yang membutuhkan kepastian waktu hingga tanggal dan jam tertentu.

Tentang JA Asia Pacific

Didirikan pada 1919 untuk menjembatani kesenjangan antara ruang kelas dan dunia kerja, JA Worldwide merupakan salah satu organisasi nonpemerintah yang berfokus pada generasi muda dan telah berdiri sejak lama, serta memiliki dampak terbesar di dunia.

Junior Achievement (JA) menghadirkan pembelajaran langsung dan imersif dalam berbagai bidang, mulai dari kesiapan kerja, kesehatan finansial, kewirausahaan, STEM, hingga keberlanjutan.

JA Worldwide telah dinominasikan untuk Nobel Perdamaian setiap tahun sejak 2022. Organisasi ini memberikan lebih dari 23 juta pengalaman belajar kepada pelajar setiap tahun di lebih dari 100 negara.

Dengan skala, pengalaman, dan komitmennya, JA Worldwide menjadi salah satu dari sedikit organisasi yang berfokus mempersiapkan generasi inovator, wirausahawan, dan pemimpin masa depan.

Pada 2025, JA Asia Pacific, yang merupakan anggota JA Worldwide, menjangkau lebih dari 5 juta pelajar di 14 pasar serta melibatkan lebih dari 66.000 guru dan relawan di kawasan Asia Pasifik.

Informasi lebih lanjut tersedia di www.jaasiapacific.org.

Tentang JA Institute

JA Institute merupakan unit riset, wawasan, dan thought leadership Junior Achievement (JA). Lembaga ini berfokus pada riset mengenai cara yang efektif dan efisien untuk menjalankan program pembelajaran, memperluas jangkauan JA, menghadirkan inovasi, serta mengukur efektivitas dan dampaknya.

JA Institute juga mengolah hasil riset menjadi thought leadership untuk memperkuat upaya advokasi generasi muda sekaligus mendorong JA berperan dalam percakapan global mengenai isu-isu yang berkaitan dengan generasi muda.