JAKARTA, 23 Juli 2026 /JavaRilis/ — PT Danantara Investment Management (DIM) melalui anak usahanya, PT Daya Energi Bersih Nusantara (Denera), membuka kesempatan bagi berbagai lembaga pembiayaan untuk bergabung dalam Lenders Panel guna mendukung pendanaan proyek Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) di Indonesia.

Langkah ini merupakan bagian dari upaya Danantara mempercepat pengembangan infrastruktur pengelolaan sampah berkelanjutan di berbagai kota dan kabupaten, sekaligus memperluas akses pembiayaan bagi proyek-proyek PSEL.

PT Indonesia Infrastructure Finance (IIF) ditunjuk sebagai penasihat keuangan yang akan mengoordinasikan proses pendaftaran serta pengumpulan informasi dari calon peserta atas nama DIM dan Denera.

Melalui pembentukan Lenders Panel, Danantara ingin menghimpun lembaga pembiayaan yang memiliki kapasitas pendanaan, pengalaman di sektor infrastruktur, serta minat untuk mendukung pengembangan proyek PSEL di Indonesia.

Peserta nantinya akan diminta menyampaikan indikasi minat pembiayaan, baik untuk keseluruhan portofolio proyek maupun proyek tertentu. Informasi tersebut akan menjadi dasar bagi Danantara dalam memetakan kapasitas pendanaan serta mengkaji berbagai alternatif struktur pembiayaan sebelum proses pendanaan resmi dimulai.

Pendaftaran terbuka bagi berbagai lembaga pembiayaan, mulai dari bank umum, bank anggota Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), Bank Pembangunan Daerah (BPD), lembaga pembiayaan pembangunan, lembaga keuangan multilateral, lembaga kredit ekspor (export credit agency/ECA), hingga institusi keuangan lain yang memiliki pengalaman dalam pembiayaan infrastruktur.

Chief Financial Officer Denera, M. Ramadhan Harahap, mengatakan pembentukan Lenders Panel memberi kesempatan bagi calon pemberi pinjaman untuk terlibat sejak tahap awal dalam penyusunan skema pembiayaan proyek PSEL.

“Proyek PSEL akan menjadi salah satu pilar penting dalam transformasi pengelolaan sampah di Indonesia sekaligus mendukung pencapaian target pembangunan berkelanjutan. Kami mengundang lembaga pembiayaan yang memiliki pengalaman di sektor infrastruktur untuk menjadi bagian dari inisiatif strategis ini,” ujarnya.

Lembaga pembiayaan yang berminat dapat mengajukan berbagai bentuk dukungan pendanaan, mulai dari pinjaman senior, pinjaman subordinasi, pembiayaan berbasis ekuitas, pinjaman jembatan (bridging loan), fasilitas penjaminan bank, standby letter of credit, performance bond, trade finance, pembiayaan mezzanine maupun hybrid, pembiayaan berbasis keberlanjutan (sustainability-linked financing), skema yang didukung export credit agency (ECA) atau lembaga pembangunan multilateral (MDB), hingga solusi pembiayaan lainnya yang relevan dengan proyek PSEL.

Pendaftaran Dibuka hingga 28 Juli

Lembaga pembiayaan yang berminat dapat menyampaikan pernyataan minat melalui alamat surat elektronik lenderspanel.danantara@iif.co.id. Selanjutnya, IIF akan memandu proses pendaftaran, termasuk penyampaian dokumen yang dipersyaratkan serta penandatanganan perjanjian kerahasiaan (Non-Disclosure Agreement/NDA).

Batas akhir penyampaian dokumen ditetapkan pada 28 Juli 2026.

Danantara menegaskan bahwa proses ini bertujuan menjaring minat pasar dan memperoleh gambaran awal mengenai kapasitas pendanaan dari calon mitra pembiayaan. Keikutsertaan dalam proses tersebut tidak berarti adanya penunjukan, komitmen pembiayaan, maupun kewajiban bagi Danantara untuk melanjutkan transaksi dengan peserta tertentu.

Perusahaan juga berhak mengubah jadwal, mekanisme, maupun komposisi Lenders Panel, serta menerima atau menolak setiap pengajuan sesuai pertimbangan perusahaan. Seluruh biaya yang timbul selama proses pendaftaran menjadi tanggung jawab masing-masing peserta, sedangkan informasi yang disampaikan akan dijaga kerahasiaannya sesuai ketentuan dalam perjanjian NDA.