NEW YORK, Amerika Serikat, 28 Juli 2026 /JavaRilis/ — Polibeli Group Ltd. (NASDAQ: PLBL), penyedia solusi rantai pasok digital global, mengumumkan telah menandatangani Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MOU) yang tidak mengikat dengan PT Grosirone Prima Nusantara, perusahaan pengembang dan koordinator proyek yang berbasis di Indonesia, untuk mengevaluasi peluang pengembangan pusat data kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) di Indonesia.
Berdasarkan MOU tersebut, kedua pihak sepakat membangun kerangka awal kerja sama sekaligus melakukan studi kelayakan terhadap potensi pengembangan pusat data AI. Proses evaluasi akan mencakup analisis kondisi infrastruktur, termasuk ketersediaan fasilitas pusat data colocation, pasokan listrik, sistem pendingin, konektivitas jaringan, serta kelayakan komersial secara keseluruhan.
Proyek yang tengah dikaji tersebut berpotensi memiliki kapasitas hingga sekitar 10 megawatt (MW), dengan tahap awal diperkirakan berkisar 2 MW hingga 5 MW, bergantung pada hasil evaluasi teknis, komersial, dan regulasi lebih lanjut.
Polibeli menegaskan bahwa MOU tersebut tidak bersifat mengikat dan semata-mata bertujuan memfasilitasi pembahasan awal, pertukaran informasi, serta studi kelayakan. Kesepakatan tersebut bukan merupakan komitmen untuk membangun fasilitas, membeli peralatan, menyewa pusat data, maupun melakukan investasi modal.
Setiap pengembangan proyek di masa mendatang akan bergantung pada keberhasilan proses due diligence, persetujuan internal perusahaan, ketersediaan pendanaan, pemenuhan persyaratan regulasi, serta penandatanganan perjanjian definitif.
Indonesia dinilai semakin strategis sebagai pasar pengembangan infrastruktur digital, didorong oleh pertumbuhan komputasi awan (cloud computing), meningkatnya pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan, serta permintaan kapasitas pemrosesan data yang terus berkembang. Melalui proses evaluasi ini, Polibeli ingin menjajaki peluang yang sejalan dengan tren perkembangan infrastruktur teknologi tersebut.
Polibeli mengoperasikan platform rantai pasok digital berskala global yang melayani berbagai pelaku usaha di pasar internasional. Perusahaan menyatakan akan terus mengevaluasi berbagai peluang strategis yang dapat melengkapi kapabilitas yang telah dimiliki sekaligus mendukung target pertumbuhan jangka panjang.
Meski demikian, perusahaan menegaskan belum ada kepastian bahwa perjanjian definitif akan ditandatangani ataupun proyek tersebut akan direalisasikan.
Pernyataan Prospektif
Rilis berita ini memuat sejumlah pernyataan prospektif (forward-looking statements) sebagaimana dimaksud dalam ketentuan safe harbor berdasarkan U.S. Private Securities Litigation Reform Act of 1995.
Pernyataan tersebut mencakup, namun tidak terbatas pada, rencana strategis perusahaan, ekspansi usaha, peluang pasar yang diproyeksikan, pengembangan solusi berbasis AI, serta kinerja bisnis di masa mendatang. Pernyataan ini didasarkan pada asumsi dan ekspektasi manajemen saat ini, sehingga mengandung berbagai risiko dan ketidakpastian yang dapat menyebabkan realisasi hasil berbeda secara material dari yang diperkirakan.
Risiko tersebut antara lain mencakup kemungkinan tidak tercapainya perjanjian definitif terkait proyek yang direncanakan, tidak terealisasinya tujuan MOU, perubahan kondisi ekonomi dan pasar, perkembangan regulasi, risiko keamanan siber, kondisi geopolitik, serta berbagai faktor lain yang dijelaskan dalam dokumen perusahaan yang disampaikan kepada U.S. Securities and Exchange Commission (SEC).

