GURUGRAM, HARYANA, India, 25 Agustus 2026/ JavaRilis — Perusahaan RegTech global ZIGRAM memperluas bisnisnya di Asia Tenggara melalui kemitraan strategis dengan Q2 Technologies di Indonesia.

ZIGRAM fokus mengembangkan solusi Anti-Money Laundering (AML), pemantauan penipuan, serta kepatuhan regulasi kejahatan finansial. Sementara itu, Q2 Technologies merupakan penyedia solusi kepatuhan regulasi kejahatan finansial dan keamanan siber yang beroperasi di Indonesia dan Asia Tenggara.

Kolaborasi ini hadir di tengah meningkatnya kasus penipuan finansial di Indonesia sehingga semakin menyoroti pentingnya sistem pemantauan penipuan dan kepatuhan regulasi kejahatan finansial bagi lembaga keuangan.

Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan, Indonesia Anti-Scam Centre (IASC) telah menerima 608.167 laporan hingga 30 Juni 2026, sejak diluncurkan pada November 2024.

Dari laporan tersebut, terdapat 1.085.607 rekening yang dilaporkan, dengan 557.751 rekening telah diblokir. IASC juga telah mengamankan dana korban senilai Rp674,1 miliar.

Bagi ZIGRAM, Indonesia menjadi salah satu pasar penting dalam strategi ekspansi perusahaan di Asia Tenggara.

Melalui kemitraan ini, ZIGRAM menggabungkan RegTech Stack, data, dan kapabilitas intelijennya dengan pemahaman pasar lokal, kemampuan implementasi, serta jaringan Q2 Technologies di Indonesia.

Berdasarkan kesepakatan tersebut, Q2 Technologies akan bertindak sebagai Mitra Resmi ZIGRAM di Indonesia dan menangani dukungan sepanjang siklus hubungan dengan klien.

Kolaborasi ini turut memperkuat kehadiran ZIGRAM di Indonesia. Lembaga keuangan di Tanah Air juga akan mendapatkan akses untuk The Complete AML System milik ZIGRAM, lengkap dengan dukungan dan keahlian dari tim yang memahami kondisi pasar lokal.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya ZIGRAM membantu lembaga keuangan menghadapi standar kepatuhan regulasi yang terus berubah seiring perkembangan risiko kejahatan finansial.

“Indonesia merupakan pasar strategis bagi ZIGRAM dan bagian penting dalam ekspansi kami di Asia Tenggara. Melalui kemitraan dengan Q2 Technologies, kami memadukan kemampuan RegTech dan kepatuhan regulasi kejahatan finansial dengan pemahaman yang kuat terhadap pasar lokal,” ujar Abhishek Bali, CEO dan Co-Founder ZIGRAM.

Menurut Bali, kolaborasi tersebut akan membantu bank, perusahaan asuransi, fintech, dan lembaga keuangan lainnya menghadapi tuntutan kepatuhan regulasi yang semakin kompleks.

“Kami ingin membantu lembaga keuangan mengelola kepatuhan regulasi dengan lebih percaya diri dan efisien, serta memastikan solusi yang kami hadirkan sesuai dengan kebutuhan di Indonesia,” katanya.

Sementara itu, Zulfadli Zizar, Head of Financial Crime Compliance (FCC) Q2 Technologies, mengatakan, kemitraan tersebut membuka peluang untuk menghadirkan pendekatan yang lebih terintegrasi terhadap AML, pemantauan penipuan, dan kepatuhan regulasi kejahatan finansial di Indonesia.

“Kami melihat peluang besar untuk mengubah cara lembaga keuangan di Indonesia menangani AML, pemantauan penipuan, dan kepatuhan regulasi kejahatan finansial,” ujar Zulfadli.

Bersama ZIGRAM, lanjut dia, Q2 Technologies menghadirkan solusi yang mencakup seluruh proses kepatuhan dengan harga yang disesuaikan dengan kondisi pasar Indonesia.

“Kami gembira menghadirkan pendekatan yang lebih terintegrasi dengan mempertemukan teknologi, data, dan keahlian dalam satu ekosistem,” katanya.

Melalui kemitraan tersebut, lembaga keuangan di Indonesia akan mendapatkan akses The Complete AML System dari ZIGRAM. Sistem ini mencakup berbagai kebutuhan, mulai dari penyaringan nasabah dan nama (customer and name screening), pemantauan transaksi, penilaian risiko entitas, hingga kebutuhan lain dalam kepatuhan terhadap kejahatan finansial.

Tentang ZIGRAM

ZIGRAM merupakan perusahaan Regulatory Technology (RegTech) yang telah hadir di lebih dari 12 negara. Perusahaan ini berfokus pada Anti-Money Laundering (AML), kepatuhan regulasi kejahatan finansial (Financial Crime Compliance/FCC), dan Emerging Risk Management.

ZIGRAM menawarkan berbagai solusi FCC, termasuk AML RegTech Stack dan Complete AML System. Keduanya membentuk ekosistem aplikasi terintegrasi untuk membantu lembaga mengelola berbagai risiko.

Solusi ZIGRAM telah digunakan dalam lebih dari 1.500 implementasi dan dirancang untuk membantu lembaga memenuhi ketentuan regulasi dengan cara yang sederhana, komprehensif, dan efisien dari sisi biaya.

Platform ZIGRAM menggunakan teknologi cloud-native dan mudah digunakan secara mandiri dengan proses implementasi yang sederhana. Berkat fleksibilitas platform ZIGRAM, kalangan perusahaan menyesuaikannya dengan berbagai kebutuhan risiko dan kepatuhan.

ZIGRAM saat ini menangani lebih dari 40 kebutuhan risiko, termasuk pencegahan penipuan, kepatuhan anti-suap, risiko rantai pasok, dan manajemen risiko pihak ketiga.

Perusahaan juga memiliki perpustakaan data risiko yang mencakup lebih dari 3.452 daftar pantauan global, lebih dari 9 miliar konten, serta informasi dari lebih dari 250 yurisdiksi dalam 45 bahasa. Cakupan tersebut menjadikan ZIGRAM sebagai salah satu penyedia data risiko dengan jangkauan terluas di industri.

Visi perusahaan adalah membangun dan menghadirkan “RegTech For The World.”

Tentang Q2 Technologies

Q2 Technologies, anak usaha CTI Group, menyediakan solusi teknologi untuk membantu industri jasa keuangan menghadapi kebutuhan yang terus berkembang.

Perusahaan berfokus pada transformasi digital, kepatuhan regulasi, dan teknologi baru untuk membantu lembaga keuangan memodernisasi operasional, memperkuat ketahanan bisnis, serta menghadapi lanskap industri keuangan yang semakin kompleks.

Dengan menggabungkan portofolio teknologi dan pengalaman di industri, Q2 Technologies ingin menciptakan layanan keuangan yang lebih terhubung, cerdas, dan siap menghadapi kebutuhan masa depan.

Informasi lebih lanjut tersedia di Q2 Technologies.