Satu-satunya jaringan rumah sakit di Asia Tenggara yang memiliki dua rumah sakit peraih Magnet with Distinction™
JAKARTA, 16 Juli 2026/ JavaRilis — Siloam International Hospitals kembali mencatatkan pencapaian di tingkat global setelah dua rumah sakitnya meraih Magnet® with Distinction Recognition, penghargaan tertinggi dunia untuk keunggulan praktik keperawatan (nursing excellence). Siloam Hospitals Kebon Jeruk menjadi rumah sakit pertama di Indonesia yang memperoleh pengakuan tersebut pada 23 Juni 2026, disusul Siloam Hospitals Lippo Village pada 26 Juni 2026.
Pencapaian ini menjadikan Siloam sebagai satu-satunya jaringan rumah sakit di Asia Tenggara yang memiliki lebih dari satu rumah sakit dengan predikat Magnet® with Distinction. Hingga kini, baru 95 organisasi layanan kesehatan di dunia yang berhasil meraih pengakuan tersebut. Capaian ini menempatkan Siloam di jajaran institusi kesehatan terdepan dunia dalam bidang keperawatan sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu negara yang memiliki rumah sakit dengan standar keperawatan kelas dunia.
Magnet Recognition® merupakan pengakuan tertinggi untuk keunggulan keperawatan yang diberikan oleh American Nurses Credentialing Center (ANCC), lembaga sertifikasi keperawatan terbesar di dunia yang berada di bawah American Nurses Association (ANA). Sementara itu, Magnet® with Distinction merupakan tingkat penghargaan tertinggi yang diperkenalkan ANCC pada 2022 untuk mengapresiasi organisasi layanan kesehatan dengan kinerja terbaik berdasarkan hasil empiris yang tervalidasi.
Predikat tersebut hanya diberikan kepada institusi yang mampu menunjukkan hasil klinis, mutu pelayanan, dan kinerja keperawatan yang melampaui standar Magnet® yang selama ini dikenal sangat ketat.
Bagi pasien, kualitas layanan kesehatan tidak hanya ditentukan oleh kecanggihan teknologi atau kompetensi tenaga medis, tetapi juga oleh mutu layanan keperawatan yang mendampingi mereka sepanjang proses perawatan. Berbagai studi menunjukkan bahwa rumah sakit berstatus Magnet® mencatat tingkat keselamatan pasien yang lebih baik, angka komplikasi yang lebih rendah, kolaborasi lintas profesi yang lebih kuat, serta pengalaman pasien yang lebih positif dibandingkan rumah sakit non-Magnet®.
Kinerja tersebut tercermin di Siloam Hospitals Kebon Jeruk dan Siloam Hospitals Lippo Village. Kedua rumah sakit mencatat tingkat kepuasan perawat masing-masing sebesar 93% dan 95%. Selain itu, sebanyak 70% dan 73% tenaga keperawatan di kedua rumah sakit telah memiliki sertifikasi spesialis profesional.
Keduanya juga membukukan berbagai indikator mutu keperawatan yang melampaui tolok ukur internasional, termasuk penurunan angka infeksi terkait layanan kesehatan seperti catheter-associated urinary tract infection (CAUTI) dan central line-associated bloodstream infection (CLABSI), penurunan kasus hospital-acquired pressure injuries (HAPI), serta peningkatan pengalaman pasien dalam aspek komunikasi, penghormatan terhadap pasien, pengambilan keputusan bersama, dan koordinasi layanan.
CEO Siloam International Hospitals Caroline Riady mengatakan, penghargaan tersebut merupakan pengakuan atas dedikasi para perawat Siloam yang setiap hari memberikan pelayanan terbaik bagi pasien.
“Magnet® with Distinction bukan sekadar pengakuan bagi institusi. Penghargaan ini mencerminkan komitmen para perawat Siloam yang senantiasa mendampingi pasien dan keluarga mereka di setiap tahap perjalanan perawatan. Di Siloam, kami percaya bahwa keunggulan klinis yang dipadukan dengan kepedulian dan empati merupakan fondasi utama layanan kesehatan yang berkualitas.
Ketika pasien merasa didengar, dipahami, dan dirawat dengan penuh perhatian, hal tersebut dapat memberikan dampak yang berarti, baik terhadap pengalaman mereka selama menjalani perawatan maupun terhadap hasil klinis yang dicapai. Pada akhirnya, kualitas layanan kesehatan tidak hanya ditentukan oleh teknologi dan fasilitas yang dimiliki rumah sakit, tetapi juga oleh orang-orang yang hadir mendampingi pasien pada saat mereka paling membutuhkan,” ujar Caroline.
Nursing General Manager Siloam International Hospitals Jessi Rahardja menjelaskan bahwa perjalanan menuju Magnet Recognition® membutuhkan komitmen jangka panjang untuk memperkuat praktik keperawatan berbasis bukti, membangun budaya kolaboratif, serta menghadirkan layanan yang berpusat pada pasien.
“Bagi kami, Magnet® bukan sekadar pengakuan dari pihak eksternal. Penghargaan ini membuktikan bahwa profesi keperawatan bertumpu pada ilmu pengetahuan, kepemimpinan, dan kolaborasi yang memberikan dampak nyata bagi hasil perawatan pasien. Manfaatnya dapat dirasakan langsung melalui layanan yang lebih konsisten, koordinasi yang lebih baik, dan pengalaman perawatan yang lebih optimal.
Bagi seluruh perawat Siloam, pencapaian ini merupakan tonggak bersejarah. Namun, ini bukanlah puncak dari apa yang dapat dicapai, melainkan cerminan dari dedikasi dan profesionalisme yang terus ditunjukkan setiap hari dalam merawat pasien,” kata Jessi.
Keberhasilan Siloam Hospitals Kebon Jeruk dan Siloam Hospitals Lippo Village meraih pengakuan Magnet® merupakan hasil dari investasi jangka panjang Siloam dalam pengembangan profesi keperawatan dan sumber daya manusia kesehatan. Sejalan dengan pilar People First, Siloam membangun ekosistem pendidikan yang terintegrasi melalui Fakultas Kedokteran dan Fakultas Keperawatan Universitas Pelita Harapan, Siloam Training Center, serta berbagai program pengembangan profesional berkelanjutan yang dirancang untuk memperkuat kompetensi klinis, kemampuan kepemimpinan, dan praktik berbasis bukti.
Ke depan, Siloam akan terus memperkuat budaya keunggulan keperawatan di seluruh jaringan rumah sakitnya sebagai bagian dari komitmen menghadirkan layanan kesehatan berstandar internasional bagi masyarakat Indonesia. Upaya tersebut diharapkan dapat mendorong hasil klinis yang lebih baik sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap layanan kesehatan kelas dunia di dalam negeri, sehingga kebutuhan berobat ke luar negeri dapat semakin berkurang.
Pada akhirnya, keunggulan layanan kesehatan tidak hanya ditentukan oleh teknologi dan infrastruktur, tetapi juga oleh kualitas sumber daya manusia yang setiap hari hadir mendampingi pasien. (***)

