Misi dagang selama lima hari dimanfaatkan untuk memperluas kerja sama di bidang perdagangan, investasi, kesehatan, ekonomi digital, hingga rantai pasok antara Hainan dan negara-negara ASEAN.
HAIKOU, Tiongkok, 11 Agustus 2026/ JavaRilis — Delegasi ekonomi dan perdagangan dari Provinsi Hainan, Tiongkok, menyelesaikan kunjungan kerja selama lima hari ke Thailand dan Indonesia pada Sabtu (25/7) sebagai bagian dari upaya memperkuat kerja sama ekonomi dan investasi dengan negara-negara ASEAN.
Dalam kunjungan tersebut, delegasi memperkenalkan berbagai peluang investasi yang ditawarkan Hainan Free Trade Port, termasuk kebijakan insentif, kawasan industri unggulan, serta potensi kerja sama di berbagai sektor strategis. Delegasi juga menggelar serangkaian pertemuan dengan instansi pemerintah, asosiasi bisnis, dan pelaku usaha di kedua negara.
Perkuat Kemitraan dengan Thailand
Di Bangkok, Pemerintah Provinsi Hainan bersama Thailand Board of Investment (BOI) menyelenggarakan China (Hainan)-Thailand Economic and Trade Cooperation Promotion Conference pada 21 Juli yang dihadiri sekitar 200 peserta dari berbagai lembaga pemerintah dan pelaku usaha Thailand.
Dalam forum tersebut, perwakilan Haikou National High-tech Industrial Development Zone dan Boao Lecheng International Medical Tourism Pilot Zone memaparkan kebijakan investasi serta rencana pengembangan industri di Hainan Free Trade Port. Sementara itu, Deputy Secretary-General BOI, Tanita Sirisup, memperkenalkan iklim investasi dan peluang bisnis di Thailand.
Pada kesempatan yang sama, China Council for the Promotion of International Trade (CCPIT) Hainan, China Chamber of International Commerce (CCOIC) Hainan, dan Board of Trade of Thailand menandatangani nota kesepahaman (MoU) untuk memperkuat kerja sama antarpelaku usaha kedua negara. Selain itu, enam proyek kerja sama juga ditandatangani.
Delegasi Hainan turut berpartisipasi dalam Thailand-China Cooperation Expo 2026 yang berlangsung pada 22–25 Juli di Bangkok. Sebanyak 12 perusahaan asal Hainan menampilkan berbagai produk unggulan, mulai dari kopi, produk gaharu, olahan kelapa, pangan tropis, hasil pertanian, hingga produk kolagen peptida, sebagai bagian dari upaya memperkenalkan industri dan merek asal Hainan kepada pasar Asia Tenggara.
Selama berada di Thailand, delegasi juga bertemu dengan sejumlah perusahaan, termasuk Charoen Pokphand Group, TCP Group, dan IFBH, guna membahas peluang kerja sama di bidang penelitian benih, pengembangan pusat rantai pasok regional, serta pengolahan produk kelapa.
Di sektor kesehatan, Boao Lecheng International Medical Tourism Pilot Zone menandatangani nota kesepahaman dengan Chulalongkorn University untuk memperluas kolaborasi di bidang pendidikan kedokteran internasional, wisata medis, dan sektor kesehatan lainnya.
Jajaki Peluang Investasi di Indonesia
Kunjungan kemudian berlanjut ke Jakarta, di mana delegasi mengadakan pertemuan dengan sejumlah organisasi bisnis, termasuk Indonesia China Business Council serta Komite Bilateral Tiongkok Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia.
Delegasi juga menggelar China (Hainan)-Indonesia Economic and Trade Cooperation Symposium yang dihadiri sejumlah perusahaan, antara lain Indonesia National Investment Company, Yali Group, Lin’s Group, dan KML Seafood Group.
Forum tersebut menjadi ajang penjajakan peluang kerja sama di berbagai sektor, seperti pertanian, farmasi, ekonomi digital, dan industri lainnya yang dinilai memiliki potensi untuk dikembangkan bersama.
Melalui rangkaian kunjungan tersebut, Hainan berharap dapat memperluas jejaring kerja sama internasional sekaligus membuka lebih banyak peluang investasi dan kolaborasi industri antara Hainan dan negara-negara ASEAN.

